
Semua persiapan selesai, para pegawai lain yang datang tak lama setelah Frengky pergi membatu dengan penuh canda dan tawa.
"Akhirnya ada hiburan disini, ga akan bosan lagi deh!!" Seru Fransiska yang disambut tepuk tangan dan seruan persetujuan dari teman-temannya.
"Udah telat nih!!!" Kata Firman yang baru saja melihat jam di dinding menunjukkan pukul 10.15 membuat Vivian bergegas membalik tanda di depan pintu masuk restoran.
Tak lama setelah itu sepasang suami-istri datang didampingi anak mereka, "Pesan yang kayak biasa, ya."
"Biar aku yang siapkan. Rein kamu duduk di posisi kamu." Vivian langsung ke dapur.
12.30
"Tuh, apa aku bilang? Restoran ini tetap ramai, kan?" Kata Frengky bangga, mereka sedang istirahat.
"Iya iya..... Frengky emang yang paling hebat deh." Sahut Clara.
"Yang waras ngalah." Sambung Adiftiya.
"Heh! Diam lu benc*ng!!" Ketus Frengky.
Nama panggilan Adiftiya adalah Tiya, nama yang sering digunakan untuk anak perempuan. Karena itulah Frengky suka mengejeknya.
Mereka selalu bercanda sepanjang waktu istirahat. Pegawai lama atau yang baru masuk sejak Vivian mengambil alih tertawa bersama, usia yang terpaut jauh tak menghalangi mereka untuk menebar tawa, tak ada gengsi bagi yang muda untuk bercanda dengan yang lebih tua atau sebaliknya.
Semua tercampur aduk, kisah masa muda para senior mengundang tawa para junior. Rein yang merupakan orang baru tak merasa terasingkan.
__ADS_1
"Rein, untuk sementara kamu tinggal di rumah aku aja." Kata Vivian.
"Apa boleh?" Tanya Rein.
"Kalau sama Frengky yang ada malah ganggu pasutri baru." Goda Clara. Frengky memang baru saja menikah.
"Kalau sama para senior ga mungkin, istrinya pada galak." Kata Frengky.
"Apalagi sama Clara? Emaknya superduper galak! Singa sama harimau aja kalah garang." Adiftiya merinding mengingat dia pernah dilempar sendal karena ketahuan memegang tangan Clara.
"Kalau sama Adiftiya yang ada malah ga diurusin, keasikan main game." Kata pak Gun, begitu panggilannya.
"Kalau sama Fransiska...... Bapaknya lagi maksa-maksa buat cepetan nikah, ih ga usah deh." Kata Clara.
"Waktu istirahat selesai semuanya, saatnya kembali bertarung!!!" Seru Vivian.
Restoran kembali buka, semua orang kembali ke posisi. Vivian mengiring Rein menuju tempatnya.
"Aku bawa barang-barang Rein dulu, kalian jangan sampai lupa sama pelanggan gara-gara keseringan bercanda!" Tegas Vivian.
"Siap, bos!!!!" Semua hormat. Rein tertawa, sudah lama dia tak merasakan kehangatan itu.
Di restoran ini tak ada yang namanya teman, mereka adalah satu keluarga. Inilah keluarga yang Rein inginkan. Tak perduli dengan kekurangan yang dia miliki, mereka tetap sangat hangat.
Kemewahan memang bukan segalanya, kehangatan ini yang sangat diinginkan oleh Rein. Sekarang dia tak memiliki keluarga kaya, tapi keluarga sederhana yang hangat.
__ADS_1
"Rein, kita disini satu keluarga. Kami ga perduli dengan kekurangan kamu, kita disini untuk membangun kebersamaan dan kehangatan." Vivian memeluk Rein sebelum pergi.
"Anak muda zaman sekarang." Pak Sam dan para senior lain geleng-geleng.
"Eh, anggota baru. Jangan sampai bos lupain kita gara-gara kamu, ya! Ingat kamu ini yang paling junior, juga yang paling ganteng~~" Kata Clara sambil mencubit pipi Rein.
Lagi-lagi tawa pecah, sementara pelanggan tak ada mereka lanjut bercanda. Tak lama banyak pelanggan datang, mereka kembali sibuk.
Hadirnya Rein membawa keberuntungan bagi mereka, para pelanggan terutama kaum hawa semakin ramai. Mereka datang karena penasaran dengan keaslian video yang mereka tonton, sebelumnya beberapa orang merekam Rein dan Frengky lalu menyebarkannya di media sosial. Baru beberapa jam sudah tersebar luas, dunia maya sungguh menyeramkan.
..........
21.30
Jam pulang kerja
"Selain bos, penyanyi kita sekarang udah jadi artis dadakan! Bos Vivian dulu kan artis, restoran tambah ramai setelah dibuka lagi karena yang ambil alih dia. Sekarang kita punya penyanyi ganteng, restoran kita pasti tambah ramai!!!!" Seru Fransiska.
"Iya, Rein udah jadi rebutan para cewek-cewek. Pangeran ganteng, pangeran ku, Romeo ku, trus banyak banget panggilannya sekarang." Tambah Clara cekikikan.
Tawa kembali pecah, bahkan sebelum berpisah mereka tetap bercanda. Restoran tutup pukul 9 malam, namun biasanya mereka akan pulang 45 menit kemudian setelah bersih-bersih sambil bercanda.
Rein pulang bersama Vivian. Angin malam yang terasa sangat dingin menusuk tubuh mereka saat di atas motor.
Bersambung.....
__ADS_1