
Keesokan harinya berita tersebar dengan cepat, Gu Cheng yang mengawasi keadaan Ibukota langsung menyampaikan berita itu pada Weiheng.
"Apa?! Mereka menemukannya?! Apa kau yakin jika itu benar-benar Jieru?" Weiheng terkejut mendengar berita itu.
"Ya, aku bahkan melihat sendiri jika wanita itu adalah Jieru. Saat dia dibawa ke kediaman selir Yao aku hanya bisa melihat dari jauh, sangat banyak pengawal yang mengelingi disana. Kondisi Jieru tak sadarkan diri saat dibawa kesana, dia... seperti sangat kesakitan dan tak berdaya. Kata beberapa orang selir Yao akan menyembuhkan dia terlebih dahulu, setelah sembuh maka akan langsung dihukum mati." Jelas Gu Cheng.
"Tidak! Kita harus menyelamatkan dia malam ini juga!!" Kata Weiheng.
"Tapi, penjagaan disana sangat ketat." Gu Cheng sedikit ragu.
"Kita harus membuat rencana yang matang dan berhati-hati. Xia, apa kau punya rencana?" Tanya Han pada Lian Xia.
"Mengapa aku?!" Tanya Lian Xia.
"Karena kau yang paling licik setelah Jieru disini." Jawab Han.
"Cih! Aku ini cerdas, bukan licik! Huh!" Protes Lian Xia.
"Cepat berpikir atau ku buat kau berpindah posisi dengan Jieru!" Ancam Weiheng dengan nada dingin.
"Bagaimana kau bisa menggantikan posisi kami? Kau bahkan tak bisa masuk ke sana tanpa rencana." Ejek Lian Xia.
"Kau....!!" Weiheng kesal.
"Jika kalian ingin bertengkar teruskan saja! Biarkan saja Jieru disana untuk penyembuhan lalu dibunuh!!" Gu Cheng muak.
"Baiklah, baiklah. Bagaimana bisa seorang tabib marah? Aku akan memikirkan caranya secepat mungkin." Kata Lian Xia.
......................
Malam hari, kediaman selir Yao, tempat Jieru diobati.
"Rencana dimulai saat pergantian penjaga, ingat untuk melakukan semua tanpa kesalahan sedikit pun!" Kata Li Wei.
Mereka mengangguk dan langsung menyebar. Tak berselang lama tepat saat pergantian penjaga terjadi kebakaran di dapur, semua orang panik dan sibuk memadamkan api.
Weiheng, Gu Cheng, dan Han bergegas masuk ke kamar Jieru saat penjaga lengah.
"Jieru, bangun! Ayo ikut kami!" Weiheng mengguncang tubuh Jieru dengan pelan.
"Uh..." Jieru sepertinya belum sadar.
"Aku akan menggendongnya jika begini." Weiheng mengangkat tubuh Jieru yang lemah itu.
Mereka keluar secara diam-diam karena penjagaan sedikit longgar akibat kebakaran itu.
"Turunkan aku! Aku baik-baik saja!" Kata Jieru ketika mereka berada di sebuah gang sempit.
"Apa kau yakin?" Tanya Weiheng sambil menurunkan Jieru.
"Sangat yakin!!!" Jieru mengambil pedang Weiheng dan langsung menyerangnya.
"Apa yang kau lakukan?!" Weiheng terluka di lengan kanannya.
__ADS_1
"Apa yang aku lakukan?! Tentu saja membalas perbuatan kalian!! Kalian berusaha membunuhku sebelumnya, kalian bahkan membuat seolah-olah aku melakukan bunuh diri!!" Jieru terus menyerang tanpa henti sementara Weiheng terus menghindar.
"Apa maksudmu?! Kami tak pernah berusaha untuk membunuhmu!! Kau adalah rekan kami!! Kau juga musuh selir Yao!! Mengapa kau malah membantu selir Yao?!" Gu Cheng mulai menyerang Jieru, dia tau jika Weiheng tak akan bisa menyerang istrinya.
