Kekasihku, Asisten Adikku

Kekasihku, Asisten Adikku
BEWARE! Daddy Galak!


__ADS_3

Syailendra, begitu Excel tiba, ia langsung meninggalkan rumah sakit. Rasanya tidak etis bila ia menunggu di sana lebih lama. Melanjutkan lagi niat awalnya pulang ke rumah, Lendra malah membelokkan mobilnya ke klinik di mana Sheila bekerja. Entah, tiba-tiba pikirannya tertuju pada istrinya itu.


"Lendra ...!" Sheila yang kebetulan usai makan siang begitu terkesiap melihat suaminya datang. Ia berlari dengan begitu senang, hatinya berbunga-bunga. Setelah berbulan-bulan dia hanya bisa berharap bahwa statusnya akan benar-benar bisa di rasakan dengan sempurna. Bukan hanya lembaran kertas saja, tapi juga perasaannya. Namun, tiba-tiba Sheila memelankan larinya, menyurutkan senyumnya.


Dia tidak akan datang jika bukan karena suatu hal.


"Sudah makan?" Ai menilik ke arah mobil yang baru saja di tinggalkan Sheila. Mobil yang sering Ai lihat mengantarkan istrinya itu pulang. Di dalam sana, Ai melihat sosok pria yang membuat Ai kesal.


"Ehm ... baru saja." Sheila tersenyum canggung.


Tidak mungkin 'kan dia mengajakku makan?


"Ada apa? Apa ada yang penting?" Sheila menelisik wajah suaminya. Wajah yang datar dan terkesan sedang memikirkan sesuatu. Kepala Sheila menoleh ke belakang, mengikuti arah pandangan Ai.


"Aku hanya kebetulan bertemu tadi, kami tidak berniat makan bersama." Tidak penting juga dia menjelaskan ini kepada Ai, sebab Ai tak akan pernah peduli.


"Aku hanya merindukanmu saja," celetuk Ai tanpa menatap Sheila. Tetapi, ia segera mengalihkan pandangannya ke arah Sheila yang terbengong-bengong. "Maksudku, aku ingin memastikan kalau kamu tidak kesal padaku karena tadi pagi aku memaksamu turun dari ojek."


Kerutan jelas tercipta di kening Sheila, "Bukannya aku sudah bilang kalau aku ngga papa, aku hanya tidak mendengarmu mengajakku berangkat bersama. Jadi aku naik ojek seperti biasa."


Ai meringis bingung, ia tak punya alasan datang kemari selain tiba-tiba ia ingin bertemu Sheila, entah itu karena rindu atau hal semacamnya. Ai enggan mengakuinya.


"Ehm ... kalau sekadar makan es krim atau makan dessert, kayanya perutku masih muat." Sheila menunduk sambil menipiskan bibir. Ia malu mengatakan itu pada Ai, tapi entahlah, mungkin ia tak akan berkesempatan sekadar untuk melukis kenangan bersama Ai. Kelak jika waktu satu tahun berlalu dan mereka harus berpisah—seperti kata Ai di awal pernikahan mereka—akan ada sesuatu yang layak ia kenang.


"Izin dulu sama atasanmu, sekalian ambil barang-barangmu!" Ai melihat Sheila seperti abege yang baru pertama kali berkencan. Ia tersenyum simpul, terlebih saat Sheila memekik tertahan.


"Ayo ... tunggu apa lagi?" Ai mengarahkan kepalanya ke arah tempat kerja Sheila.


Sheila mengangguk dan bergegas pergi dari hadapan Ai, tetapi ia buru-buru menoleh lagi seakan takut kalau Ai hanya mengerjainya. Tetapi sekali lagi, Ai meyakinkan agar Sheila bergegas.


Sheila mati-matian menahan dirinya untuk tidak melompat dan bersorak.


Akhirnya ....


***


Malam harinya, Naja sudah dipindahkan ke kamar perawatan bersama bayinya. Di sisinya ada Excel yang siaga memenuhi semua kebutuhan Naja. Sementara, Oma dan Opa baru sedang melakukan panggilan video dengan besannya. Mereka menunjukkan bayi merah yang bergerak gelisah karena tidurnya terganggu.


