
"Duh.. gimana nih yah.." Ucap Sarah mengelilingi kurungan itu dan menemukan gemboknya. "Tinggal kuncinya.." Ucap Sarah melihat kesana kemari dan tiba-tiba mendengar suara menyeramkan.
"Aaaaaaaaaaaa! Astagfirullah! Ya Allah!!" Triak Sarah melihat sosok seperti serigala raksasa namun, memiliki bulu disekitar lehernya seperti singa.
Ep.96
"Aku belum mau mati!! Dosa aku masih banyak!! Ya Ahlil ghoib pergilah kalian... Jangan ganggu aku!! Ya Allah ampuni dosa hambamu ini ya Allah.. setidaknya ebelum hamba mengorbankan diri.. biarkan hamba melepaskan 2 teman hamba.." Do'anya dengan suara pelan yang terdengar oleh serigala itu. Sarah tersadar karena ada tetesan air besar yang jatuh disebelahnya dan mendongak ke atas kepalanya dan berteriak lagi "Allahuakbar!!!" Ucapnya dengan Wadma yang muncul dan langsung menusukkan sebuah pedang yang dilumuri sesuatu berbentuk lendir.
"Aku sudah bilang aku benci lendir.." Ucap Wadma sementara makhluk itu melihat kearahnya dengan amarah. "O ow.. dosis lendirnya kurang.." Ucap Wadma melompat kebelakang dan menghindar secara terus-menerus. Sarah yang melihat itu menyadari bahwa kunci gemboknya ada di lehernya. Yang tertutup oleh bulu yang mengembang seperti singa itu.
__ADS_1
"Yaampun.." Wadma memunculkan beberapa tanaman penghasil lendir yang ia gunakan sebelumnya. "Agak sulit.." ucap Wadma menatap tajam makhluk itu. "Biar kulihat lbih dalam.. (mengidentifikasi objek) Experiment? Ternyata si Randi yang baru SMA itu punya otak jenius sampai bereksperimen sehebat ini.." ucap Wadma juga memikirkan cara lebih mudah.
"But, yang mudah belum tentu efektif.." Ucap Wadma mengepung makhluk jadi-jadian itu dengan lonjakan kayu yang muncul entah dari mana membentuk pagar. "Dia bilang tidak bisa menggunakan sihir:v lalu apa itu?!" Komentar Sarah.
"Sekarang.. Mari kita tumbuhkan beberapa kebun bunga disekitar pagar.. he he" Ucap Wadma yang langsung menggunakan sihirnya. Banyak bunga mengelilingi makhluk itu dan membuatnya semakin mengamuk.
"Sabar dulu sayang.. Biarkan bunga-bunga itu mekar dan meledakkan serbuk sarinya!! Tk!" Wadma memetikkan jarinya dan bunga-bunga tu meledak dan seluruh serbuk sarinya menempel ada makhluk itu. "Apa yang..." Respon Sarah cukup bingung dengan yang terjadi. Karena dari setumpuk tanaman bunga itu keluar hewan mungil yaitu anak anjing, dan anak serigala, dan yang satunya agak menakutkan yaitu Singa dewasa. namun, bagian tubuhnya terluka.
***
__ADS_1
Satu minggu berlalu, orang tua Wadma memeluk putra bungsu mereka saat mengingat semua kejadiannya. Sementara Wadma menjadi gadis pendiam dan sangat merasa bersalah pada Wansa yang menjadi korban sihirnya yang merindukan saudara kembarnya.
"Aku tak ingin warisan.. berikan saja padanya yah.. Wadma sudah dapat karir sebagai aktris dan sudah dapat jaminan beberapa dari bisnis wadma sendiri.." Ucap Wadma di rumah saat Wanda membawa Angga ke kantor.
"Ayah tidak yakin dengan adik kembarmu bisa mengurus urusan perkantoran.. Kamu tau dia memiliki magis gelap, ayah takut dia menyalahgunakan kekuatan magisnya itu.." Ucap Ayah membuat Wadma menghela nafas.
"Sejauh ini dia tak melukai siapapun, tak ada salahnya memberikannya lebih.. anggap saja sebagai ungkapan maaf karena telah melupakannya.." Ucap Wadma lagi. "Nak.. mangapa kamu tidak mengurus perkantoran bersama kedua saudaramu saja dibanding menyelesaikan semua kasus teman detektif itu.." Tanya Ayah meletakkan korannya.
"Ayah.. terus terang saja! Ayah tau kami sejak lahir memiliki magis dan sudah melihat wujud dari para penyihir legenda dihari kelahiran kami.. kalian juga membantu menyembunyikan kotak itu kan? Dan kalian lebih jahat dari pada kak Wanda!! Bagaimana kalian bisa membiarkan kami melupakan Angga?" Ucap Wadma membuat ayahnya terkejut seharusnya ia tak tau bagian kedua orangtuanya merelakan Angga dibawa oleh sosok ratu Ririn dan Rinjani.
__ADS_1
"Angga.. Wadma sejak kemarin mengawasi senyuman Angga yang menyiratkan rasa sakit karena terbayang saat ayah dan bunda lebih percaya pada para ratu yang entah dari mana asalnya itu dibanding anaknya sendiri.. Wadma tidak bisa menyalahkan Ayah dan Bunda.. tapi, sebaiknya minta maaflah.. berhenti berpura-pura bahwa kalian melupakannya.." Ucap Wadma dengan Ayah yang menghela nafas sedih.