KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Hari yang Membosankan


__ADS_3

Sejak pagi Vivian merasa cemas, dia tak tau harus menjawab apa jika nanti malam Rein menanyakan soal terlahir kembali.


Kecemasannya bertambah ketika para 'mantan' teman Rein dan Alex datang membuat rusuh disaat pengunjung restoran masih ramai.


"Yo.... Lihat siapa ini? Gue ga nyangka banget bisa ketemu sama anak terbuang. Hahahaha." Kata salah satu dari 3 laki-laki tak dikenal itu, mereka tertawa mengejek Rein.


"Siapa dan apa maksud kalian?!Jangan bikin rusuh disini!" Ketus Frengky.


"Oh, ternyata lu masih bisa punya temen, ya? Gue Derrick, 'mantan' temen Rein." Jawab Derrick dengan senyum sinisnya.


"Kalau kalian mau bikin rusuh, mending pergi dari sini sekarang juga!" Usir Clara.


"Aduh.... Cantik-cantik kok galak banget, sih? Kenalin, aku Julius. Lebih baik kamu berhenti dari pekerjaan ini dan jadi pacar aku, semua kebutuhan kamu pasti aku penuhi kok." Julius mengulurkan tangannya, Clara menepis tangan itu dengan kuat.


"Heh! Berani-beraninya lu gangguin pacar gue!? Jangan macam-macam!!!" Adiftiya menarik kerah baju Julius kuat.


"Udah, udah jangan kebawa emosi." Clara mencoba menenangkan Adiftiya, "Lagipula aku udah pernah jadi mantannya yang ke 10, aku ga mau jadi yang ke 20, 50, atau yang ke 100. Aku ga akan tertipu sama. Sama playboy ini lagi!" Ketusnya.


"Yang ke 10?" Julius mengingat-ingat, "Oooohhh.... Kamu Clara, ya? Ah, makin lama makin cantik, aku sampai ga kenal, loh." Katanya.


"Wah... Lu nyesel, ya? Dulu lu yang mutusin atau diputusin gara-gara ketauan selingkuh?" Tanya Seorang lagi.


"Aduh, Rian..... Lu pake tanya? Ya jelas ketauan selingkuh, lah. Kalo ga salah ingat tuh, dia sampai digebukin 2 cewek." Jawab Derrick. Mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Siapa yang namanya Rein?!" Teriak seseorang didepan pintu. Orang itu bejalan dengan langkah kasar menuju mereka. "Siapa diantara kalian semua yang namanya Rein?!" Orang itu tampak sedang marah.


Alex datang karena ingin membalas perkataan Rein tadi pagi. Derrick menunjuk Rein, dan....


Bukk.....


Satu pukul mendarat di pipi Rein, dia langsung jatuh. Tak terima, Frengky ingin membalas namun ditahan oleh Adiftiya.


"Ada apa ini?!" Vivian terkejut melihat Rein yang terjatuh dan sekumpulan orang itu. Para pengunjung restoran hanya dia menyaksikan adegan drama itu.


"Vivian, aku mau ngomong sama kamu. Siapa dia? Kenapa dia ngomong seakan-akan dia dekat sama kamu?" Alex menahan tangan Vivian yang hendak menolong Rein.


"Yo... Ga disangka, ternyata walau udah buta lu masih bisa ngancurin hubungan orang?" Rian menepuk tangannya.


"Walaupun aku buta, aku ga akan menghancurkan hubungan orang lain. Kalau temanku buta, aku ga akan jadi anj**g yang menggigit orang yang udah bersikap baik sama dia!" Rein menyindir 3 'mantan' temannya itu.


Julius naik pitam, "HEH! LU ITU CUMA ANAK YANG TERBUANG!! LU DIBUANG KELUARGA LU SENDIRI!! LU CUMA MANUSIA TANPA KELUARGA!!! REIN CHANDRA!!!"


"Rein!! Namanya Rein!!! Dia bukan anggota keluarga Chandra!! Dia bukan manusia tanpa keluarga!! Kami semua keluarganya, setiap orang yang bekerja di sini adalah satu keluarga!! Ga ada yang namanya anak terbuang!!!!" Bantah Vivian.


Bukk....


Julius tak segan untuk memukul Vivian dengan keras. Melihat hal itu, para pengunjung menyerang para pembuat onar itu.

__ADS_1


"Kalian ini tiba-tiba datang bikin rusuh!!! Sebagai laki-laki malah berani mukul perempuan sampai jatuh!!" Kata salah seorang dari mereka.


"Anak muda zaman sekarang, ga bisa menghargai perempuan sama sekali!!!" Seorang nenek-nenek memukuli mereka dengan tongkat.


"Nak Rein dan Vivian ga apa-apa?" Tanya tiga ibu-ibu serempak, mereka cekikikan.


"Cuma agak sedikit sakit. Vivian, kamu ga apa-apa, kan?" Rein agak panik.


"Aku ga apa-apa, cuma jatuh aja." Jawab Vivian.


"Ga apa-apa gimana? Muka kalian itu sama-sama lebam, tau?!" Sewot Fransiska.


"Lebam?! Aku ga tau kalau mereka jadi pengecut sekarang, sampai berani mukul perempuan kayak gitu." Rein mengepalkan kedua tangannya.


"Udah, sekarang mending obatin dulu luka kamu. Fransiska, tolong ambilkan obat P3K." Kata Vivian. Fransiska segera menjalankan perintah.


"Kalian lebih baik pergi dari sini, atau kami gebukin kalian!" Ancam Pak Sam. Mereka berempat langsung berlari keluar.


Vivian mengusap pipi Rein yang lebam, hatinya terasa sakit. Sejak mendengar Rein bernyanyi, dia mulai jatuh hati. Setiap melihat Rein merasa putus asa, dia kesal, juga sedih.


Tak lama Fransiska datang membawa kotak P3K, "Untung aja kalian ga dipukul lebih parah. Tuh orang-orang emang udah gil*!! Dasar ga berot*k!!! Manusia tanpa rasa malu!!" Clara terus nyerocos.


"Kenapa sih hari ini ngebosenin banget? Huuuhhh..... Melelahkan, masalah ga pernah hilang." Batin Vivian.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2