
"Apa dia jubah hitam yang sebenarnya?" Tanya Sheli.
"Pembunuh berantai? Bagaimana dengan jubah hitam yang tadi?" tanya Nisa.
"Dia selama ini hanya berkeliaran berkelana seperti orang biasa.. dia tak pernah melakukan kejahatan kepada orang baik.. dia hanya melakukan pada orang-orang jahat.."
Ep.90
"Yang waktu itu ingin membunuhku di pantai?" Tanya Sheli.
"Itu memang Jubah hitam tapi dia tidak bermaksud membunuhmu.. sebelum dia menemuimu dia sempat berbicara pada dirinya sendiri tentang siapa Wadma sebenarnya.."
"Dimana Wadma?" Tanya Sandi yang bangun dengan lemah.."
"Kau sudah bangun? Jangan banyak bergerak.. aku sedang menyembuhkan Shanti dulu.." Ucap Sheli. Shanti mulai merasa baikan dan berdiri secara perlahan dan melompat. Sementara Sheli kembali ke arah Sandi dan Weraa dan menyalurkan tenaganya.
__ADS_1
"Kau bisa menyembuhkan mereka dengan cara sihir juga ternyata? Mengapa tak dari awal saja?" Tanya Adri. "Sheli menyuruh kalian membeli makanan kan:) makanan itu sumber energi dia.. apa lagi jika ada bahan obat-obatan tradisional sihir penyembuhan ia akan semakin kuat.. tapi yang ada dilemari kalian banyak mie semua.." Ucap Nisa.
"Lalu.. apa tidak papa kau menyalurkan energimu pada kami?" Tanya Sandi. "Wadma pasti melakukan sesuatu karena aku merasa seperti penuh energi.. untuk satu kampung pun kurasa aku bisa menyembuhkan mereka.." Ucap Sheli mantap tersenyum.
"Wadma menggunakan sihirnya untuk memunculkan makanan dan minuman herbal tuh.. jadi sheli sempat mencharge energinya ditambah Wadma juga menyalurkan energinya.. sheli bisa kau percepat? Aku bisa melihat Wadma sedang tidak baik-baik saja.. kita harus segera membantunya.." Ucap Sarah.
"Memang dia Ada dimana?" Tanya Sandi.
"Jangan beritahu siapapun.. Kau bisa dengar kan Sarah.." Ucap Wadma dengan suara terisak menghapus air mata.
"Dia... Sudah baik-baik saja.." Ucap Sarah.
"Wadma menyuruhku mengatakan pada sheli untuk segera menyembuhkan mu dan Weraa.."
"Kau yakin? Tadi kau bilang Wadma sedang tak baik-baik saja?" Ucap Sandi menepis tangan Sheli yang menyembuhkannya. Seketika itu juga Sarah diam dan dia langsung menghilang dari hadapan Sandi.
__ADS_1
"Kemana dia?" Tanya Adri terkejut.
Bertepatan dengan pintu yang dibuka Windy, Dinda, dan Ririn masuk kedalam bersama Darga dan 3 bodyguard. Sementara Cevin sudah menghilang sejak dipasar tadi dan mereka tak terlalu mempedulikannya. Weraa sadar secara perlahan dan saat membuka mata dia langsung memeluk Sheli sahabat lamanya.
"Nice.. kau sudah berada di tubuhmu kembali.. sekarang boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Windy.
"Siapa gadis yang ada ditubuhmu sebelumnya.. dia baik atau jahat?" Tanya Windy lagi.
"Tidak bisa kah kalian mengucapkan Hi! Dulu pada Weraa?" Ucap Sheli kesal. Sementara Weraa hanya bisa diam merasa terharu sekaligus sakit.. namun, ia tak bisa menyalahkan Windy yang tak tau bahwa selama ini mereka berteman dengan penyihir jahat.
"Kalian.. bisa ceritakan apa saja yang telah terjadi disini?" Tanya Wanda datang bersama Wansa dan Hoshi. "Sebentar.. ini kenapa jadi ramai banget kost-an kami?" Ucapan Adri baru menyadari Saka dan Rinjani masih menghilang. "Lah iya Saka sama Rinjani gimana?" tanya Adri.
"Kemana adikku San?" Tanya Wanda lagi dengan Wansa yang menatap tidak suka pada hubungan baik Wanda dan Sandi. Benar, dia melupakan Weraa.. Weraa yang seharusnya ia kenal dan cintai. Cinta yang di rencanakan oleh Wadma untuk sepupunya itu gagal. Dan malah menyisahkan kisah yang pilu bagi Weraa dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
***
__ADS_1
"Lepaskan Rinjani!!" Ucap Wadma datang bersama jubah hitam. Benar, kali ini dua jubah hitam bertemu satu sama lain. "Ahh.. kau.. bukankah kau waktu itu menggantikanku untuk mengurus gadis didepanmu itu?" Tanya Jubah hitam dengan menunjukkan suara wanita.
"Ada apa dengan suaramu??" Tanya Randi terkejut sementara wanita itu terlihat tersenyum dan membuka penutup kepalanya membuat Randi semakin terkejut. Sementara Wadma ingat bahwa Randi adalah orang yang waktu itu ia ikuti saat pertama kali di kota tepatnya saat Wadma menyelamatkan seorang anak yang hampir tertabrak mobil. "Kau.. ibu dari anak waktu itu..." ucap Wadma bingung.