KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Teori Konyol


__ADS_3

Tengah hari, jurang tempat Jieru jatuh


"Apa.... jika aku lompat lagi maka aku akan mendapatkan ingatan yang hilang?" Batin Jieru sambil memandangi jurang yang seperti tak berujung.


Angin yang sepoi-sepoi membuatnya tergoda untuk maju, namun saat melihat kebawah di kembali mundur.


"Gelap.... apa... mungkin aku malah akan mati?!" Pikirnya.


"Aaargh!!! Apa yang harus aku lakukan?!" Jieru mulai frustasi.


Dasar jurang tak terlihat, entah akan memakan waktu berapa lama untuk bisa mencapai dasar.


"Apa aku harus lompat? Ini sedikit menyeramkan! Kenapa dulu aku bisa sampai melompat ke sana? Apa aku seberani itu dulu?" Jieru bergidik dan tak habis pikir dengan tindakannya sebelumnya.


Wush.......


Angin bertiup semakin kencang, Jieru bimbang dengan keputusannya.


"Jika aku tidak lompat, aku bisa saja kehilangan ingatan selamanya. Jika aku lompat.... aku bisa mati!!! Sebelumnya adalah sebuah keberuntungan karena aku tak mati!!!" Jieru makin pusing.


Glek....


"Lompat tidak lompat tidak lompat tidak lompat tidak!!!!!!! Cukup!!!!! Aku akan lompat!!!!" Jieru mengambil ancang-ancang.


Jieru berlari ke tepi jurang dan bersiap untuk lompat, kakinya semakin lama semakin cepat melangkah.


Ckiiittt..... Set....


Jieru langsung berbalik tepat saat kakinya hampir melompat, "Aku tak mau mati!!!!" Jieru lari secepat mungkin dan pergi ke tempat persembunyiannya.


"Huf... huf.... huf.... Me... le.. lah... kan...." Jieru ngos-ngosan karena tak berhenti berlari dari tempat yang berjarak yang lumayan untuk program pengeringan lemak tubuh.


"Aku tak akan mati karena melompat ke jurang, aku akan mati karena terlalu lama berlari!!! Aku bisa kehabisan nafas!!!!" Jieru yang kelelahan langsung telungkup di atas ranjang.


"Aku tak akan memikirkan hal bodoh lagi!!!" Teriak Jieru.


Kiri kanan Jieru melihat tak ada orang, "Dimana pengawal bayangan itu?" Jieru mencari-cari keberadaan orang yang penuh misteri itu namun tak terlihat batang hidungnya.

__ADS_1


"Hm...." Jieru memandangi sebuah tiang yang ada di siku ranjangnya.


"Apa aku akan mendapatkan ingatan sebelumnya jika aku membenturkan kepalaku ke tiang?" Pemikiran aneh kembali melintasi kepalanya.


"Apa salahnya jika mencoba? Aku akan membenturkan kepalaku sekuat mungkin!! Aku harus cepat sembuh!" Jieru mengelus tiang yang seukuran dengan telapak tangannya itu.


"Tapi... jika aku membenturkan kepalaku apa itu tidak akan sakit? Aku rasa itu akan sangat sakit dan kepalaku bisa berdarah juga meninggalkan bekas!!" Jieru merubah posisi menjadi telentang.


"Tunggu.... Aku tak mengkhawatirkan rasa sakit saat aku menyayat tanganku sendiri dengan belati pagi ini, mengapa sekarang aku takut? Bukankah sayatan belati lebih sakit daripada sakit yang akan aku rasakan saat membenturkan kepalaku? Kenapa sekarang malah takut?" Jieru memandangi langit-langit.


"Aku akan mencobanya!!" Jieru bangkit lalu mengambil posisi untuk membenturkan kepalanya.


"Eeiittss..... Jangan... luka ditangan masih sakit, masa iya mau nambah sakit lagi? Ini kepala sayang~~~ bisa gila kalo begini...." Jieru mengelus-elus dahi mulusnya.


"Sebenarnya.... apa yang harus aku lakukan agar bisa sembuh?!?!?! Aku akan gila jika aku tak sembuh secepatnya!!! Semua yang ada membuatku bingung setengah mati!!!!" Jieru berguling-guling diatas ranjang kecil itu.


Bruk!!!


"Mengapa semua mengkhianati aku? Bahkan ranjang ini tak ingin aku menidurinya, dunia ini kejam sekali padaku." Kata Jieru dengan wajah yang sangat sangat menyedihkan, seperti hewan jalanan yang tak berdaya dan tak diperdulikan oleh manusia bahkan diperlakukan buruk oleh manusia tak berperasaan.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau seperti orang gila yang kambuh?!" Belanjaan ditangan pengawal bayangan itu langsung berhamburan saat tangan yang memegangnya gemetaran.


