
"Iya bisa jadi.." Ucap Wadma.
"Tunggu itu artinya arwah yang ada difotoku waktu itu bukan Weraa melainkan Sirah?" Tanya Sandi.
"Benar.. dia mengawasi Putri Weraa yang mengambil alih tubuh Weraa yang harusnya dia rebut.. karena itu dia ke Atlan school sesekali, dia juga memperhatikan kalian yang pindah dari Betlan ke Atlan school lumayan dekat dengan gengnya weraa.. karena itu dia tanpa sengaja meninggalkan jejak berfoto denganmu.." Ucapnya.
"Peringatan?" Tanya ku.
"Peringatan bahwa dia dan kau akan segera bertemu huuuu~" Ucap Wadma menakuti Sandi disusul senyum Wadma yang tertawa kecil.
"Lalu? Sirah sekarang?" Tanya Sandi dengan mirkah menggeleng tidak tau. Namun, Randi mengambil lukisan yang ia lukis kemarin sore. "Aku rasa ada hubungannya dengan lukisan ini.." Ucap Randi dengan Wadma langsung memperhatikan. Terlihat lukisan itu menggambarkan 3 orang gadis yang saling membelakangi namun dua orang saling pandang sementara yang satunya melihat kearah keduanya. "Biar kutebak yang berwarna kulit abu-abu adalah putri Weraa" Ucap ku langsung Randi mengangguk dan mengatakan "Namun, untuk dua gambar ini.. aku tidak yakin mana si putih dan mana si hitam.." Ucap Randi.
"Sirah.. apa alasan dia ingin mengambil tubuh weraa?" Tanya Wadma dengan Sandi menjawab "Kau bilang Randa.. Ingin memasukkan tubuh Sirah kedalam Weraa.. mungkin Randa tau sesuatu?" Tanya Sandi. "Randa adalah orang yang membuat masalah di pesta kak Arvandita.. Kakak kandung Weraa.. Mungkin si Arvan itu tau sesuatu.." Ucap Wadma berfikir dan menambahkan "atau mereka memang punya masalah?".
"Biar aku yang periksa.." Ucapku hendak teleportasi namun, wadma menggenggam tanganku. "Kau periksa Sharika saja.. Untuk si Arvandita itu biar kami berdua saja.." Ucapnya yang entah mengapa membuat hati ini terasa panas dan aku yang langsung mengangkat tangan ku dengan kasar membuat semua orang disana bingung. "Aku duluan.." Ucapku pergi.
...****************...
__ADS_1
Setelah teleportasi aku terdiam didepan gedung apartemen teman Sharika. Dalam diam aku mengingat Wadma yang menggenggam tanganku tadi yang seketika membuat jantungku berdebar dan malah langsung berubah menjadi panas setelah dia bilang dia akan bersama Sandi. Sudah lama hidup mengapa aku harus jatuh cinta sekarang?
"Hei!!!" Sosok yang mengagetkan ku itu muncul dengan tiba-tiba secara teleportasi dan mendekatkan wajahnya lagi. "Apa itu sifat burukmu? Sudah kukatakan jangan begitu.." Ucapku datar walau aku terkejut dalam hati.
"Mengapa kau kemari?" Tanya Sharika muncul disampingku. Dan sudah berubah lebih baik. "Ada yang berbeda dari warna kulitmu.. tidak semenyeramkan sebelumnya.." Ucapku dengan dia mengangguk. "Aku sudah ingat bagaimana aku dibunuh dan aku sudah ingat kehidupanku tidak terlalu baik, jadi aku ikhlas dengan apa yang terjadi.. aku juga sudah tidak bisa hidup lagi kan.. lalu tuk apa aku lama-lama disini.." Ucapnya.
"Tapi, kau belum menemui orang tuamu?" Ucap Dinda dengan Sharika mengepalkan tangannya dan menghela nafas. "Aku tak yakin mereka berharap aku masih hidup.." ucapnya menghilang.
"Sudahlah biarkan dia sendiri dulu... Sekarang katakan.. apa yang kalian lakukan pada teman Sharika?" Tanyaku dengan dia yang tersenyum jahil. "Belikan aku eskrim dulu.." Ucapnya langsung berjalan ke restoran didekat sana.