"Ma, sudah deh! Udah lama banget Mama video call-an, kasihan itu cucu mama keganggu tidurnya," ujar Excel sambil merengut masam. Excel sama sekali tidak mengizinkan siapapun datang menjenguk Naja. Termasuk adik-adiknya, ia ingin Naja beristirahat penuh. Tanpa ada gangguan. Tak peduli rengekan Jen, Ranu, dan si Kembar. Ia sama sekali tak berniat mengendurkan keinginannya. Bahkan kegalakan pria itu meningkat drastis.


"Mama cepat pulang, gih ... biarkan Naja istirahat!" ujar Excel lagi.

__ADS_1


Kira yang semula tersenyum menatap layar ponsel, seketika mengalihkan matanya ke arah Excel. Merengut kesal, tetapi ia segera menyambung percakapannya dengan ibunya Naja. "Udah dulu ya, Jeng ... dimarahin sama yang punya, nih, karena kita kelamaan ngobrolnya."


"Jangan gitu sama Mama, Yang ... aku baik-baik aja, kok," ucap Naja sambil berbisik. Ia merasa tak enak hati melihat sikap Excel yang berlebihan. Tetapi dia juga tak bisa melarang suaminya itu.


"Mama pulang dulu, ya ... besok mama datang lagi," pamit Kira sambil mencium kening menantunya. Ia mengusap rambut Naja penuh sayang.


"Istirahatlah, Nak ... Papa pulang dulu," ucap Harris sambil tersenyum.


"Hati-hati dijalan, Pa, Ma!" Naja mencium punggung tangan kedua orang tua Excel bergantian, sebelum mereka benar-benar keluar dari ruangan ini.


"Akhirnya ...," ujar Excel penuh kelegaan. Ia segera meraih putra pertamanya yang begitu tampan, mirip dengannya. Ehm. Hidung tinggi, bibir tipis nan merona, ah ... garis ketampanan Bricio Endaru pasti menurun darinya.


"Hai, Cio, putra Daddy yang paling tampan ... sudah waktunya minum cucu, udah dua jam loh, kamu bobok begini. Cucu mu udah penuh pasti tuh," ujar Excel pada bayi yang tidak bergerak sama sekali meski tidurnya terusik. Ia segera menyerahkan Cio ke pelukan Naja yang sudah siap dalam posisi meng-asi-i putranya.


"Uh, anaknya Daddy kuat banget nyucunya ... haus ya? Untung udah Daddy siapkan pabriknya agar bisa memproduksi asi sebanyak-banyaknya untuk Cio." Pukulan kecil mendarat di tangan Excel, membuat pria itu terkekeh dan segera menghujani istrinya dengan kecupan yang sangat banyak.


Pintu ruangan kembali terbuka, menampakkan Agus yang agak rikuh melihat kemesraan dua orang di atas ranjang. Selain itu, dia sudah mendengar perintah Excel agar tak membuarkan siapapun masuk ke ruangannya.


"Maaf ... tapi, aku tidak bisa membiarkan mereka kecewa," ujar Agus sambil memberi ruang pada dua orang di belakangnya agar bisa masuk dengan leluasa.


"Malam, Mama Muda ...," sapa wanita yang wajahnya sumringah bahagia, mengikis kelelahan yang dirasakan oleh tubuhnya. Di belakangnya, ada pria yang tersenyum lemah.


"Silakan masuk ... maaf, bayi kami masih menyusu." Excel melangkah ringan ke arah Sheila dan Ai, ia memberi isyarat kepada Sheila agar mendekati Naja, sementara dia mengajak Ai keluar ruangan.


"Terimakasih telah mengantarkan istriku kemari, tadi siang, Lendra ...," ujar Excel tulus. Setelah mangga, dan kini mengantar Naja, Excel rasa, dia tidak punya alasan untuk terus memusuhi Ai.


Ai tersenyum, lalu menundukkan wajahnya menatap lantai marmer mewah di depan ruang VVIP rumah sakit ini.


"Secara resmi aku serahkan Nanaku padamu, jaga dia baik-baik, seperti aku menjaga dia selama ini," ujar Ai sambil terkekeh. Meski masih perih, ia tak punya alasan lagi untuk bersikukuh pada perasaannya. Ia akan mencari bahagianya sendiri mulai saat ini. Jika Naja mampu menerima kenyataan bahwa mereka tiada berjodoh, ia pun demikian.


Excel mencipta senyum tipis, "Dia bukan barang yang diserahterimakan, tetapi kau benar, menjaganya adalah keutamaan. Semoga kau bahagia dengan Sheila, kurasa dia serasi denganmu."


