KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Hasil Kerja


__ADS_3

Michael terus memantau perkembangan berita tentang orang misterius yang membantu polisi, dia sangat penasaran karena ciri khas orang itu saat sedang menyerang sangat mirip dengan Gu An. Hingga pada suatu akhir pekan, Michael mengikuti Devina yang hendak pergi ke suatu tempat secara diam-diam.


"Sebenarnya siapa orang ini? Bagaimana mungkin seseorang yang selalu ada disampingku bisa menangkap penjahat tanpa aku ketahui?" Michael berpikir keras sambil berbaring di atas pohon.


Tak lama dia mendengar sebuah suara, seperti seseorang sedang bersembunyi di semak-semak. Michael memandangi arah suara itu, ternyata Devina sedang bersembunyi di sana dan ingin menyelinap lewat gerbang belakang.


"Mau kemana dia sampai harus berhati-hati?" Tanya Michael pada diri sendiri.


Michael terus mengikuti Devina, dia berjalan menyusuri gang sempit hingga keluar dan sampai di jalan raya. Devina menghampiri ojek pengkolan dan pergi, Michael juga ikut mengikuti dari belakang. Saat tukang ojek berhenti Michael merasa bingung, pasalnya tempat itu adalah sebuah tempat pemakaman. Setelah membayar tanpa mengambil kembalian Michael masuk dan mencari Devina, dia melihat seorang wanita yang berdiri di depan dua makam.


"Untuk apa dia kesini? Makam siapa ini?" Batin Michael penasaran, dia berjalan mendekat agar bisa mendengar lebih jelas.


"Kakek, Nenek, Devina datang menjenguk kalian. Maaf, akhir-akhir ini karena sibuk jadi ga ada waktu untuk datang." Ucap Devina meletakkan dua buket bunga yang dia beli di jalan sebelumnya.


"Kakek? Nenek? Tapi ini bukan makam mereka!" Sedikit kecurigaan telah muncul pada diri Michael.


"Berkat kalian aku bisa bersama dengan orang yang aku cintai, juga mengalahkan saingan terberat ku dengan sangat mudah. Sekarang aku hanya perlu mengganggunya perlahan-lahan, lalu menghancurkan dia dengan sempurna. Kalau saat itu kalian ga ada, mungkin aku sudah terkubur dalam tanah sejak awal." Ucap Devina.


"Jadi selama ini dia yang palsu?! Betapa bodohnya aku sampai bisa ditipu, aku bahkan nyakitin hati Gu An yang asli! Sekarang ini dia pasti marah!" Ucap Michael menyesali perbuatannya.


Di lokasi yang sama namun sudut yang berbeda, dua orang sedang merekam apa yang dilakukan oleh Devina palsu. Meski sedikit melelahkan untuk memantau sambil bergelantungan terbalik di atas pohon, hanya cara itulah yang bisa Valencia dan Gu An lakukan agar bisa mendapatkan kepuasan aneh yang mereka inginkan. Saking niatnya untuk membongkar kedok Devina palsu Valencia bahkan mengenakan kostum yang membuatnya terlihat seperti untaian sulur liar yang bergelantungan di pohon.


"Pastikan suaranya terdengar jelas!" Ucap Gu An.


"Iya, MANTAN kakak ipar!" Ucap Valencia menekankan kalimatnya.


"Jaga mulutmu! Aku masih kakak ipar mu!" Ucap Gu An.


Semua yang dikatakan oleh Devina palsu berhasil direkam, mereka langsung pergi setelah melihat Devina menaiki taksi online. Michael juga pulang, namun di jalan dia membeli kue untuk berjaga-jaga. Valencia dan Gu An tak menyadari kehadiran Michael.


Kediaman Chandra


"Dari mana?" Tanya Devina saat melihat Michael.


"Beli kue, liat yang di sekitar sini kurang menarik aku beli di tempat yang agak jauh." Jawab Michael.


