
* “Eh? Apa kau mengenalku?” Tanya Weraa.*
* “Ah.. maaf aku salah orang..” Ucap Wadma yang menyadari arwah orang lain mangambil alih tubuh Weraa.*
* “Harus kucari tau!” Ucap Wadma dalam hati melihat Wansa yang pergi. Weraa pergi meninggalkan tempat itu dan seperti lari ketakutan. “Dimana dia?” Tanya Wadma yang melihat tak ada Weraa dihadapannya.*
* Wadma melihat ponselnya dan melihat Wansa yang menuju ke arah bandara. “Mengapa dia menuju bandara?” Tanya Wadma yang kemudian Weraa datang memberikan sapu tangan Wansa. “??” Wadma bingung bagaimana Weraa bisa mendapatkannya. “Sepertinya kau mengenali orang tadi.. Bisa kau berikannya padanya?” Tanya Weraa.*
* Wadma mengambil sapu tangan itu. Dan kembali melihat kilasan detail dari ekspresi Wansa dan Weraa yang bertabrakan tadi. “Maaf aku sedang lari dari.. Eh.. hilang..” Ucap Weraa yang bingung dengan menghilangnya arwah yang mirip dengannya.*
* Terlihat dari kilasan itu Wansa menatap mata hantu weraa itu sementara tak menatap orang yang ditabraknya dan tanpa sadar melupakan sapu tangannya. “Jadi dia kabur bukan karena takut padaku? Tapi..” Ucap Wadma yang kembali melihat Weraa. “Ada apa? Apa kau tak mengenal pria tadi?” Tanya Weraa.*
* “Kau siapa?” Tanya Wadma.*
__ADS_1
* “A-aku? Aku juga tak terlalu ingat tapi mereka bilang aku adalah Weraa..” Ucap nya membuat Wadma terdiam mengingat pertemuannya dengan Weraa pertama kali dan jika Weraa yang sekarang adalah orang yang sama. Pasti Weraa yang sekarang akan menanyakan banyak hal. Namun, tidak. “Ah.. maaf aku ada urusan.. Tolong yah..” Ucap Weraa pergi ke arah betlan School bagian SD. “Dia bersekolah disana?” Tanya Wadma menaikkan alisnya.*
* “Siapa dia.. apa maunya.. dan Weraa yang asli..”*
* “You’re my light… You’re my light…” Dering ponsel Wadma dari kakaknya. “Halo?” Tanya Wadma. “Dah dimana?” Tanya Wanda. “Masih di Indo.. berangkat aja belum..”*
* “Kamu masih ngurusin Wansa?” Tanya Wanda yang menjadi kelinci percobaan pertama Wadma dengan sihir mengembalikan ingatan tentang Wansa.*
* “Kamu nanya kakak?” Tanya Wanda.*
* “ah.. iya juga.. biasanya kakak yang nanya Wadma.. Haish.. Gimana dong?” Tanya Wadma.*
* “Kakak mau ngasih tau kabar buruk.. Keluarga Wansa mengumumkan putri sulung mereka ke publik.. Kurasa mereka ingin mencoba melupakan Wansa..” Ucap Wanda membuat Wadma tertegun merasa bersalah.*
__ADS_1
* “Baiklah.. kirim alamat sekolahku aku akan pergi secepatnya..” Ucap Wadma teleport ke bandara dan melihat Wansa yang melihat kesana kemari mencari seseorang. Wadma juga sekilas melihat hantu Weraa tadi yang berdiri dibelakang Wansa seperti ingin menyapa namun, mengurungkan niatnya.*
* Semenjak bertemu dengan Wadma yang ada dipikiran Weraa adalah siapa Wadma dan pengeran yang ia maksudkan?. “aku ingin tau..” Batin Weraa yang selalu tersenyum membayangkan bagaimana pangerannya datang. Tiba-tiba saja seseorang lewat dengan menabrak Wansa. Wadma langsung mengaktifkan teleport ke tempat agar Wansa tak melihatnya.*
* “Mengapa dia mengikuti pria itu?” Tanya Wadma sementara Weraa mengikuti pria yang berhodie hitam dan memakai topi hitam itu. “Apa mereka saling mengenal?” Tanya Wadma mengikuti Hantu weraa dan pria aneh itu.*
* Sampai di suatu tempat yang sepi seperti sebuah gudang. Mereka masuk dan Wadma ikut masuk dan terbang di langit-langit gudang yang besar itu. Wadma melihat Weraa yang terlempar ke dinding oleh kekuatan pria itu. “Kau ingin memberitaunya hah?! Jika kau memberitau orang lain dan berniat mengembalikan tubuhmu aku akan benar-benar membunuhmu!!” Ucap Pria aneh itu.*
* “Mengapa kau melakukan ini semua? Aku bahkan tak mengenalmu!!” Rintih Weraa memegangi pundaknya.*
#ME_Mawad
#KSW_Part55
__ADS_1