"Kalian semua adalah pembunuh!! Kalian mencoba untuk membunuhku sebelumnya!! Jangan berpikir untuk bisa menipuku!!" Jieru tak berhenti menyerang.
"Apa yang terjadi padamu!!!" Li Wei yang baru muncul langsung menyerang Jieru dan melukai punggung Jieru.
"Li Wei, apa yang kau lakukan?! Kau melukainya!! Dia masih sangat lemah sekarang!!" Weiheng meneriaki Li Wei.
"Apa?! Dia yang menyerang lebih dulu! Entah apa yang terjadi padanya hingga menyerang kita!" Li Wei balas berteriak.
"Hentikan kalian berdua!! Jika kalian terus bertengkar lebih baik kalian tak usah ikut kemari!!!" Gu Cheng mulai kelelahan melawan Jieru yang tenaganya seakan tak ada habisnya.
Wush....
Dua orang anak kecil dengan kecepatan tinggi menyerang Jieru, satu menyerang dipunggung sementara lainnya menyerang di dada dan sukses membuat Jieru terjatuh hingga pingsan.
"Beberapa orang berpakaian hitam sedang menuju ke sini!! Cepat bawa ibu pergi!!" Kata Minghao.
"Ibu sepertinya lupa ingatan dan hal itu dimanfaatkan oleh selir Yao." Lanjut Zhishu.
Para orang dewasa mengikuti perintah anak-anak dan membawa Jieru pergi. Tak berselang lama penjaga bayangan muncul, mereka hanya menemukan banyak tetesan darah dan sehelai kain berwarna biru.
"Ini adalah tanda dari Jieru!! Dia sudah dibawa ke hutan terlarang!! Cepat informasikan ini pada tuan!!" Kata salah satu penjaga bayangan.
......................
Jieru langsung diikat di sebuah pohon setelah sampai di tempat persembunyian.
"Jika dia tak diikat dia akan membunuh kita! Anak ini, entah apa yang terjadi padanya!" Jawab Li Wei.
"Aku bisa menjelaskan apa yang terjadi pada ibu." Kata Minghao.
"Oh? Bagaimana kau bisa menjelaskannya? Kau selalu didalam hutan dan tak pernah kaluar." Gu An tak percaya.
"Aku dan Zhishu baru saja mendapatkan informasi ini dalam perjalanan mengikuti ayah." Jawab Minghao.
"Oh? Maka jelaskanlah." Kata Gu An.
Flashback
3 bulan lalu, sebuah sungai.
Zhang Bingjie sedang berjalan-jalan seorang diri ditepi sungai sambil menenangkan pikiran, langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria terdampar tak jauh dari tempatnya berdiri. Awalnya dia tak perduli, namun karena penasaran dia mendekat.
Zhang Bingjie membalik tubuh pria itu dengan kakinya, saat posisinya telentang dia terkejut sampai terjatuh.
"Ji... Jieru?!" Dia mundur diri melihat Jieru.
"Tu... tuan.... Tolong.... Tuan.... tolonglah aku...." Jieru berkata sangat pelan, namun Zhang Bingjie masih bisa mendengarnya sedikit.
Zhang Bingjie memberanikan diri untuk mendekat, dia mendekatkan telinganya ke mulut Jieru. Jieru mengulangi perkataannya.
__ADS_1
"Tuan.... Dia tak mengenaliku? Dilihat dari luka dikepalanya, pasti dia mendapat banyak benturan dari batu-batu yang ada di sungai ini. Apa karena benturan itu dia jadi lupa ingatan? Sebaiknya aku membawa dia ke tempat rahasia untuk disembuhkan terlebih dahulu." Pikir Zhang Bingjie.
Zhang Bingjie menggendong Jieru yang penuh luka dan darah sendirian, saat sampai ditempat rahasianya dia langsung meminta seseorang untuk memanggil tabib yang merupakan bawahannya.