"Tumben mau beli kue, buat siapa?" Tanya Devina lagi.


"Buat Valencia, mau ngerjain dia hari ini." Jawab Michael dengan profesional.


"Kalian ini emang kakak-adik yang selalu saling ngerjain!" Devina geleng-geleng.


"Hehe.... aku ke atas dulu, mau nyiapin semua." Michael pergi ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan mengatakan pada Devina bahwa Michael memanggilnya ke kamar, Devina yang memang ingin selalu bersama Michael langsung pergi. Sesampainya di sana, Devina justru di buat bingung karena Michael tak ada dan beberapa jendela ditutup dengan tirai hingga kamar sedikit gelap. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, Devina hendak menyerang namun berhenti ketika mendengar suara orang itu.


"Kenapa? Apa karena udah lama ga begini jadi ga terbiasa?" Tanya Michael.


"Ke... kenapa gelap?" Tanya Devina.

__ADS_1


"Menurut kamu?" Tanya Michael meniup telinga Devina.


"Apa kayak gini ga pengap?" Devina merasa geli.


"Buka bajumu!" Ucap Michael.


"Apa?!" Pekik Devina.


"Kenapa? Ini bukan pertama kalinya, ga perlu sekaget itu juga." Ucap Michael.


"Ta.... tapi sekarang masih siang." Ucap Devina.


"Gu An~" Ucap Michael manja.


"Apa mereka udah sampai ke tahap ini?! Aku ga pernah ngelakuin itu, gimana kalau ketahuan?" Devina kesal sekaligus panik.


"Gu An~~~~" Ucap Michael lagi.


"Bisa bantu aku membukanya?" Tanya Devina membelai lembut wajah Michael.


"Dengan senang hati...." Ucap Michael.


"Karena udah sampai disini, jangan salahkan aku mengambil kesempatan!" Batin Devina licik.


Michael mulai membuka dress yang dipakai Devina, namun dia berhenti ketika sampai di tengah. Dipunggung itu tak ada bekas luka sayatan, Michael dengan cepat menutup kembali.


"Kenapa?" Tanya Devina.


Tok tok


Seseorang mengetuk pintu, Michael dengan cepat membuka semua tirai sementara Devina membuka pintu.


"Ada apa?" Tanya Devina pada pelayan.


"Nona Valencia meminta semua orang untuk berkumpul." Jawab pelayan.


"Memangnya ada apa?" Tanya Michael.


"Tidak tau, Tuan." Jawab pelayan.


Mereka turun untuk menemui Valencia, anak itu datang bersama dengan Gu An yang mengenakan topi tirai. Semua orang sudah berkumpul.


"Semuanya, hari ini aku akan membongkar sesuatu! Hal ini berkaitan dengan saudara ku yang sudah menemani aku dan kakakku sejak kecil!" Ucap Valencia.


"Membongkar apa?" Tanya Alvian.


"Kalian bisa lihat sendiri!" Valencia menayangkan video dengan proyektor sementara Gu An membuka topinya.


"Kenapa bisa ada dua Devina?!" Cassandra bingung melihat Gu An dan video saat Devina beberapa kali membayar orang untuk mengganggu Gu An, video saat di pemakaman juga ada.

__ADS_1


"Itu karena penipu yang datang entah dari mana ini!" Valencia menunjuk Devina.


"Valen, kamu pasti udah ditipu sama plagiat ini! Aku Gu An yang asli!" Ucap Devina membela diri.


"Bukti ada di depan mata, mau ngelak apa lagi?!" Ucap Gu An.


"Michael, kamu harus percaya sama aku! Aku Gu An yang asli!" Devina mengguncang lengan Michael.


"Untuk video yang lain aku baru tau sekarang. Tapi untuk video di pemakaman, aku sendiri juga ada di sana." Ucap Michael melepas tangan Devina.


"Karena kakak juga ada di sana, ga ada yang perlu aku jelaskan lagi." Ucap Valencia santai.


