KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Ketahuan Eaak


__ADS_3

Malam hari, kamar pribadi Zhang Bingjie


"Apa semua sudah dipersiapkan?" Tanya Jieru.


"Seharusnya sudah hampir bereaksi, kau bisa masuk kapan saja!" Jawab Gu Cheng.


"Ingatlah untuk berhati-hati, jika terjadi sesuatu padamu aku tak akan sungkan dalam menghukummu!" Ancam Weiheng yang dibalas senyuman oleh Jieru.


"Aku akan masuk sekarang, ingat dengan kodenya!" Jieru menyelinap masuk.


Tuk tuk tuk


Sebuah suara langkah kaki membuat Zhang Bingjie bereaksi mengangkat pedangnya.


"Siapa disana?! Cepat keluar!" Perintah Zhang Bingjie.


"Ini aku, apa tuan tetap akan membunuhku?" Tanya Jieru.


"Kau? Mengapa kau sudah datang di jam segini? Bukankah ini belum terlalu larut?" Zhang Bingjie mengerutkan dahi.


"Ei? Bukankah tuan sendiri yang mengirim pesan padaku untuk segera bertemu disini?" Lagi-lagi pertanyaan dibalas dengan pertanyaan.


"Pesan? Apa maksudmu?" Zhang Bingjie bingung.


Dug!!


"A... apa yang terjadi padaku?! Mengapa kepalaku terasa sakit?!" Batin Zhang Bingjie sambil memegangi kepalanya.


"Ada apa, tuan?! Apa kau merasa kepalamu sakit?!" Tanya Jieru berpura-pura khawatir.


"Panas.... mengapa tiba-tiba tubuhku terasa panas sekali?!" Batin Zhang Bingjie.


Suiiit!!!


Terdengar sebuah suara siulan panjang, itu adalah kode dari Weiheng dan teman-teman.


"Tuan, apa kau merasa tak enak badan?!" Tanya Jieru yang memulai rencana setelah mendengar kode.


"Panas... disini panas sekali..." Zhang Bingjie nampak lemas.


"Tapi.... disini cukup dingin, kenapa tuan merasa panas?" Tanya Jieru berpura-pura sambil memegang tangan Zhang Bingjie.


"Tubuhmu.... dingin... kau... bantulah aku..." Zhang Bingjie menarik tangan Jieru.


"A... apa maksudmu?!" Jieru berpura-pura panik.

__ADS_1


"Bantu aku mendinginkan tubuhku dengan tubuhmu, sekarang!" Zhang Bingjie menarik paksa tubuh Jieru dan melemparnya ke atas ranjang.


"Tu... tuan?! Apa yang kau lakukan?! Aku tak ingin melakukannya sebelum kita menikah!!" Jieru ketakutan dan mundur menjauhi Zhang Bingjie.


"Tapi aku ingin kau sekarang, apa kau tak ingin tau bagaimana rasa tubuhku?" Tanya Zhang Bingjie yang semakin mendekat dengan tatapan mesum.


"Tu... tuan, tolong hentikan!!" Teriak Jieru.


"Aku tak akan berhenti sebelum menikmatinya!!" Zhang Bingjie merobek baju Jieru.


"Kyaa!!! Apa yang kau lakukan?! Hentikan!! Tolong!!!" Teriak Jieru.


"Tak ada yang akan menolong dirimu!! Kau akan jadi santapan ku malam ini!!" Zhang Bingjie mulai melepas pakaiannya.


"Tidak!! Tolong!!! Tolong!! Siapapun!! Tolong aku!!!" Teriak Jieru semakin keras sambil menangis.


"Tak ada yang akan menolongmu!!!" Zhang Bingjie menarik baju Jieru hingga lebih terbuka dari sebelumnya, dua benda itu hampir terlihat.


Brak!!!!!


Pintu didobrak hingga hancur, nampak dua orang dengan status tak biasa muncul.


"Lancang!! Beraninya kau melakukan itu?!" Kaisar nampak marah besar.


"Apa yang terjadi disini?!" Tanya selir Yao dan Bao-yu yang baru saja muncul bersamaan.


"Lihat apa yang dilakukan oleh suamimu itu!!! Dia hampir saja melecehkan adikku!! Putri bungsu kaisar!!" Bentak putra mahkota pada Bao-yu.


"Apa?!" Bao-yu dan selir Yao langsung melihat kedalam, nampak seorang wanita sedang meringkuk sambil menangis di atas ranjang.


"Ketauan eaak!!!" Jieru tertawa dalam hati.


"Jieru, apa kau baik-baik saja?!" Tanya putra mahkota yang menghampiri Jieru, kekhawatirannya nyata.


"Aku takut.... kakak... "Jieru menangis sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Tenanglah, sudah tak apa-apa. Aku akan menghukum dia dengan berat!!" Putra mahkota menatap tajam kearah Zhang Bingjie sambil memeluk Jieru yang terbungkus sempurna.