Setelah perawatan selama 2 bulan Jieru sudah hampir pulih dan sudah bisa bangun dari tempat tidur. Karena benturan keras Jieru kehilangan ingatannya, dia hanya tau jika Zhang Bingjie menyelamatkan dia.
"Tuan... apa tuan yang menyelamatkan aku? Apa.... tuan tau, siapa namaku?" Tanya Jieru sedikit ragu.
"Pfftt.... hahahaha!!! Kau bahkan tak mengingat namamu? Yang benar saja? Namamu Jieru, dan memang benar aku yang menolongmu." Jawab Zhang Bingjie sambil tertawa.
"Jieru? Apa benar itu namaku?" Jieru sedikit asing dengan nama itu.
"Ya, itu adalah namamu." Jawab Zhang Bingjie.
"Lalu.... mengapa aku bisa seperti ini?" Tanya Jieru lagi, masih dengan sikap canggung karena pertanyaannya yang sebelumnya.
"Kau.... dibunuh oleh sekelompok orang. Kau dibuang ke jurang dan dibuat seolah-olah melakukan bunuh diri. Aku baru saja mendapatkan informasi ini beberapa hari lalu." Jawab Zhang Bingjie berpura-pura merasa tidak enak saat mengatakannya.
"Dibunuh?! Tapi... apa salahku? Mengapa membunuhku?" Tanya Jieru.
"Entahlah, untuk alasan mereka melakukan hal itu aku masih belum tau. Tapi aku yakin, mereka pasti melakukannya untuk keuntungan pribadi." Jawab Zhang Bingjie.
Jieru terdiam, tak tau harus berkata apa lagi. Zhang Bingjie sukses membuat Jieru kebingungan dengan identitasnya, kemenangan berada dalam genggamannya.
"Jieru adalah yang terbaik setelah Weiheng, selain Weiheng tak ada lagi yang bisa mengalahkan Jieru. Tapi cinta akan menghalangi Weiheng untuk menyerang, kekalahan mereka akan segera datang!!" Zhang Bingjie bicara dalam hati.
Flashback end
"Darimana kau tau informasi ini?" Tanya Li Wei.
"Aku dan Zhishu pergi mengawasi kamar pribadi paman tak lama setelah kalian pergi. Paman sendiri yang menceritakannya pada selir Yao." Jawab Minghao.
"Kami tau kamar pribadi paman berada dimana setelah melihat peta yang ibu buat dan sembunyikan sebelumnya." Lanjut Zhishu.
"Kalian pergi ke kamar pribadi itu?! Kalian hanya mendengar dan tak melihat hal lain, kan?!" Weiheng takut anak-anaknya melihat hal yang bisa merusak mereka.
"Tidak ada, hanya itu. Memang apa yang bisa dilihat disana?" Tanya Zhishu polos.
"Tidak... tidak ada yang bisa dilihat di sana! Lain kali jangan pergi kesana lagi!" Kata Weiheng panik.
"Baiklah, sekarang kita tau apa yang terjadi. Langkah berikutnya adalah memulihkan ingatan Jieru." Kata ibu Li Wei.
"Tapi.... itu bisa menyakitkan baginya jika kita terlalu memaksa." Weiheng bimbang.
"Kita lakukan saja perlahan." Kata Li Wei.
"Kita tunggu ibu sadar besok pagi, jangan sampai lepas atau kita bisa dalam bahaya." Minghao memperingati.
"Anak-anak sudah dewasa terlalu cepat, bahkan bisa memperingatkan para orang tua. Weiheng, keturunan kalian memang tak tertandingi." Li Wei tersenyum sinis.
"Jangan memulai perdebatan lagi, sebaiknya kita istirahat dulu." Gu Cheng menarik tangan Li Wei.
"Cih! Yayaya kau lebih memilih untuk membela teman daripada istri!!" Li Wei kesal.
__ADS_1
Bersambung.......