"Punggungmu tak ada bekas sayatan, sementara Gu An punya karena pernah diserang pembunuh!" Bentak Michael.


Plak!


"Sekarang jawab aku, siapa kau sebenarnya? Apa mau mu? Kenapa kau bisa tau banyak tentang kami?" Gu An mulai menginterogasi setelah mencambuk Devina.


"Bukan urusanmu!" Devina menolak bekerjasama.


"Kau tau banyak tentang kami, seharusnya juga tau bagaimana aku menginterogasi! Mereka yang berhasil keluar hidup-hidup adalah orang yang sudah gangguan jiwa! Golongan lain yang keluar dari ruangan adalah seonggok mayat!" Gu An memainkan cambukan kesayangannya.


Seluruh tubuh Devina bergetar mengingat betapa kejamnya Gu An, dia sungguh tak ingin mati ataupun gila. Jika mengaku maka semua rencana akan hancur, jika tak mengaku akan menjadi gila atau mati. Devina sungguh tak ingin melakukan kedua hal itu, namun jika tak memilih dia tak akan dilepaskan dan akan mati.


"Bai.... Bai Su." Ucap Devina pasrah.


"Bai Su?! Anak pelukis istana?" Michael terkejut.


"Ya, aku Bai Su. Hari itu aku juga ada di dekat sungai, saat bibi terjatuh aku juga ikut terjun karena panik. Saat bangun aku ada di jalan, di sana aku melihat wajah Gu An dengan nama Devina dan Minghao dengan nama Michael. Aku hampir mati di sana, untung saja ada sepasang suami-istri tua yang menolongku. Mereka bilang tak memiliki keturunan, jadi memperlakukan aku sebagai cucu sendiri. Aku bilang jika namaku adalah Devina dan ini bukan wajahku, dengan bantuan medis dan lukisan Gu An yang aku buat aku bisa menjadi seperti ini. Awalnya aku menganggap ucapan mereka itu bohong, tapi ternyata di dunia ini wajah benar-benar bisa berubah. Beberapa bulan lalu kakek-nenek meninggal, setelah itu aku mulai mengikuti kalian dan menggali informasi dengan susah payah. Saat Gu An mengurus Yoyo dan meletakkan barangnya di atas meja aku langsung mengambilnya dan menjadi Devina." Bai Su menjelaskan secara singkat.


Swush....


Asap putih tiba-tiba menyebar, semua orang langsung pingsan. Bai Su, Valencia, Gu An, dan Michael terbangyn di tempat yang sangat gelap.


"Halo, kita bertemu lagi." Ucap sebuah suara.


"Nenek? Nenek di mana?" Tanya Valencia.


"Nenek ada disini, cucuku." Jawab ibu Vivian.


"Nenek, sebenarnya ada apa ini? Kenapa dulu aku dan Bai Su bisa ikut berpindah dimensi?" Tanya Gu An.


"Itu karena sebuah kesalahan sistem, yang mengoperasikan sedang mengantuk jadi salah pengaturan." Jawab ibu Vivian.


"Apa? Kesalahan sistem? Yang mengoperasikan ngantuk? Salah pengaturan?" Michael garuk-garuk kepala.


"Aish.... Waktu ku tak banyak, sekarang siapa di antara kalian yang mau kembali ke dimensi lain?" Tanya ibu Vivian, sebuah portal muncul di sebelahnya.


"Kenapa harus tanya?" Gu An mendorong Bai Su dengan sangat kuat sampai masuk ke dalam portal.

__ADS_1


"Tugas selesai, waktunya nonton!" Ibu Vivian menghilang.


Tak lama efek dari asap itu menghilang, semua orang tersadar. Mereka heran karena Bai Su tiba-tiba menghilang, namun Michael menjelaskan jika dia sudah kembali dan tak akan punya waktu untuk melakukan apapun lagi. Masalah Bai Su sudah selesai.


__ADS_2