"Kakak.... aku sangat takut... dia memanfaatkan aku yang sedang lupa ingatkan... huhuhu.... kakak..." Jieru menangis sejadi-jadinya.


"Yang mulia!! Hamba menemukan sesuatu!!" Seorang pengawal memberikan sebuah bungkusan berisi beberapa herbal.


"Apa?! Mengapa itu bisa ada disini?! Bukankah seharusnya itu ada di kediaman selir Jal*ng itu?!" Batin selir Yao.


"Panggil tabib kekaisaran dan periksa!! Sementara masukkan Zhang Bingjie kedalam penjara, besok pagi dia akan dijatuhi hukuman karena telah mencoba menyakiti putri kaisar!!" Titah kaisar.

__ADS_1


"Baik!!" Semua orang memberi hormat.


"Pelayan, bawa pakaian untuk putri secepatnya kemari!!" Perintah kaisar lagi.


"Baik!!" Jawab para pelayan wanita, beberapa diantara mereka langsung pergi mengambil pakaian.


"Putriku, kau bilang tadi dia memanfaatkan dirimu yang sedang lupa ingatkan, bukan? Lalu.... apa sekarang kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali?" Tanya kaisar.


"Kenapa? Tak ingin aku tau jika seluruh anggota keluarga kerajaan adalah penyebab kematian ibuku?" Tanya Jieru sinis.


"Nak, kumohon maafkan aku. Semua bukti mengarah pada selir Jiao saat, jika aku tak melakukan tindakan sama saja dengan aku melindungi penjahat karena statusnya." Kaisar menatap sendu.


"Jieru.... bisakah kau membawaku untuk pergi ke makamnya?" Tanya permaisuri dengan tatapan sedih.


"Menemuinya? Apa belum puas melihatnya menderita selama bertahun-tahun?! Apa belum puas melihatnya mati terbunuh?! Apa belum puas melihatnya dimakamkan di tempat terpencil, didesa yang sangat kecil itu?!" Teriak Jieru yang kembali terisak, kali ini tangisan nyata. Hatinya benar-benar hancur ketika mengingat bagaimana akhir hidup ibunya, bagaimana makam ibunya, tatapan terakhir dari mata ibunya, tubuh ibunya yang bersimbah darah. Gejolak amarah bergemuruh dalam hati Jieru, kemarahannya memuncak.


"Kita akan melanjutkan kejadian hari ini besok di sidang istana, semuanya kembali sekarang!" Perintah kaisar.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya putra mahkota ketika yang lainnya sudah pergi.


"Em... hug... hug... aku... baik.. hug.. baik saja... hug..." Jawab Jieru sambil sesenggukan.


"Tuan putri, baju Anda." Para pelayan datang membawa pakaian untuk Jieru.


"Aku bisa berganti sendiri, kalian keluarlah." Kata Jieru.


"Em... baiklah, tenangkan pikiranmu sekarang. Walau kau sedang berpura-pura, tapi kau tak berpura-pura saat mengingat selir Jiao. Weiheng dan yang lainnya masih bersamamu, kau tak menanggung beban sendiri." Bisik putra mahkota, dia pergi diikuti oleh para pelayan dibelakangnya.


"Apa kau baik-baik saja?!" Tanya Weiheng khawatir.


"Suamiku.... aku merindukan ibu..." Jieru memeluk Weiheng, lagi-lagi dia menangis.


"Tenang, semua kesedihan akan berlalu. Sekarang pakai bajumu sebelum aku kehilangan kendali." Weiheng menatap intens ke arah yang salah.


"Dasar mesum!!!" Jieru melepas pelukannya dan kembali membungkus diri.


"Hahah.... sudahlah, cepat pakaiannya." Weiheng tertawa geli.


keesokan harinya, sidang istana


"Zhang Bingjie melakukan tindakan tercela dengan mencoba mencelakai putri kaisar. Membunuh para selir dengan bukti sebuah bungkusan berisi herbal, setelah pemeriksaan dari tabib kekaisaran racun tersebut diketahui sebagai penyebab kematian beberapa selir. Mengingat kontribusi dari menteri Zhang Fei, Zhang Bingjie yang seharusnya dihukum mati akan diberi hukuman penjara seumur hidup." Kasim membacakan keputusan kaisar, yang lainnya mendengar tanpa bicara sedikitpun.


Setelah kasim membacakan keputusan, semua orang menerima keputusan itu termasuk menteri Zhang. Dia tak bisa melakukan apa-apa, tak ada cara yang bisa dia gunakan untuk membela putranya. Bahkan kaisar melihat sendiri jika Zhang Bingjie berusaha melecehkan Jieru, apalagi yang bisa dilakukan?


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2