"Ya, kami serasi karena sama-sama tidak punya pilihan." Ai meraih bahu Excel dan menepuknya. "Selamat atas kelahiran anak pertamamu ...," ujarnya.


Excel kembali tersenyum, rasanya lucu berdamai dengan masa lalu istrinya. Tetapi hidup itu maju, menyongsong masa depan. Bukan asyik menekuri kenangan. Beralih itu perlu, menjadi lebih baik itu utama.


(SEKIAN)


.


.

__ADS_1


.


Hai, hai ... ketemu lagi sama othor figuran kelas kakap, yang selalu jadi nomer sekian ... wkwkwkwk 🤣🤣🤣


Akhirnya, Excel dan Naja sampai dipenghujung cerita. Ah, rasanya lama sekali ya, Naja berakhir ... lima bulan lamanya dia mengudara. Tetapi, cerita ini melampaui target ya, baik pop, vote, like, dan fave. Jujur aku ngga terlalu banyak berharap pada novel ini, sebab diawal-awal aku mengalami banyak kendala. Block write udah pasti jadi teman sehari-hari ya, kesibukan di dunia nyata, juga pasti semua mengalami, tetapi kembali lagi, aku harus berulang kali menyesuaikan apa yang sekiranya menurut pembaca kurang pas, jadi meski ada satu dua bab yang ngga sesuai rencana awal, tapi bersyukur akhir dan konflik sesuai dengan apa yang aku inginkan. Maaf jika terlalu bertele-tele atau terlalu lama update-nya, beneran, kalau bukan karena hal mendesak atau sakit, aku pasti update.


Say thanks for All readers, first. Big hug n big love untuk kalian semua.❤


Terimakasih untuk ayahnya anak-anak yang menjadi konsultan pertamaku🤭 bukan pria yang tampan rupawan, bukan pria yang cinta sama aku🤣(serius, jika aku tanya, cinta ngga sama aku, dia bilang "ngga" sambil ngegas🤣🤣🤣) tapi dia selalu tahu, aku sedang tidak baik-baik saja.


Untuk moms Antie, entah bagaimana aku ucapkan dan membalas kebaikan moms kepadaku, atas semua dukungan dan kasih sayangnya sama aku selama ini. Love-love untuk moms Antie ... ❤❤❤


Sahabat olengku Authornya Mantan jadi besan, Ayu Widia ... ah, mungkin bukan sekebon lagi love ku sama kamu Kak Ay ...🤭 makasih sudah mau mendengar keluh kesahku, selalu mendukungku ... maaf, jika aku ngga maksimal dukung akak ...🙏


Mbak Any citra, thanks untuk votenya yang membuat Excel nangkring di 200 besar rank vote.


Kak Wsn ... makasih juga atas dukungannya🙏


Mbak Daniah, yang minta dimention ... hai mbak ... salam untuk tuan Saga ya🤭


Kak Ayu annabiel, mba Tiyah, Mba Mey, Kak Indah, Kak Cha florist(bela-belain mengunduh demi bisa baca Excel), Kak Dewi kartika, Bunda Lilih, Kak Dew juga, Kak Lilis Maysyaroh, Kak Luh ayu, kak lutfi ... thanks always.🙏


Yang ngga bisa kusebut satu-satu, makasih semuanya ... makasih sudah membersamaiku selama beberapa bulan ini, makasih banget, aku ngga bisa balas kebaikan kalian semua, yang selalu sabar, yang selalu dukung, yang selalu komen tanpa pamrih, cinta kalian untukku luar biasa.❤❤❤(Terharu sumpah😥)


MAAF ... maaf untuk tidak masuk akal nya cerita ini, hiks ... sungguh aku tuh merasa kurang layak untuk disebut Author, jauh sangat jauh dari kata baik. Tetapi kata teh Ernawaty Lilis, menulislah agar terbiasa dan jadi kebiasaan. Teruslah menulis, tanpa peduli apa hasilnya, biarkan karyamu berbicara.


Maaf untuk komen yang ngga kebalas🙏


Kepanjangan yak ocehan gaje ini ... padahal niatnya mau promo tulisanku selanjutnya ... mungkin masih ada yang berkenan baca🤭 tapi ngga jadi ah, udah kaya sepur aja tulisan gaje ku ini ...🤭🙈


Makasih all ... 🥺🥺🥺 ❤❤❤❤


Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya😍🙏


Follow @misshel_88


Add my Facebook Misshel


Follow akun Mangatoonku juga🤭


See ya👋👋👋👋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2