KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Hubungan Terlarang


__ADS_3

Kamar pribadi Zhang Bingjie


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya seorang wanita ketika Zhang Bingjie sedang memakai baju.


Dia mendapat luka cukup banyak karena dicambuk, begitu sampai ke kamar pribadinya dia langsung meminta pelayan memberikan obat. Bao-yu tidak tinggal dikamar pribadi Zhang Bingjie karena tempat itu memang khusus untuk dia menenangkan diri dan bekerja dengan santai.


"Bukankah kau senang melihat ini?" Ketus Zhang Bingjie.


"Aiya..... Kau melakukan kesalahan, sudah seharusnya kau mendapatkan ini." Wanita itu berjalan mendekati Zhang Bingjie.


"Tapi setidaknya jangan sebanyak dan sekuat itu, ini sangat menyakitkan." Zhang Bingjie menarik tangan wanita itu dan menempelkan di pipinya, "Apa kau tak perduli padaku lagi? Kau bahkan ingin melihatku dicambuk 100 kali." Kata Zhang Bingjie.


"Aku hanya ingin mereka tak curiga jika aku menolongmu. Siapa suruh kau mencari wanita lain ketika istrimu sedang hamil?" Wanita itu menurunkan tangannya dan mulai membuka pakaian pria dihadapannya.


"Di siang hari aku kau cambuk, di malam hari kau ingin dipuaskan olehku. Kau memang sangat sulit untuk dimengerti, ibu mertuaku." Kata Zhang Bingjie sambil tangannya berkeliaran dipunggung selir Yao.


"Kau anak nakal, ayo lakukan lagi malam ini." Kata selir Yao dengan nada menggoda.


"Tapi aku masih kesakitan, mungkin kau tak akan sepuas biasanya." Kata Zhang Bingjie.


Hubungan terlarang antara menantu dan ibu mertua itu sudah terjalin selama 3 tahun. Entah karena urat malu mereka putus atau apa, mereka melakukan hal hina itu dengan santai.


Flashback


Saat itu selir Yao menerobos masuk ke kamar pribadi Zhang Bingjie karena menantunya itu telah memarahi Bao-yu, namun dia malah melihat Zhang Bingjie sedang membuka pakaiannya. Melihat tubuh indah nan kekar pria didepannya membuat selir Yao hilang akal, dalam sekejap dia melupakan amarahnya dan berubah menjadi terpesona. Selir Yao mengunci pintu agar tak ada yang masuk lalu mulai mendekati menantunya.


"A... Apa yang ibu lakukan?!" Panik Zhang Bingjie ketika selir Yao meraba dadanya.


"Sstt..... Jika kau ingin aku mengampunimu setelah kau memarahi Bao-yu, lakukan saja apa yang aku perintahkan." Selir Yao mulai menurunkan pakaian Zhang Bingjie.


"Tunggu! Jika kaisar dan Bao-yu tau, pasti aku akan dipenggal!" Zhang Bingjie menahan tangan selir Yao.


"Kau akan dipenggal jika ada yang tau, tapi disini tak ada orang." Selir Yao mulai membuka pakaiannya.


"Ibu, jangan lakukan ini! Aku masih ingin hidup!" Zhang Bingjie menahan tangan selir Yao lagi.


Selir Yao tak mendengar dan terus membuka pakaiannya, "Sstt... Jangan panggil aku ibu, panggil saja namaku. Tak ada seorangpun disini, tenang saja. Jika kau tak menurut maka aku akan mengatakan pada kaisar kalau kau telah melakukan hal tak senonoh pada seorang pelayan, lalu kau akan dipenggal ketika aku memintanya!" Kata selir Yao.


Zhang Bingjie yang masih ingin hidup melakukan perintah ibu mertuanya, walau terpaksa dia akhirnya tergoda dengan tubuh sang mertua. Sejak itu mereka selalu melakukannya di kamar pribadi Zhang Bingjie, setiap malam selir Yao akan diam-diam masuk ke kamar itu. Selir Yao tak perduli jika Zhang Bingjie adalah suami putrinya, dia hanya perduli pada kepuasan pribadinya.


