
“Kenapa Hot americano? Aku memesan Ice Americano!” Ucap Weraa sedikit kesal.
“Em.. aku pikir di tengah malam yang dingin seperti ini kau harus menghangatkan dirimu..” Ucap nya yang tersenyum membuat weraa yang teringat sebuah kalimat dari seseorang yaitu Wansa. “Jangan beli ice! Kita beli yang hangat-hangat saja okay?” sekilas namun tak dapat dimengerti. Weraa tak tau nama pria itu sampai sekarang.
"Siapa pria itu..” Ucap Weraa sementara pelayan itu melihat Utube yang sedang diputar Weraa.
“Uh? Apa itu berita terbaru?” Tanya nya.
“Sepertinya begitu..”
“Bisa kulihat videonya? Karena Sarika sebelumnya bekerja disini karena kami diajak oleh senior kami..” Ucapnya.
“Kau temannya juga?” Tanya Weraa yang kemudian melihat gadis SMA yang di pojok sudah berdiri di hadapan mejanya.
“Siapa kau? Aku sudah punya 2 pasien! Jangan lagi!” Ucap Weraa dengan menatap gadis yang rambutnya menutupi wajahnya. “Eh? Kau bicara padaku? Namaku Dinda.. Tapi kau melihat kemana?” Tanya Dinda yang melihat hantu gadis SMA itu dan langsung menutup mulutnya karena hantu itu menegakkan wajahnya dan menatap kearah Dinda.
__ADS_1
“Hei! Dinda! Apa yang kau lakukan? Cepat kembali bekerja..” Pinta seorang yang lebih tua darinnya. “B-baik..” Ucap Dinda. Weraa meminum Hot Americano miliknya dan melihat hantu itu yang masih memperhatikan Dinda. “Hei.. Kau! Duduklah!” Ucap Weraa yang dituruti oleh arwah itu.
“Siapa namamu?” Tanya Weraa namun ia tetap diam. “Tunjukkan wajahmu! Mengapa kau tak berbicara sama sekali? Biasanya arwah sepertimu karena sewaktu hidup kau bisu?” Tanya Weraa. Dengan dia yang melihat kearah Weraa. “Kau sudah mati.. dan jadi arwah.. Jangan terpaku pada kehidupanmu di dunia.. Kau bisa bicara jika kau mau..” Ucap Weraa.
“Aku bisa bicara dan tak bisu semasa hidup..”
“Lalu?” Tanya Weraa memainkan americanonya.
“Dia membunuhku dan mencabik mulutku.. hiks.. hiks.. meskipun aku bisa bicara tapi aku tak sanggup melihat wajahku..Hiiii~ Hii~ meskipun aku sudah jadi hantu..” Ucapnya membuat Weraa menghela nafas karena hantu didepannya sadar bahwa dia hantu namun bersikap seperti tak menyadari dirinya adalah hantu.
“Ah.. kau ingin pesan lagi?? Baiklah..” Ucap Dinda kuat-kuat membuat Weraa bingung dan bertanya “Hei! Aku..” Belum sempat berbicara Dinda menunjuk gadis hantu yang mengikuti Weraa. “Aish!!” Ucap Weraa kembali duduk di mejanya.
“Mengapa kau mengikutiku?” Tanya Weraa.
“Kau tadi.. melihat video itu?” Tanyanya.
__ADS_1
“Siapa namamu? Sepertinya aku harus mencatat namamu dulu..” Ucap Weraa.
“aku Kartika.. murid betlan school yang hilang tanpa jejak.. Jasadku belum ditemukan.. Pembunuh itu.. Dia harus segera kau temukan atau..” Ucap nya namun, terhenti saat Dinda datang pada Weraa mengantarkan roti yang banyak juga.
“Dinda!” Panggil Weraa. “Ada apa disana? Aish dia pasti membuat masalah” Ucap Senior itu. “Kau yang disana aku beli waktu kerja temanku dinda.. Aku perlu bicara dengannya!!” Ucap Weraa mengejutkan semua orang.
“Tapi..”
“Dinda harus menjelaskan sesuatu padaku! Atau… CoffeShop ini akan ku gusur!!” Ucap Weraa dengan semua lampu yang berkedap-kedip sementara hantu kartika terus berteriak “Tidak! Tidak boleh!! Apa yang kau lakukan??”
“Ada apa ini?” Tanya semua pelanggan ketakutan.
#ME_Mawad
#KSW_Part14
__ADS_1