KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Calon Kakak Ipar


__ADS_3

6.00


Vivian, Rein, dan Alvian sedang sarapan bersama. Keadaan hening hingga Alvian bertanya, "Kak Rein mau ga jadi kakak ipar Alvian?"


"A.... Apa?!" Vivian dan Rein kaget.


"Alvian mau kak Rein jadi kakak ipar Alvian!!!" Serunya.


"Alvian! kamu itu anak kecil, lebih baik kamu fokus belajar!" Bentak Vivian.


"Kakak mending sama kak Rein daripada sama Alex, cowok brengs*k itu!!" Kata Alvian, tatapannya menandakan jika dia sedang mengibarkan bendera perang argumen.


"Alvian, kami baru kenal. Kamu ga bisa bersikap kayak gini sama kakak kamu. Itu keputusannya sendiri, kamu ga bisa maksain." Kata Rein.


"Tapi Alvian ga mau kalau kak Vian balik lagi sama si Alex!" Kata Alvian, nada bicaranya sedikit tinggi.


"Vian, kamu jangan maksa kakak, dong. Kakak tau Vian khawatir sama kakak, tapi kakak sama kak Rein baru saling kenal." Vivian memeluk adiknya itu.


(Vivian dan Alvian punya panggilan yang sama, supaya pas ibunya manggil cukup panggil satu dan mereka datang berdua)


"Alvian janji, akan lindungi kakak selamanya! Alvian ga akan biarin nenek lampir (Sherly) sama si culun (Alex) itu ganggu kakak lagi!" Alvian bicara dengan nada dan ekspresi serius, membuat Vivian yang melepas pelukannya tertawa kecil.


"Adik kakak ini memang yang paling hebat dan bisa diandalkan!" Vivian mencubit pipi Alvian gemas.

__ADS_1


"Dan Alvian pasti bisa bikin kak Vian dan kak Rein saling jatuh cinta!!" Alvian bicara dengan penuh semangat, Rein yang sedang minum sampai tersedak dan batuk-batuk.


"AL-VI-AN PU-TRA!!!!!!!" Vivian menarik telinga sang adik kesayangan.


"Keluarga ini kecil, tapi kehangatan yang ada luar biasa banyak. Kalian cuma tinggal berdua, tapi matahari pagi kalah hangat dari kalian." Rein tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Apanya yang berdua? Sekarang kak Rein juga anggota keluarga, kak Rein harus jadi kakak ipar Vian!" Alvian memeluk Rein.


"Aduh anak kecil ini, yah?! Pagi-pagi udah bikin orang pusing aja. Kakak ipaaaaar terus yang dibahas. Kayak kakaknya ini udah umur 50 tapi masih belum kawin!" Vivian memeluk mereka sekilas.


"Kalau ga bisa jadi kakak ipar, jadi kakak tertua Vian juga bisa. Lagipula kakak ini buta, ga bisa jagain kakak kamu." Kata Rein.


"Vian ga perduli! Walau kakak punya kekurangan, tapi kakak baik!" Kata Alvian.


"Vian baru semalam kenal kakak, gimana bisa yakin kalau kakak ini orang baik?" Tanya Rein.


"Kami baru kenal, kami perlu waktu untuk saling mengenal satu sama lain lebih dalam. Kakak kamu itu sempurna, ga kayak kakak. Kakak kamu pantas mendapat laki-laki lain yang jauh lebih sempurna daripada kakak." Jelas Rein.


"Vian tau, kalian masih orang asing sekarang. Tapi suatu hari nanti saat Vian harus jauh dari kakak, Vian mau kak Rein yang jaga kakak. Vian mau kak Rein jadi orang yang bisa bikin kakak tersenyum setiap saat, senyum asli." Kata Alvian.


"Maaf, Vian. Kakak ga sempurna. Walau suka sama Vivian, pasti akan jadi cinta bertepuk sebelah tangan. Dia pantas mendapatkan yang lebih sempurna." Batin Rein.


"Alvian janji, Alvian akan satuin kak Rein sama kak Vian!!" Alvian bertekad dalam hati.

__ADS_1


Mereka asik berbincang dimeja makan, sementara Vivian menyiapkan bekal untuk Alvian. Sesekali dia melirik kedua orang itu, sudah lama dia tak melihat Alvian se aktif itu ketika berbicara dengan orang lain.


"Padahal baru ketemu, tapi udah lengket aja. Yaahhh, mungkin ada lem diantara mereka." Vivian tersenyum.


6.15


"Dari tadi seru banget ngobrolnya? Padahal baru ketemu, tapi kayak udah di tempelin aja nih kalian." Vivian yang baru selesai membersihkan dapur ikut nimbrung.


"Iya, kan lemnya kak Vian." Jawab Alvian dengan senyum jahilnya.


"Dasar anak kecil. Yuk, berangkat, nanti telat." Kata Vivian.


Dari rumah mereka menuju ke sekolah Alvian sekitar 30 menit menggunakan motor, Alvian bergegas memasukkan bekalnya ke dalam tas.


"Kamu ditinggal dulu ya? 1 jam lagi aku balik." Kata Vivian.


"Sampai ketemu nanti malam calon kakak ipar!!!!" Teriak Alvian sambil berlari keluar.


"Tuhan, adik macam apa yang aku punya ini?" Vivian geleng-geleng.


"Maaf, ya. Dia memang suka nakal, tapi sifatnya terkadang lebih dewasa daripada aku." Vivian mengambil kunci motornya lalu pergi.


Rein hanya tertawa kecil mendengarnya, kehangatan pagi itu menambah ketenangannya, dia menemukan keluarga yang sesungguhnya di tempat asing.

__ADS_1


"Andai aku bisa melihat wajah malaikat penyelamat yang dikirim Tuhan untukku. Vivian pasti perempuan yang cantik, ga perduli gimana orang lain melihat dia." batin Rein.


Bersambung......


__ADS_2