Flashback end


Kamar Bao-yu


"Aku harap Bingjie bisa menerima maaf dari ibu dan tak melakukan hal buruk, dia itu sangat mudah emosi." Bao-yu khawatir.

__ADS_1


Sudah hampir dua jam sejak ibunya pergi dengan niat meminta maaf pada suaminya, namun tak ada tanda-tanda jika ibunya akan segera kembali. Bao-yu yang semakin khawatir dan takut suaminya melukai sang ibu memutuskan untuk pergi ke kamar pribadi Zhang Bingjie.


"Mau kemana kau?" Tanya seseorang ketika Bao-yu hendak meninggalkan kamar.


"Ibu? Syukurlah jika Bingjie tidak melakukan hal buruk pada ibu." Bao-yu merasa lega.


"Ini sudah malam, cuacanya juga dingin. Kau jangan keluar dan sebaiknya tidur, kesehatanmu sangat penting agar cucuku lahir sehat." Kata selir Yao lembut.


"Ha... Mengapa dileher ibu ada bekas kemerahan?! Apa Zhang Bingjie melakukan sesuatu pada ibu?!" Panik Bao-yu ketika melihat leher ibunya.


"Ah... Tak apa, ini merah karena aku digigit nyamuk." Jawab selir Yao yang berusaha tenang, "Si*l!!! Anak nakal itu walau sedang terluka masih sangat kuat, aku bahkan tak sadar jika dia melakukannya!!" Batin selir Yao.


"Nyamuk? Baiklah kalau begitu, ibu harus istirahat juga." Kata Bao-yu yang percaya pada semua perkataan ibunya.


"Anakku memang bod*h sama seperti ayahnya, sangat mudah ditipu!!" Batin selir Yao sambil tersenyum pada sang putri.


"Ibu, apa Zhang Bingjie menerima maaf darimu?" Tanya Bao-yu.


"Tenang saja, dia menerima maaf dariku. Dia bilang dia sudah sadar jika dia berbuat kesalahan, dia juga berjanji tak akan melakukan hal itu lagi." Jawab selir Yao.


"Lalu mengapa ibu sangat lama? Membuat aku khawatir jika dia melakukan hal buruk pada ibu." Bao-yu kembali cemas.


"Aku lama karena harus menasehati dia. Aku menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dia lakukan." Jawab selir Yao, "Aku hanya melakukan 'itu' lebih cepat dari biasanya, kau malah mengatakan aku sangat lama? Dasar anak bod*h dan sangat naif, selalu saja menurut dan mempercayai kata-kataku." Batinnya.


"Baiklah, aku akan kembali ke kamarku dulu." Kata selir Yao lalu pergi meninggalkan Bao-yu.


"Syukurlah nenekmu tak diperlakukan buruk oleh ayahmu walau dia sangat mudah marah, ibu sudah bisa tenang sekarang. Anakku, kita bisa beristirahat sekarang." Kata Bao-yu lalu pergi tidur.


........


Penginapan, kamar Jianying.


"Jadi apa informasi yang kau dapatkan malam ini?" Tanya Weiheng pada Jieru yang baru saja kembali dari luar.


"Tak bisakah kau menunggu aku duduk?" Kata Jieru dengan ekspresi datar, Sebuah 'kejutan' besar! Aku benar-benar tak menyangka bisa mendapatkan hal ini di kamar pribadi Zhang Bingjie!" Jawab Jieru dengan senyum lebar diwajahnya.


"Kau tampak sangat senang, 'kejutan' macam apa yang kau dapatkan?" Tanya Li Wei.


"Sebuah berita dengan judul 'hubungan terlarang ibu mertua dan menantunya' akan tersebar keseluruh ibu kota." Jawab Jieru.


"Informasi yang kau dapatkan kali ini cukup menarik, bagaimana bisa ada hal hina seperti itu terjadi di istana?" Weiheng tertawa geli.


"Oh ya, dimana anak-anak? Apa mereka sudah tidur?" Tanya Jieru.


"Ya, mereka sudah lama tertidur." Jawab Gu Cheng.

__ADS_1


"Ibu Li Wei, Han, dan istrinya sudah tiba. Mereka memesan kamar tepat didepan kamar anak-anak." Kata Jianying.


