KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Epilog


__ADS_3

Enam tahun kemudian


"Pengantin perempuan cantik banget hari ini!" Puji Anisa.


"Bukannya udah pernah jadi pengantin perempuan, neng?" Celetuk Amelia.


"Diem lu jomblo abadi!" Ketus Anisa.


"Tante, tante uga antik kok." Kata Revalda, anak Anisa dan Tomi.


"Ga disangka, ternyata yang LDR nikah lebih dulu dari aku, bahkan sekarang udah punya anak yang lucu banget!" Valencia mencubit pipi Revalda.


"Kalian terlalu sibuk dengan perusahaan besar kalian, makanya ketinggalan." Ucap Anisa.


"Ga papa, yang penting ga jadi jomblo abadi, hahaha!" Ejek Valencia.


"Hina aja terooos! Hina! Hina sampai puas!" Kesal Amelia.


"Anisa udah punya anak, aku hari ini nikah. Nona Amelia, Anda kapan?" Tanya Valencia.


"Seribu tahun lagi!" Jawab Amelia kesal.


"Tenang, aku yakin kok jodoh kamu itu lahir hari ini." Anisa menepuk-nepuk bahu Amelia.


"Kalo lahir hari ini gue nikahnya pas udah nenek-nenek dong?!" Protes Amelia.


"Ga juga kok, paling gigi ilang lima." Jawab Valencia, mereka tertawa lagi.


"Udah jangan ribut lagi, masa pengantin perempuan ribut mulu sama pengiring pengantin?" Ucap Devina.

__ADS_1


"Pengantin perempuan lainnya jauh lebih sopan!" Ucap Amelia.


"Jomblo abadi jangan berisik!" Tegas Devina, tiga orang itu tertawa.


"Aku tarik kembali kata-kataku tadi!" Amelia pergi.


Ruangan lain


"Wuih! Udah pada ganteng!" Puji Tomi.


"Harus dong! Pernikahan yang susah payah direncanakan, tampilan harus yang terbaik!" Ucap Michael.


"Udah enam tahun dapat restu, eh baru bisa nikah hari ini. Kalau ga ganteng sia-sia bro!" Sambung Rian.


"Derik kapan nyusul?" Tanya Tomi.


"Bukannya undangan udah disebar? 'Kan dua minggu lagi." Jawab Rian.


"Tanya bini lu, udah gue kasih kok." Jawab Derik.


"Wah.... Ga bener nih si Nisa, masa iya dia ga ngasih tau!" Protes Tomi.


"Emang berani protes?" Sindir Michael.


"Enggak sih, hehe...." Tomi nyengir.


"Kalo gitu kagak usah protes!" Teriak tiga teman lainnya.


"Emangnya entar kalian berani ma bini kalian? Masih pacaran aja ribuan kaki berlutut pake kulit durian!" Balas Tomi dengan telak.

__ADS_1


"Bener juga, tapi Trista gue imut dan ga pernah ngasih hukuman." Ucap Derik.


"Itu karena Trista cewek lembut, beda dong sama tuh dua harimau." Ucap Tomi.


"Iya juga, beruntung juga gue!" Ucap Derik.


"Pengantin pria pertama silahkan, upacara akan segera dimulai." Panggil Junjun.


Upacara pernikahan berjalan dengan lancar, keempat mempelai terlihat sangat bahagia. Tak ada insiden pengantin yang tertukar seperti di film-film, karena jika itu terjadi maka artinya kiamat.


Tamu undangan tak hanya dari kalangan atas, teman-teman ibu Derik yang dari kalangan sederhana juga diundang. Anak-anak panti asuhan juga datang. Semua orang sangat bahagia hari itu.


Saat pelemparan bunga para lajang bersiap, Amelia yang sudah jadi jones tingkat dewa sudah ancang-ancang sejak awal acara. Saat dua buket bunga dilempar semua berebut, dan di saat itulah hal yang tak terduga terjadi.


"Aku dapat!" Ucap dua orang bersamaan, mereka menangkap buket bunga yang sama.


"Kenapa kamu?!" Pekik keduanya bersamaan, mereka adalah Amelia dan Junjun.


"Cieeee....... Akhirnya jones dapat jodoh..." Sorak teman-teman lainnya.


Hari itu adalah hari yang bahagia untuk semua orang, termasuk Amelia yang sudah menemukan jodoh. Setelah bekerja keras bertahun-tahun, akhirnya ada hari dimana mereka bisa mengikat janji suci yang abadi.


Selama enam tahun ini mereka sekelompok pemuda telah berkembang pesat. Keluarga Chandra tetap di puncak, Rian berhasil membawa nama keluarga ke tingkat tiga, Tomi dan Anisa berhasil dengan perusahaan penjualan properti dan fashion, Derik berhasil membangun usaha yang terkenal, Trista yang terkenal sebagai CEO cantik dan imut namun tegas, dan Amelia yang seorang desainer namun jomblo abadi akhirnya menemukan jodoh yang ditakdirkan.


Tamat.


Terima kasih sudah membaca cerita penuh ketidaknyambungan ini......


Salam dari author~~~

__ADS_1


Yang kagak jelas


:)


__ADS_2