"Kakak~ aku ingin cepat mengingat~ Aku lelah dengan semua kebingungan ini~~~" Tatapan Jieru sangat menyedihkan, kehampaan dan putus asa terlihat jelas dimata itu.


"Kau.... se.. sebaiknya istirahat dulu! Setelah itu aku akan memikirkan cara untuk bisa menyembuhkan dan mengembalikan ingatanmu secepatnya!!" Kata pengawal bayangan.


"Kakak, siapa namamu?" Tanya Jieru masih dengan tatapan mata yang sama.


"Na.... namaku.... Chu Xifeng!!" Jawab pengawal bayangan sambil memungut belanja dapur yang berceceran tadi.


"Kak, apa kau yakin jika aku bisa sembuh?" Tanya Jieru lagi.


"Aih.... aku juga tidak tau, aku bukan orang yang mengerti pengobatan." Jawab Chu Xifeng.


"Hm... baiklah.... aku akan tidur...." Wajah kusut Jieru mengganggu pandangan Chu Xifeng, dia segera pergi untuk memasak.


Tak berselang lama setelah Chu Xifeng keluar dari kamar terdengar suara yang sangat keras hingga mengagetkannya.

__ADS_1


Brak!!!!


"Apa yang terjadi?!" Paniknya yang menyadari bahwa asal suara tersebut dari kamar Jieru.


"Eh.... kau.... Sudahlah, aku pusing melihat tingkah aneh yang kau lakukan seharian ini." Chu Xifeng hanya bisa tepuk jidat dan menggelengkan kepalanya saat melihat Jieru yang terbaring dilantai dengan kepala benjol. Sekali lihat saja dia sudah tau kalau Jieru membenturkan kepalanya ke tiang.


"Kakak.... mengapa aku masih belum bisa mengingat apapun?" Tanya Jieru yang merasa pusing.


"Aih.... mengapa aku bisa mendapatkan majikan dan adik yang seperti ini?" Chu Xifeng menggendong Jieru dan membaringkannya diranjang.


"Kakak.... kapan aku akan sembuh?" Tanya Jieru dengan tatapan lesu dan kesadaran yang hampir hilang.


"Mungkin perlu waktu lama untuk itu." Jawab Chu Xifeng.


"Tapi aku ingin sembuh secepatnya, aku tak ingin melakukan kesalahan dan menyerang orang yang salah." Jieru langsung tertidur.


"Aih.... syukurlah putra mahkota tak ada disini, atau dia akan memarahiku karena dipanggil kakak olehnya." Chu Xifeng mengingat saat dia melapor beberapa jam lalu sebelum pergi kepasar.


Flashback


"Apa informasi yang kau dapatkan hari ini?" Tanya putra mahkota.


"Jieru sekarang baik-baik saja, hanya sedikit terluka. Ingatannya masih belum pulih, jadi dia tidak tau kalau dia punya kakak. Aku berbohong pada tabib kalau dia adalah adikku, sekarang dia malah memintaku untuk memperlakukannya seperti kakak memperlakukan adiknya dengan baik." Jawab Chu Xifeng.


"Oh? Begitukah? Beraninya kau merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku? Jangan lupa jika kakaknya adalah aku, jangan pernah sebut dia sebagai adikmu didepan mataku!!" Putra mahkota menatap tajam.


"Eh... hehe... Baik, yang mulia." Chu Xifeng memberi hormat dan langsung kabur karena tak mau mendengar ceramah panjang lebar dari putra mahkota.


"Bawahan macam apa ini? Sudah berani merebut posisiku sebagai kakak, sekarang malah pergi begitu saja?! Semakin berani!! Aku akan memberinya pelajaran saat dia melaporkan nanti!!" Tatapan putra mahkota masih saja tajam. Ketidak ikhlasan karena posisinya direbut oleh bawahannya membuatnya cemburu.


Flashback end


"Sudahlah, aku tetap bisa menjadikannya adikku dibelakang putra mahkota." Chu Xifeng tersenyum sambil menatap Jieru yang entah sedang tertidur atau pingsan.


"Lanjutkan saja memasaknya, saat adikku bangun dia bisa langsung makan. Senangnya saat impian ingin memiliki adik yang manis tercapai." Chu Xifeng melakukan semua kegiatan dengan senyuman dan perasaan penuh kegembiraan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2