KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Pingsan


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa duo kembar langsung menjalankan kegiatan sehari-hari mereka setelah selesai sarapan, Michael pergi ke lokasi syuting bersama Devina sementara Valencia pergi ke restoran untuk memeriksa bahan. Tentu saja kesibukan dan jadwal padat tak pernah berpisah dari mereka, semua kesibukan itu setia mendampingi dimana pun dan kapan pun.


Sore hari di restoran


"Eh? Bos kok melayani pengunjung?" Tanya Fransiska saat melihat Valencia menghidangkan makanan.


"Hari ini lumayan ramai, jadi aku ikut bantu-bantu juga, Tan." Jawab Valencia.


"Emangnya bos ga capek?" Tanya Fransiska lagi.


"Ga papa, lagian ga terlalu berat. Aku ke dapur dulu, masih ada pesanan yang perlu dimasak." Jawab Valencia lalu pamit ke dapur.


"Aih.... anak sama ibu sama-sama pekerja keras dan ga gampang ngeluh." Ucap Fransiska dalam hati sambil tersenyum.


Hari ini restoran penuh dari pagi, saat mendengar laporan itu Valencia langsung meluncur setelah kegiatan di kampus selesai. Meski dia merasa sedikit lelah namun dia tetap memaksakan diri untuk bekerja, setidaknya dengan adanya dia karyawan restoran tak terlalu kerepotan melayani pengunjung.


Keadaan cukup terkendali sampai seorang wanita memancing kerusuhan dengan sengaja, dia melempar sebuah telur dan tepat mengenai kepala Valencia.


"Dasar keponakan ga tau diri!!!" Wanita itu kembali melempar telur dan mengenai bahu Valencia.


"Lu yang ga tau diri! Tiap hari datang bikin rusuh!" Bentak Clara.


"Apa?! Perempuan ini yang ga tau diri sama kayak ibunya si jal*ng itu! Udah aku urus malah nendang aku gitu aja!" Teriak Sherly.


"Siapa yang nipu ibu duluan? Siapa yang jal*ng perebut pacar orang? Siapa yang ngambil semua harta ibu secara diam-diam? Siapa yang udah bikin ibu dan ayah dibunuh sama orang gila itu tepat setelah pernikahan mereka?! Aku tanya Siapa?! Siapa?!" Tanya Valencia dengan penuh emosi.


"Bu, mohon untuk keluar sekarang juga, jangan mengganggu ketenangan kami disini!" Ucap seorang pengunjung.


"Iya, tiap hari bikin ribut disini, dasar pengangguran!" Tambah pengunjung lainnya.

__ADS_1


"Sana cepat pergi! Bikin risih aja!" Usir pengunjung lainnya.


"Kalian itu ga tau gimana sifat mereka! Aku udah urus si Vivian itu bertahun-tahun dan aku yang bikin dia jadi artis terkenal, tapi ujungnya dia malah nendang aku gitu aja! Selama hidup dia ga pernah bantu aku sampai aku terlilit hutang! Bahkan matipun dia ga ada nitip uang!" Teriak Sherly.


Karena Sherly selalu membuat rusuh setiap hari, para pengunjung sudah tau apa yang harus mereka lakukan. Sherly di seret keluar oleh beberapa pengunjung seperti biasanya, mereka dengan senang hati melempar wanita gila itu keluar sebelum karyawan restoran yang bertindak.


"Bos kenapa?" Tanya Clara saat melihat Valencia memijit-mijit kepalanya.


"Ga papa, cuma agak pusing aja." Jawab Valencia.


Bruk!!


Tubuh Valencia tumbang, dia tak sadarkan diri secara tiba-tiba. Frengky dengan cepat mengangkat dan membawa Valencia ke rumah sakit terdekat. Setelah pemeriksaan dokter menyarankan agar Valencia memperbanyak istirahat dan kurangi bekerja terlalu berlebihan, dia harus tetap di rumah selama beberapa hari.


Perusahaan Chandra


"Tuan, apa ga capek? Padahal ada waktu istirahat selama satu jam sebelum rapat dimulai, kenapa milih ngerjain proyek yang masih seminggu lagi?" Shin menatap bosan kearah dokumen yang sedang dikerjakan Michael.


"Kalian ini kakak adik emang gila kerja semua, bahkan kesehatan sendiri juga ga diingat. Tadi Tante Clara telfon, katanya Valen pingsan gara-gara kecapean. Entah gimana caranya supaya kalian mau istirahat, aku bahkan sampai capek ngeliat kalian yang ga bisa berpisah dengan kerjaan." Keluh Devina.


"Valen pingsan?! Sekarang keadaannya gimana?" Tanya Michael khawatir.


"Di suruh dokter istirahat selama beberapa hari, karna waktu istirahat yang ga cukup dan kerja terlalu berat kondisi dia jadi lemah." Jawab Devina.


"Sekarang dia dimana?" Tanya Michael.


"Dalam perjalanan ke kediaman, tenang aja." Jawab Devina.


"Fiuh... syukur deh." Ucap Michael lega.

__ADS_1


"Jadi setelah rapat ini Tuan Michael harus istirahat! Kalo dua-duanya sakit pasti ambyar nih kerjaan ama semua karyawan." Shin berkacak pinggang.


"Mau dipecat?" Tanya Michael santai namun memiliki arti sedang mengancam Shin.


"Nona Devina, saya pamit nyiapin ruang rapat dulu, dadah!" Shin ngacir, dia langsung menghilang begitu saja.


Setelah beberapa menit rapat dimulai, ruang rapat dipenuhi hawa dingin dan tegang karena Michael sangat ketat dan teliti dalam setiap pekerjaan. Untungnya rapat kali ini berjalan lancar, Michael tak menemukan sesuatu yang kurang dari presentasi bawahannya. Semua baik-baik saja sampai rapat selesai dan Michael hendak keluar ruangan.


"Tuan!" Panik orang-orang yang mengikuti rapat saat Michael tiba-tiba pingsan.


"Minghao! Minghao! Bangun!" Ucap Devina menepuk-nepuk pipi Michael.


"Cepat angkat! Ikut aku ke rumah sakit!" Perintah Shin yang langsung bergegas mengambil kunci mobil.


Rumah sakit


"Pasien sebaiknya beristirahat untuk beberapa hari kedepan, jangan melakukan aktivasi yang berlebihan atau bekerja." Ucap dokter yang memeriksa Michael.


"Baik, terima kasih." Ucap Shin.


"Valencia juga kecapean dan pingsan, aku rasa ini memang waktu untuk mereka istirahat dulu." Ucap Devina yang memandangi wajah Michael.


"Untung aja setelah ini ga terlalu banyak kerjaan, tuan dan nona udah memeriksa dan menyelesaikan banyak proyek selama beberapa hari ini." Ucap Shin.


"Kakak pergi ke kantor aja, nanti supir keluarga yang jemput kita." Ucap Devina.


"Ya udah, aku lanjutkan dulu kerjaan di perusahaan." Shin pergi.


"Aish..... kalian ini meskipun kembar apa harus sakit dihari dan penyakit yang sama?" Keluh Devina.

__ADS_1


Tak lama setelah Shin pergi supir datang, Michael yang masih belum sadar langsung dibawa kembali ke kediaman. Meski khawatir para penghuni kediaman Chandra juga merasa lega karena dua orang yang sudah overdosis kerja itu bisa beristirahat.


__ADS_2