Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.95


__ADS_3

  "Kalau begitu kami undur diri dulu.." Ucap Wanda melakukan bow kecil dan pergi dengan Hoshi. "Aku akan tetap disini.. barangkali Wadma teleport kemari.." Ucap Wansa namun Adri menolak. "Aku tak memberi izin kau ada di apartemen kami.. sebaiknya kau pergi saja.." Ucap Adri dengan Wansa yang tertawa dengan nada seorang senior.


Ep.95


  "Kau ikut kami saja.. Adri.. namamu kan? Belajarlah untuk lebih mengendalikan emosi mu.. kau bisa tanyakan pada seluruh gadis didunia ini.. mereka tak menyukai pria yang tak bisa mengendalikan emosinya.." Ucap Wanda pergi diikuti Hoshi dan Wansa.


  Sementara Wanda, Wansa dan Hoshi sudah memasuki mobil, mobil Windy dengan sopir pak Darga baru tiba. "Maaf den.. paman harus mengantar nona Windy dulu karena bagaimanapun paman sudah berjanji untuk hari ini tetap dengannya. "Baik paman.. tidak apa.. Wadma baik-baik saja menurut Cevin.." Jelas Wanda membuat paman menghela nafas lega.


  "Oh.. jadi paman menelfon kak Wanda dulu? Inget paman.. gimanapun paman itu kan pamannya Windy!!" Keluh Windy.


  "Maaf neng.. paman hilaf.. terbiasa memberi laporan pada Den Wanda.." Ucap Darga. Sementara Ririn dan Dinda bingung.


Mereka masuk kedalam apartemen Adri and friends. "Ini.. camilan yang mu suruh beli shel.." Ucap Ririn semangat dengan Dinda membantu paman Darga dan Ririn membawa belanjaan.


  "Banyak banget .. lu mau buat apaan?" Tanya Adri.


  "Stok kelen untuk beberapa bulan kedepan.. sekarang yang cewek lanjut masak yok.. anggep aja rinjani sama kak Saka baik-baik aja" Ucap Sheli.


  "Sepositif itu dirimu?" Ucap Nisa.

__ADS_1


  "Emang si Rinjani sama kak Saka kemana?" Tanya Ririn.


  "Ini kami ketinggalan apa yah? Wadma sama si jubah hitam juga gk ada?" Ucap Windy.


  "Si penyihir mana?" Tanya Dinda.


  "Jubah hitam? Dia namanya Angga.. saudara kembar Wadma.." Ucap Shanti.


  "Hah?" Windy terkejut dan pinsan. "Calon ipar gue pembunuh berantai?" Ucapnya sebelum tak sadarkan diri.


  "Gilak dia ngomong apaan sampai ngomongin ipar?" Ucap Ririn menepuk-nepuk pipi Windy.


  "Woe!! Bangun woe!!" Ucap Ririn lagi.


  "Dia tunangan Wanda.." Ucap Sandi.


  "WHAT??!!"


***

__ADS_1


  "Wadma? Apa yang terjadi?" Tanya Sarah.


  "Tidak apa.. bantu aku membuka ruang ini!" Ucap    Wadma dengan Sarah bingung menatap Wadma yang matanya sembab usai menangis. "Itu.. ada tapak telapak tangan.. aku butuh tangan manusia tuk membukanya.. bukan aku menyatakan diriku bukan manusia.. diriku yang memiliki sihir sejak lahir memiliki hubungan dengan dimensi sihir.." Jelas Wadma.


  "Hmm.. baiklah.. tapi, tidakkah itu terlalu mudah?" Tanya Sarah lagi.


  "Tentu saja tidak hanya itu.. aku bisa merasakan da monster yang bersiap menyerang dibalik pintu gua ini. Dan aku tidak menyukainya sebenarnya.." ucap Wadma merinding jijik.


  "Kurasa monster ang kau masuk sangat menjijikkan yah?!" Tanya Sarah. "Jangan hawatir kau bisa mengatasinya.." Ucap Wadma menepuk pundak Sarah. Sarah melotot kaget "sebentar?! Kau tidak ikut?" Tanya Sarah. "Didalam terlalu menjijikkan.. aku bisa pinsan mungkin.." Ucap Wadma lagi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


  "What?!"


  "Udah.. cepetan!!" Ucap Wadma meletakkan tangan Sarah kedalam tapak dari telapak tangan itu. Seketika pintu terbuka dan Wadma menghilang membuat Sarah bingung. Namun, dia ingat Rinjani dan Saka didalam dan harus ia selamatkan.


  "Bismillahirrahmanirrahim.." ucapnya masuk dan tak lupa gadis muslimah ini mengucapkan "Assalamualaikum. Ya ahlil ghoib" ucapnya dan melihat kanan kiri dia kemudian melihat kurungan dimana ada Rinjani dan Saka yang ketakutan karena kedatangan Sarah yang sendirian.


  "Bagaimana cara membuka ini?" Tanya Sarah.


  "Kau datang sendirian? Sarah lari sar!! Bahaya weh.. mu lebih bahaya!!" Ucap Rinjani panik. "Dimana si para penyihir itu? Kenapa cuman elu?" Tanya Saka kesal.

__ADS_1


  "Duh.. gimana nih yah.." Ucap Sarah mengelilingi kurungan itu dan menemukan gemboknya.   "Tinggal kuncinya.." Ucap Sarah melihat kesana kemari dan tiba-tiba mendengar suara menyeramkan.


  "Aaaaaaaaaaaa! Astagfirullah! Ya Allah!!" Triak Sarah melihat sosok seperti serigala raksasa namun, memiliki bulu disekitar lehernya seperti singa.


__ADS_2