"Aku rasa kita harus merampok untuk menambah uang, apa kau tau siapa yang harus kita jadikan target?" Tanya Li Wei.


"Soal itu? Jangan khawatir, aku sudah melakukannya lebih dulu." Jieru mengeluarkan dua kantong berisi beberapa tael emas, "Aku mengambilnya dari kamar pribadi Zhang Bingjie saat mereka sedang asik 'berdiskusi', pemandangan menjijikkan berubah menjadi berkah saat aku melihat ini." Kata Jieru bangga.


"Jieru yang dulu sangat ceria dan manis, sekarang berubah menjadi seorang penjahat profesional. Ah.... Aku merindukan Jieru yang dulu, yang sekarang terlalu dingin dan tak berperasaan. Kau berubah sangat jauh." Kata Weiheng.


"Aku tak berubah, kulitku saja tetap putih dan lembut." Jieru menyentuh dan membelai tangannya sendiri, "Bahkan lebih lembut dari sebelumnya. Apa kau melihat jika kulit dan wajah ini berubah seperti bunglon?" Tambahnya.


"Kau seperti punya kepribadian ganda. Sebentar ceria, sebentar kejam, sebentar murah senyum, sebentar seperti es balok, senyum setipis kertas saja tak ada." Kata Jianying.


"Hehehe...... Aku hanya terlalu fokus dengan pekerjaan, jadi tanpa sadar berubah sifat." Jieru cengengesan.


"Hm.... Kapan kita akan menyebarkan gosip ini?" Tanya Gu Cheng.


"Kau seperti ibu-ibu, sangat suka bergosip dan menyebarkannya!" Kata Li Wei.


"Kau sangat tega pada suamimu, walau biasanya dia berpakaian perempuan dia tetap saja laki-laki. Kau sepertinya sama seperti Jieru, dia bahkan lebih suka melihat aku mengenakan pakaian miliknya yang kekecilan itu daripada pakaianku. Aku sudah mulai khawatir dia akan melenceng." Sewot Weiheng.


"Hey, kalian memang terlihat cantik saat mengenakannya." Jieru dan Li Wei tertawa.


"Kalian suami yang malang, bersabarlah menghadapi istri kalian." Jianying tertawa geli.


"Apa kalian sangat senang menghina kami?" Tanya Gu Cheng.


"Tidak, kami tak menghina. Kami hanya teringat sedikit lelucon dari kalian." Jawab Li Wei sambil menahan tawa.


"Kembali ke rencana, kita akan menyebarkan berita ini 3 hari lagi. Ingat, jangan sampai ketahuan jika kitalah yang menyebar ini." Kata Jieru dengan tatapan yang tiba-tiba serius.


"Lihat? Dia memang punya kepribadian ganda! Tadi masih tertawa lepas, sekarang malah tiba-tiba sangat serius! Weiheng, kau awasi dia dengan baik, atau kau yang akan dia bunuh!" Kata Jianying.


"Ya, kau benar. Aku sebenarnya berencana untuk melakukan hal itu, hanya saja anak-anak akan merasa sedih. Karena itu aku memutuskan untuk membunuh beberapa tikus yang selalu mencoba menahan kita selama perjalanan." Kata Jieru dengan nada santai.


"Kekejaman dari mana ini?" Tanya Weiheng, "Apa mungkin karena 'permainan' yang dikatakan ibumu? Kau sudah jauh dari sifat aslimu." Bisiknya.


"Aku tak tau, aku rasa kau benar. Aku bahkan tak mengerti dengan sifatku yang mudah berubah, entah sampai kapan semua ini akan berakhir." Bisik Jieru.


"Tapi aku tak masalah, selama kau tak melenceng tentang 'itu'." Bisik Weiheng lagi.


"Kau pikir aku ini apa? Bagaimana mungkin aku menyukai yang sama seperti aku?" Bisik Jieru sambil mencubit lengan Weiheng pelan.


Karena Weiheng dan Jieru asik berbisik-bisik, Jianying mendorong mereka keluar kamar setelah Gu Cheng dan Li Wei keluar. "Sampai bertemu besok!" Ketus Jianying lalu menutup pintu dengan cepat.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2