KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Nasib Jieru dan Minghao


__ADS_3

Zaman kerajaan di dimensi lain


Minghao dengan santai memasuki sebuah kediaman yang agak sepi, tempat itu tak jauh dari dapur namun tak ada satu orang pun yang berada di halaman atau di sekitar kediaman itu. Minghao terus berjalan, dia berhenti di depan sebuah ruangan yang terkunci rapat dari luar. Minghao membuka pintu dengan pelan lalu memasuki ruangan itu, didalamnya terdapat seorang wanita yang terikat dikursi. Keadaan wanita itu kurang baik, dia terus meronta-ronta dan berteriak walau suaranya tak akan pernah didengar orang lain karena kain yang melingkar sempurna untuk menutup mulutnya.


"Selamat siang.... Hari ini hanya bisa makan segitu saja, jangan tambah lagi, oke?" Minghao duduk didepan wanita itu sambil memakan sebuah apel.


"Hm!! Mm!! Mm!!! (Lepaskan aku!! Akan aku hajar kau sampai tak bisa bangun karena telah memperlakukan aku seperti ini!!)" Wanita itu berusaha melepaskan diri.


"Ayolah.... tenang sedikit, saat jam makan siang nanti juga akan diberi makanan lagi." Kata Minghao santai sambil memakan apelnya.


"Mm!!! Hm!!! Mm!!!! (Kau anak kecil nakal!! Aku akan membalasmu setelah aku lepas!!! Anak tak berbakti!!!)" Wanita itu masih terus menggeliat.


"Mau ini?" Tanya Minghao sambil mengeluarkan sebuah apel yang terlihat sangat lezat, wanita itu langsung mengangguk kuat dan matanya berbinar-binar.


"Hanya satu buah! Tidak lebih!" Minghao mendekat dan melepas ikatan kain yang menutup mulut wanita didepannya.


"Kau anak tak berbakti!! Tak punya akhlak!!! Tak punya sopan santun!!! Anak durhaka!!! Beraninya kau mengikat aku sampai seperti ini?!?! Lepaskan aku sekarang juga!! Aku ini ibumu!!!" Teriak Jieru yang membuat gendang telinga Minghao hampir pecah karenanya.


"Ibu... ini semua juga untuk kebaikan ibu!" Minghao mengusap-usap telinganya.


"Aku hanya ingin makan!!! Hanya makan!! Mengapa kau mengikat ku seperti ini dan membatasi makanan ku setiap hari?! Kau anak durhaka!!!" Teriakan Jieru semakin kuat.


"Ibu tidak boleh makan seperti itu!!! Itu sangat buruk!!!" Minghao mulai kesal.


"Aku hanya makan!!! Aku tak bisa bertemu mereka selama berhari-hari, aku hanya menghilangkan kerinduan dan kesedihanku dengan...." Jieru berhenti bicara saat Minghao menyumbat mulutnya dengan apel. Jieru berhenti mengoceh dan memakan apel yang diberikan Minghao dengan tenang.


"Makan siang untuk Jieru!!" Ketus seseorang sambil memasuki ruangan.


"Aih.... akhirnya datang juga, kenapa begitu lama?" Tanya Minghao.


"Aku lelah dengan ibumu ini!!! Selama Weiheng dan Zhishu pergi dia tak berhenti makan, dia akan menjadi seekor b4b1 jika seperti ini terus!!" Jawab Li Wei sambil menatap kesal ke arah Jieru.


"Saat aku sedih aku akan merasa lapar, apa salahnya jika aku makan?" Tanya Jieru dengan nada memelas.

__ADS_1


"Tapi setidaknya kendalikan porsi makanmu!!! Kau bahkan makan lebih banyak dan lebih berantakan dari b4b1!!!" Li Wei terlihat sangat sangat ingin memukul Jieru sampai mati.


"Cepat lepaskan aku!! Aku janji tak akan mengulangi perbuatan itu lagi...." Jieru agak sedikit memelas.


"Janji? Bagaimana jika bersumpah?" Li Wei meletakkan makanan di atas meja.


"Yayaya aku tak akan melakukan itu lagi!! Sekarang lepaskan aku!! Aku lapar!!!" Teriak Jieru.


"Aku tak yakin jika kami melepaskanmu maka kau tak akan berusaha kabur ke dapur dan menghabiskan semua makanan yang ada!" Li Wei tak percaya.


"Huhuhu.... Lihatlah perbuatan mereka padaku, mereka bahkan tak melepaskan tali yang mengikat ku! Kenapa kalian berubah menjadi kejam? Huhuhu...." Jieru malah menangis seperti anak kecil. Minghao benar-benar kewalahan untuk merawat ibunya yang dilanda kegalauan luar biasa itu.


"Baiklah, akan aku lepaskan. Tapi jangan coba-coba kabur!" Ancam Minghao yang meletakkan sebilah pisau disamping lehernya.


