
Sudah dua hari ini Michael dan Valencia terkurung di dalam kediaman, mereka bahkan dilarang untuk sekedar berjalan-jalan ke taman karena takut mereka kabur dan kembali ke tempat kerja. Devina selalu mengawasi mereka, bahkan Renata juga memantau kamera pengawas dan duduk di ruangan pengawas terus.
"Kak, apa istirahat semelelahkan ini? Aku lebih suka latihan pedang dan ngebunuh penjahat." Ucap Valencia dengan nada lemah.
"Aish.... ga kerja emang bikin capek." Ucap Michael.
"Gimana kalau kita kabur?" Usul Valencia, ini sudah kesekian kalinya selama dua hari ini.
"Nyeh.... udah ke berapa kali nanyain? Dimana-mana dipasang CCTV sama si Renata, gimana kita bisa kabur? Belum lagi nih nenek lampir ngawasin mulu!" Ketus Michael melirik sinis ke arah Devina yang terus berdiri tak lebih dari 10 meter untuk mengawasi mereka.
"Hm..... ah! Aku tau!" Seru Valencia tiba-tiba sampai membuat Michael terlonjak.
"Apaan sih?!" Kesal Michael.
"Gu An! Kak Michael ngatain nenek lampir!!" Teriak Valencia.
"Hoi! Ga! Ga ada! Dia bo'ong!!" Elak Michael.
"Ming.... hao!!!!!!" Devina mendadak muncul dihadapkan Michael dengan tongkat baseball di tangannya.
"Ah... hoam.... aku ngantuk, aku ke kamar dulu, dadah!" Valencia kabur dengan cepat.
"Em... a... itu... aku... juga mau tidur! Dokter bilang harus banyak istirahat! Pergi dulu!" Michael juga ingin kabur, saking terburu-burunya dia sampai tersandung kakinya sendiri.
Byurrr....
"Hahahah!!!!!!!! Rasain tuh kualat ngatain cewek cantik!! Hahaha!!!" Valencia yang melihat Michael nyebur ke kolam tertawa terbahak-bahak.
"Masih mau ngatain orang????" Tanya Devina dengan nada penuh tekanan dan tatapan mata yang menyeramkan.
"Kalo ga cepat nolongin aku cari calon istri lain nih!" Ancam Michael.
__ADS_1
"Oh? Emangnya berani?" Tantang Devina tanpa merubah nada dan mimik wajahnya.
"Cari aja! Biar aku bikin patah tulang semuanya!" Ucap Valencia yang entah sejak kapan berada disamping Devina.
"Ini kalian jadi perempuan kenapa galak banget sih?! Mana ada cowok yang mau sama cewek galak?!" Protes Michael sambil keluar kolam.
Valencia dan Devina saling memandang, setelah tersenyum licik bersama mereka langsung menendang Michael sampai jatuh ke kolam lagi. Michael hanya bisa menatap kesal dan tak bisa berkata-kata, percuma saja adu mulut dengan perempuan karena mereka akan membalas satu kata dengan sepuluh ribu kata.
Setelah kejadian itu Valencia terus memikirkan cara untuk bisa kabur dari kediaman, sampai akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan keahlian rahasianya yang selalu dia gunakan saat kecil. Dia mencari pakaian serba hitam miliknya lengkap dengan penutup wajah, malam ini dia akan kembali menjadi pencuri dan menyelinap keluar kediaman.
01.00 pagi
"Kayaknya mereka udah pada tidur, saatnya beraksi!" Gumam Valencia setelah melirik keluar kamar.
Valencia membuka jendela kamarnya yang berada di lantai 4, dia merayap seperti cicak memanjat ke atas atap. Perlahan namun pasti Valencia sampai di atap, dia bisa melihat pemandangan malam yang sangat indah dari atas sana.
"Hm... meski pemandangan hutan dan bintang ini lumayan cantik, tapi aku harus kabur secepat mungkin sebelum ketahuan!" Bak adegan di film aksi Valencia berlari di atas atap pada malam hari.
"Hahaha! Ternyata emang sehati! Seru juga ternyata" Ucap Michael tertawa.
"Sstt!! Mending kita kabur sekarang sebelum Gu An tau!" Ucap Valencia.
"En! Kita pergi!" Ucap Michael.
Keduanya kabur dengan aman melewati atap dan melompati tembok tinggi, keahlian yang sudah bersembunyi selama beberapa tahun kembali di saat mereka dipaksa untuk beristirahat. Bagi mereka istirahat terlalu lama sangat melelehkan, sedikit aksi untuk mengenang masa kecil setidaknya bisa menghilangkan rasa lelah itu.
Pagi hari
"Darurat!! Darurat! Darurat! Dua pasien kabur!!" Teriak Renata setelah mengecek kamar Valencia dan Michael.
"Apa?! Cepat periksa CCTV!" Perintah Devina.
__ADS_1
Setelah mengecek kamera pengawas mereka hanya bisa geleng-geleng, duo kembar itu merayap ke atas atap dengan sangat mudah. Renata yang tak pernah melihat mereka melakukan hal itu hanya bisa melongo, Devina memijit-mijit pelipisnya melihat tingkah duo kembar itu.
"Apa pas kecil mereka latihan militer? Kok bisa kayak cicak gitu?" Tanya Renata.
"Kediaman ini bahkan jauh lebih rendah dari tebing itu, ini sama aja dengan melangkahi satu anak tangga." Ucap Valencia.
Sebuah gang kecil
"Kenapa ga dilepas tuh penutup wajah?" Tanya Valencia.
"Aku ini artis terkenal, kalau dibuka bisa gagal 'kabur dari liburan' kita." Jawab Michael.
"Ups.... oke oke, jangan sampai rencana yang udah di lakukan dengan sempurna hancur gitu aja karna penggemar fanatik!" Ucap Valencia yang asik makan es krim.
"Emang istirahat kelamaan itu bikin capek! Seru juga bisa kabur dengan cara maling keren, hahaha!" Tawa Michael.
"Eh, gimana kalo kita pergi ke taman hiburan?" Usul Valencia.
"Hm? Sarapan dulu baru lanjut jalan." Ucap Michael menunjuk sebuah warung makan pinggir jalan yang sudah buka.
"Wah! Ayuk! Udah lapar!" Seru Valencia bersemangat.
Mereka makan cukup banyak di warung itu, wajar saja karena mereka sudah berjalan cukup jauh dari subuh buta. Setelah itu mereka lanjut berjalan kaki mencari ojek pangkalan dan pergi ke taman hiburan. Mereka bersenang-senang sepanjang hari, mereka menyusuri seluruh taman lalu lanjut pesta makan-makan dengan pindah dari warung makan satu ke warung makan lain.
Malam hari
"Renata, itu... mereka 'kan?" Tanya Devina menunjuk dua orang yang sedang asik makan-makan.
"Semua bersiap, target ditemukan." Renata menyebar laporan pada semua bawahan melalui walkie talkie.
Tak berselang lama sepuluh pria berbadan kekar datang dan membuat semua orang terkejut, Michael dan Valencia yang menyadari itu langsung menaruh beberapa lembar uang. Mereka kabur membawa beberapa potong ayam bakar untuk dimakan sambil berlari. Meski sudah berlari cukup jauh mereka tetap saja tertangkap dan berhasil dilumpuhkan. Liburan sesungguhnya sudah berakhir, Michael dan Valencia hanya bisa pasrah diseret seperti karung oleh Devina dan Renata.
__ADS_1