KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Episode 59


__ADS_3

"Semuanya, rencana baru dimulai!" Jieru tiba-tiba muncul saat teman-temannya sedang makan malam.


"Rencana baru? Rencana apa? Aku baru saja ingin makan." Li Wei memasukkan makanan ke mulutnya.


"Rencana ini sedikit mudah, tapi cukup bagus untuk membuat kerusuhan dalam hubungan saudariku." Jieru tersenyum.


"Jangan sebut dia 'saudari', dia tak pantas sedikitpun!" Ketus Weiheng.


"Baiklah baiklah, aku tak akan memanggilnya saudari lagi." Jieru mengelus kelapa Weiheng.


"Seperti anak kecil! Dasar kekanak-kanakan!" Jianying menatap sinis.


"Sudahlah, tak perlu iri dengan hubungan orang lain." Chu Xifeng mengelus kelapa Jianying.


"A... ap yang kau lakukan?" Wajah Jianying langsung memerah karena malu, "Tak pernahkah orang mengatakan padamu untuk tidak mengelus kelapa wanita sembarangan?! Kau bisa membuat kesalahpahaman!" Ketusnya.


"Terserah padamu." Chu Xifeng duduk dan mengambil jatah makan malamnya.


"Untung saja hari ini masak sedikit lebih banyak, jika tidak maka kalian akan kelaparan." Lian Xia memberikan makan malam untuk Jieru.


"Hehe.... Tetapi setidaknya kalian tak kekuarangan uang untuk membeli bahan makanan karena bantuan putra mahkota, kan?" Jieru duduk disamping Weiheng.


"Habiskan dulu makan malamnya, mengobrol nanti saja." Minghao menasehati.


Mereka makan dengan tenang, tak ada seorangpun yang bersuara setelah Minghao menasehati mereka tadi.


"Apa rencana yang kau punya?" Tanya Li Wei setelah mereka selesai makan malam.


"Lelaki memiliki nafsu yang tinggi, melihat wanita cantik sedikit saja sudah terpikat. Rencanaku sekarang adalah untuk menggoda Zhang Bingjie." Jawab Jieru.


"Aku tak setuju!!! Bukankah itu artinya dia akan punya banyak kesempatan untuk menyentuhmu?!?!" Protes Weiheng.


"Hey, tenanglah. Tak perlu khawatir, aku bisa mengendalikan dia." Kata Jieru.


"Aku tak setuju!! Tangannya itu sangat kotor!! Jangan sampai meninggalkan noda sedikitpun bahkan dipakaianmu!!!" Weiheng tampak kesal.


"Minta putra mahkota membelikan beberapa pakaian untukku." Jieru mengabaikan perkataan Weiheng.


"Kau tak mendengarkan aku?!" Weiheng mulai marah.


"Sudahlah, apa kau tak percaya padaku?" Jieru mencoba untuk membujuk Weiheng.


"Aku percaya padamu, tapi aku tak pernah percaya pada Zhang Bingjie si pria busuk itu!" Weiheng masih tampak marah.


"Astaga.... berapa banyak cuka yang tumpah diwajahmu...... dasar cemburuan." Jieru mencubit pipi Weiheng gemas.


"Dia adalah hidung belang yang licik, kau bisa saja masuk perangkap yang dia buat dan benar-benar jatuh dalam pelukannya." Weiheng masih tak setuju.


"Jadi hanya segitu saja rasa percaya yang kau miliki untukku? Tak kusangka kau bisa berpikir aku akan mengkhianatimu!!!" Jieru menangis.


"I.... Iya iya! Aku setuju! Awas saja jika kau tertarik padanya!!" Weiheng terpaksa setuju karena tak ingin melihat Jieru menangis.

__ADS_1


"Yang benar?! Kau serius untuk setuju, kan?!" Ekspresi Jieru berubah seketika.


"Kenapa aku bisa lupa kalau dia itu aktris? Aih.... aku tertipu olehnya. Kembalinya sang aktris, sangat sulit untuk menentukan dia yang sebenarnya." Batin Weiheng menyesali keputusannya.


"Tak ada gunanya menyesal sekarang, aku akan pergi ke kamar pribadinya malam ini juga." Kata Jieru.


"Baiklah, kau harus berhati-hati. Aku tak ingin kau jatuh cinta lagi padanya, bagaimanapun juga kau pernah bersamanya selama hampir 5 tahun walaupun itu dikehidupan sebelumnya." Weiheng masih khawatir.


"Percayalah padaku, aku tak akan jatuh ke dalam perangkapnya lagi kali ini." Jieru mengecup bibir Weiheng.


"Kalian sangat keterlaluan." Jianying menutup mata Zhishu sementara Chu Xifeng menutup mata Minghao dan Gu An.


"Aku akan pergi sekarang, sampai bertemu lagi." Kata Jieru dan langsung pergi.


......................


Tengah malam, kamar pribadi Zhang Bingjie


Kreett....


"Siapa itu?!" Zhang Bingjie mengeluarkan pedangnya.


"I... ini aku..." Jieru keluar perlahan.


"Kau?! Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Zhang Bingjie.


"A... aku... aku...." Jieru berpura-pura gugup.