"Yayaya aku tak akan mencoba kabur!!! Anakku lebih penting dari makanan!!" Kata Jieru.


"Ku pikir otaknya memang sudah gila sampai-sampai hanya bisa memikirkan makanan?" Gerutu Li Wei sambil melepaskan ikatan Jieru.


"Ibu, apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Minghao.


"Hm... aku sudah memutuskan untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan, aku akan melanjutkan misi awal. Aku rasa yang aku lakukan sebelumnya sudah sedikit berefek, hanya perlu beberapa kali lagi dan rencana berhasil." Jawab Jieru sambil mengelap tangan dan mulutnya setelah selesai makan.


"Ibu sudah melakukan sesuatu sebelumnya? Apa itu? Mengapa aku tak tau soal itu?" Tanya Minghao.


"Kau akan tau nanti. Malam ini aku akan mengunjungi Zhang Bingjie, minggu depan seharusnya kita mendapatkan sebuah kabar baik." Jawab Jieru.


"Hm? Kau memiliki rencana yang tak kau beritahu pada kami?" Tanya Li Wei sambil berkacak pinggang.


"Begitulah, tapi sebentar lagi seharusnya kalian akan mengetahuinya." Jieru menepuk pundak Li Wei yang duduk di sebelahnya.


"Cih! Begitu rahasia!" Ketus Li Wei.


"Oh ya, kaisar mengatakan bahwa paman putra mahkota akan menikah dengan putri kasimnya! Walaupun terdengar sedikit janggal, putra mahkota mengatakan jika dia menyukai wanita itu. Aku sudah melihatnya, dia sangat cantik! paman putra mahkota pasti jatuh cinta pada pandangan pertama!" Kata Minghao.

__ADS_1


"Setelah ini kita diberikan jabatan khusus. Kita para orang tua akan menjadi agen khusus untuk mencari bukti keserakahan para petinggi, juga di perintahkan untuk menangani beberapa bandit yang meresahkan rakyat. Han, Lian Xia, Minghao, dan Zhishu akan menjaga keturunan dari putra mahkota nantinya, dengan ini maka selir Yao tak akan bisa mencelakai mereka lagi." Tambah Li Wei.


"Agen khusus? Hm... menarik! Aku bisa meluapkan emosiku dengan memukuli tikus-tikus penyebab kesengsaraan rakyat!" Jieru memainkan jari-jarinya seolah-olah sudah tak sabar untuk mematahkan tulang dan menghancurkan kecurangan pejabat yang korupsi dan bandit-bandit.


Seminggu kemudian


"Apa kau sudah dengar?"


"Apa?"


"Katanya tuan Zhang Bingjie mulai gila!!"


"Hah?! Gila?!"


"Ya! Dia tak sanggup menerima kenyataan bahwa dia dikurung selamanya dipenjara bawah tanah, jadi dia merasa depresi dan mulai gila!!"


"Aku dengar dia selalu berteriak tak jelas sepanjang hari!! Dia bahkan menggigit tangan seorang penjaga saat akan memberinya makan! Tangan penjaga itu sampai terluka parah dan satu jarinya putus!!"


"Astaga... bagaimana bisa tuan Zhang berubah seperti itu?"


"Aish... dia tak bisa menanggung akibat dari perbuatannya, sekarang dia jadi tidak waras!!"


Seperti perkiraan Jieru, seminggu kemudian kabar jika Zhang Bingjie menjadi gila sudah tersebar di seluruh istana. Setelah ini berita pasti akan menyebar ke seluruh ibu kota, dengan ini satu tikus telah berhasil diatasi.


"Apa tugas hari ini?" Tanya Jieru. Penampilan Jieru saat ini jauh lebih rapi dan bersih dari seminggu lalu, namun sekarang dia menjadi sangat jarang tersenyum dan meladeni Li Wei yang selalu sengaja mencari perkara dengannya.


Jieru, Li Wei, dan Gu Cheng mendapat tugas khusus dari kaisar yaitu mencari tahu semua informasi yang berkaitan dengan seorang mentri, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan bukti korupsi. Mereka lebih suka menghajar sekelompok pembunuh daripada menangani seorang pejabat koruptor, setidaknya mereka bisa melakukan sedikit 'pemanasan' tubuh.


Tahun berganti tahun, tak terasa 14 tahun telah berlalu. Putra mahkota bisa menyaksikan bagaimana anak-anaknya tumbuh berkat perlindungan dari Minghao dan Gu An yang selalu berada disamping mereka, juga Lian Xia dan Han yang melindungi dalam gelap. Lian Xia dan Han memiliki tiga orang anak, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.


Selama 14 tahun terakhir Jieru hanya bertemu 8 kali dengan suami dan putrinya, dia ingin protes karena ibunya tak menepati janji. Jieru sekarang menjadi sebalok es di Kutub, tak pernah ada lagi yang bisa melihat senyuman atau ekspresinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2