Usai pesanan datang dia langsung menyantapnya santai sementara aku melihat ponselku yang menunjukkan pesan dari Wadma. "Maaf kalau aku melakukan kesalahan, tapi setidaknya katakan apa kesalahanku.." Bacaku terdiam semakin merasakan sakit bagaimana cara aku mengatakannya? Jika aku sang penyihir tua ini menyukaimu? Dan telah jatuh hati padamu?
"Ah.. iya bagaimana dengan kak Weraa dan putri Weraa?" tanya Dinda dengan aku yang menyandarkan punggungku dikursi. "Sejauh ini tidak ada masalah.. tapi aku sedang mencari tau tentang Sirah.." Ucapku yang membuat Dinda tersedak. "Sirah? Ah.. yang katanya mirip dengan kak Weraa yah?" Tanyanya.
"Aku dengar dia sangat baik hati dan dermawan.. Aku sering melihat Arwahnya di Coffee Shop.. waktu itu dia mengawasi Putri Weraa yang ada didalam tubuh kak Weraa. Apa mungkin dia mengenal kak weraa.. dia juga mengikutinya tapi tidak pernah dekat dengan kita.." Ucap Dinda lagi membuat aku terdiam. Sebenarnya ada apa dengan Weraa mengapa hidup dia harus serumit ini..
"Oiyah.. kami tadi cuman menanyakan buktinya aja kok.. dia juga besok bakal keluar negeri jadi dia harap pembunuh berantainya bakal ketangkep sebelum dia balik keindonesia.." Jika pembunuh berantainya adalah Randa apa alasannya sebenarnya.
__ADS_1
"Tapi, dari suaranya aku kecewa.. sepertinya itu kak Randa.. banyak orang yang mengatakan hal itu juga.. apalagi isi komentar banyak dari alumni Betlan school.. padahal Kak Randa itu keren.. dia pelatih Taekwondo.." Ucapnya lagi.
"Apa randa dan sirah itu pacaran?" Tanya ku dengan dia yang mencari sosial media Randa dan menunjukkannya padaku. "Mereka sepertinya bersahabat.. tapi.. kak Randa punya perasaan pada kak Sirah.." Ucapnya.
"Pasti kak Randa sangat terpukul.. Padahal Kak Sharika jatuh cinta padanya tapi dia sudah terlanjur mencintai kak Sirah.. aku dengar dia bahkan belum menyatakan perasaannya pada kak Sirah sebelum kecelakaan itu merenggut nyawa kak Sirah.." Ucap Dinda terdiam dan mengingat sesuatu.
"Kak Sirah kecelakaannya waktu itu aku dengar bersama sosok yang mirip dia.. apa mungkin kak weraa?" Tanyanya membuatku mulai menarik tangannya "ikut aku!" Ucapku teleportasi usai meninggalkan uang di bawah mangkuk eskrim.
...****************...
*Weraa Pov
Aku terbangun melihat ruang yang aneh. Dimana aku? Tempat apa ini? Ruang apa ini? Ucapku yang mencoba untuk keluar melalui pintu namun, "tanganku tembus? Lagi? Nice, ada yang mengambil alih tubuhku lagi.." Aku melihat keluar jendela dan mencoba menembus dinding rumah itu untuk keluar namun malah membuatku terjatuh seperti ada kekuatan yang melemparku melarangku keluar.
"Sial.. tunggu jika aku tidak salah ingat wadma mengatakan padaku "mulai sekarang magicmu seharusnya akan terikat pada jiwamu bukan tubuhmu dengan begini kau pasti akan bisa menyelamatkan diri sendiri jika dalam bahaya.." itu artinya kekuatanku ada padaku. Aku mencoba mengeluarkan sihir untuk menghancurkan perisai yang ada didinding rumah itu. Saat aku berhasil keluar aku berada di hutan. "Sebenarnya siapa yang membuatku sampai kemari.." Keluhku aku harap Wadma sadar weraa yang bersama mereka bukan aku.
Awal aku bertemu dengannya aku dijodohkan oleh sepupunya. Namun, kecelakaan itu membuat putri weraa mengambil alih tubuhku. Dan sekarang tidak mungkin putri weraa kan? Bagaimanapun saat aku membaca buku harian itu dia benar-benar bersikap seperti gadis biasa atau lebih tepatnya dia memang hanya berperan sebagai aku. Sampai ia mengingat semuanya lah yang membuat dia kembali jahat.. lalu.. siapa yang mengambil alih tubuhku?
__ADS_1