"A... aku... sebenarnya... aku... me... menyukai..." Jieru terbata-bata.


"Menyukai apa?" Tanya Zhang Bingjie, "Apa dia mulai menyukai Weiheng?! Tidak bisa aku biarkan!!" Batinnya.


"Sebenarnya.... aku menyukai tuan..." Jieru menunduk, "Aku tau jika tuan sudah memiliki putri Bao-yu sebagai istri, tapi aku sangat menyukai tuan."


"Ah.... aku pikir dia menyukai Weiheng, hampir saja aku memarahinya. Jika dilihat-lihat dia memang jauh lebih menawan dari Bao-yu si bod*h dan selir Yao yang sudah bau tanah itu, sedikit bersenang-senang dengan dia pasti bisa memuaskan ku!" Batin Zhang Bingjie.


"Tu... tuan? Mengapa Anda hanya diam? To... tolong jangan memarahiku~ aku hanya manusia yang dapat mencintai~" Kata Jieru sedikit memelas.


"Si*l!! Dia terlalu menggoda! Tapi aku masih lelah setelah bersama selir Yao, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batin Zhang Bingjie.


"Tuan? Apa kau baik-baik saja? Bicaralah padaku~~~" Nada bicara Jieru seperti seorang wanita penggoda, dia mengelus leher Zhang Bingjie dengan telunjuknya.


"Berhenti atau aku akan memakanmu disini dan hari ini juga." Zhang Bingjie memegang tangan Jieru, lalu mengangkat tubuh itu agar duduk di pangkuannya.


"Tuan~ kau ternyata cukup nakal~" Jieru memainkan rambut Zhang Bingjie.


"Tapi sekarang kau lebih nakal, Jieru." Tangan Zhang Bingjie mulai bermain di punggung Jieru.


"Kau benar-benar tak sabar, tuanku." Jieru menaruh telunjuknya dibibir Zhang Bingjie.


"Kau tau apa akibat dari perbuatanmu sekarang? Aku bisa melahap habis dirimu sekarang juga tanpa ampun." Tangan Zhang Bingjie semakin liar.

__ADS_1


"Sstt.... aku lihat tuan sepertinya sudah lelah, aku akan bermain permainan 'itu' ketika tuan tidak lelah." Jieru turun dari pangkuan Zhang Bingjie.


"Mau kemana? Kau tak bertanggung jawab setelah menggodaku?" Zhang Bingjie menarik tangan Jieru.


"Sstt.... aku sudah bilang aku akan bermain saat tuan tidak lelah, aku akan menunggu." Jieru mendekatkan wajahnya ke wajah Zhang Bingjie.


"Wanita ini benar-benar liar saat berada di dekat orang yang disukainya, benar-benar ingin merasakan tubuhnya." Zhang Bingjie mulai berpikiran kotor.


"Aku akan kembali ke sini saat aku punya waktu, aku masih harus melawan orang yang ingin membunuhku." Jieru melepaskan tangannya perlahan dan pergi begitu saja.


"Ah.... sangat disayangkan dia melihat aku kelelahan, lain kali harus bersenang-senang dengannya." Zhang Bingjie kembali tidur.


......................


Hutan terlarang


"Kau sudah kembali?! Apa dia melakukan hal yang diluar batas?!" Tanya Weiheng ketika Jieru muncul.


"Tenanglah, aku bisa melindungi diriku. Aku hanya sedikit menggodanya." Jawab Jieru sambil mengelus wajah Weiheng.


"Jieru? Kau susah kembali? Bagaimana dengan rencananya?" Tanya Li Wei yang terbangun karena haus.


"Rencananya berhasil. Berikan aku bajumu, aku ingin berganti baju." Kata Jieru.


"Baju? Hm... sebentar." Li Wei mengambil bajunya dan memberikan pada Jieru.


"Mau kemana lagi kau?" Tanya Weiheng ketika Jieru hendak pergi.


"Berganti pakaian dirumah bambu, disini terlalu banyak orang. Lagipula Chu Xifeng tidur di sini, aku tak perlu khawatir untuk berganti disana." Jawab Jieru.


"Em... baiklah." Weiheng kembali berbaring.


Jieru langsung pergi ke rumah bambu untuk berganti pakaian. Hanya perlu waktu 45 menit untuk sampai kesana, tapi Jieru tampaknya sangat terburu-buru jadi dia sampai hanya dalam waktu 30 menit.


"Sebaiknya bakar saja baju yang aku pakai malam ini." Jieru membuka bajunya.


"Tertangkap~~~~" Seseorang memeluk Jieru yang setengah terbuka dari belakang.


"Kau mengikutiku?" Tanya Jieru.


"Tentu saja, jika tidak aku mungkin akan kehilangan kesempatan." Jawab Weiheng.


"Cih! Apa bedanya kau dengan Zhang Bingjie?" Ketus Jieru.


"Jelas berbeda, dia menyentuh wanita yang bukan miliknya sedangkan aku menyentuh istriku." Jawab Weiheng.


"Terserah apa yang ingin kau lakukan, besok pagi bakar baju yang tadi." Kata Jieru.


"Baiklah, sesuai perintahmu." Jawab Weiheng.


Set....:v

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2