KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Kemarahan Kaisar


__ADS_3

"Lancang!!!!!!" Kaisar melempar sebuah berkas.


"Redakan amarah yang mulia!!!" Kasim disebelahnya yang menyerahkan berkas itu berlutut.


"Beraninya mereka?! Cepat panggil selir Yao dan Zhang Bingjie untuk menghadap!!!" Perintah kaisar.


"Baik, yang mulia!" Kasim memberi hormat lalu pergi.


Setelah beberapa lama kasim itu kembali bersama selir Yao dan Zhang Bingjie dibelakangnya.


"Salam, yang mulia." Mereka memberi hormat.


"Bangkit." Kata kaisar dingin.


"Terima kasih, yang mulia." Mereka bangkit dari berlutut dibantu pelayan.


"Katakan dengan jelas, apa maksud dari berita yang beredar dan sedang panas diperbincangkan penduduk ibu kota?!?!?!" Bentak kaisar sambil menunjuk-nunjuk segulung berkas yang tadi dia buang.


Selir Yao mengambil benda didepannya dan membaca dengan seksama. Setelah selesai membacanya dengan seksama selir Yao menjatuhkan benda itu dan langsung berlutut.


"Yang mulia!! Ini fitnah!! Kami tak pernah melakukan hal menjijikkan itu!! Hamba difitnah!!" Kata selir Yao.


Zhang Bingjie yang penasaran mengambil benda yang dijatuhkan ibu mertuanya, dia sanggup terkejut saat membaca gulungan yang berisi berita tersebut.


"I... Ini tidak mungkin!! Selama 3 tahun ini tak pernah ada yang tau, bagaimana bisa berita ini tersebar luas di Ibukota?! Ini mustahil!!" Batinnya, dia mulai panik dan melakukan hal yang sama seperti selir Yao.


"Fitnah atau bukan, kalian tau sendiri lebih baik dari aku!!!!" Kaisar semakin murka.


"Yang mulia, izinkan hamba untuk menyelidiki hal ini!! Kami pasti difitnah!!" Kata Zhang Bingjie.


"Ya, yang mulia. Biarkan menantuku menyelidiki hal ini, aku yakin jika ada seseorang yang ingin menjatuhkan kami dengan fitnah!!!" Kata selir Yao.


"Cih!! Dia bilang tak akan ada yang tau, lalu kenapa sekarang malah tersebar?!" Batin Zhang Bingjie.


"Si*l!!! Ini pasti ulah putri si jal*ng itu, Jieru!! Mereka sudah ada di ibukota dan mengawasi kami. Semua pembunuh itu tak kembali, pasti karena telah dibunuh oleh mereka!!" Batin selir Yao.


"Semua orang membicarakan ini, apa lagi yang ingin diselidiki?! Bahkan tertulis disana kalian sudah melakukannya selama lebih dari 2 tahun dikamar pribadi Zhang Bingjie dan itu setiap malam!!! Kalian bahkan tak sadar jika ada pencuri yang masuk dan mengambil 2 kantong berisi beberapa tael!! Dasar hina!!!" Bentak kaisar yang semakin murka.


"Hamba mohon yang mulia!!! Kami difitnah!! Bao-yu adalah putri selir Yao dan dia istriku, bagaimana kami bisa melakukan hal itu?!" Kata Zhang Bingjie.


"Mereka bahkan tau waktu, tempat, dan sejak kapan semua itu terjadi, apalagi yang ingin diselidiki?! Semua bukti sudah jelas menunjukkan jika kalian melakukan hal hina itu di istana, fitnah tak mungkin memiliki bukti sebanyak ini!!!" Kata kaisar.

__ADS_1


"Yang mulia, tolong beri kami waktu!! Aku akan mencari kebenaran dan siapa pelaku yang menyebarkan fitnah ini ke seluruh ibu kota!!" Kata Zhang Bingjie.


"Yang mulia, berikanlah menantuku waktu." Kata selir Yao memohon.


"Aku harus menemukan Jieru, ini pasti ulahnya!!" Batin Zhang Bingjie.


"Aku beri kau waktu 4 hari. Jika kau belum menemukan bukti bahwa ini hanya sebuah fitnah, maka kalian akan aku beri hukuman berat!!! Kalian telah melakukan dosa besar!!!" Tegas kaisar.


"Baik! Terima kasih, yang mulia!! Hamba mohon pamit." Zhang Bingjie memberi hormat lalu pergi. Selir Yao juga pergi bersama menantunya.


"Awasi mereka! Kacaukan pekerjaan mereka! Jangan sampai menemukan siapa pelakunya! Biar mereka merasakan bagaimana menjadi selir Jiao yang harus dihukum mati karena fitnah saat itu!" Perintah kaisar.


"Baik, yang mulia!" Jawab kasim lalu beranjak pergi.


"Tunggu, temukan penyebar berita ini sebelum Zhang Bingjie dan bawa dia padaku." Kaisar menambah perintah.


"Baik, yang mulia." Kasim itu pergi.


"Selir Jiao, Jieru, aku akan berusaha untuk membersihkan nama kalian. Maafkan aku yang masih belum bisa menemukan bukti bahwa selir Yao yang melakukan pembunuhan itu." Batin kaisar yang sedang melamun.


"Salam, yang mulia kaisar!!" Seorang penjaga berpakaian serba hitam muncul tiba-tiba.


"Kami telah menemukan putri Jieru, dia ada disebuah penginapan di ibukota. Namun....." Penjaga itu menggantungkan kalimatnya.


"Namun apa? Lanjutkan." Kata kaisar.


"Namun, selir Jiao tak bersama mereka. Beberapa kali aku melihat putri Jieru yang berpakaian pria melamun didekat jendela, dia terus memandang langit dengan tatapan sedih." Lanjut sang penjaga.


"Pasti terjadi sesuatu pada selir Jiao sehingga dia tidak ikut. Terus selidiki apa yang mereka lakukan." Kata kaisar.


"Ah, ya. Kemarin mereka pergi kehutan terlarang untuk bertemu seseorang, dia adalah putra mahkota. Aku rasa sekarang mereka dalam perlindungan putra mahkota." Kata penjaga itu lagi.


"Putra mahkota? Aku rasa dia punya informasi yang lebih banyak daripada yang aku dapatkan." Kaisar menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Menurut penyidikan hamba Jieru dan Weiheng sudah menikah dan memiliki sepasang anak kembar. Yang laki-laki bernama Minghao, yang perempuan bernama Zhishu, marga Wei." Kata penjaga.


"Syukurlah, setidaknya aku memiliki cucu. Terus lindungi mereka secara diam-diam jika seperti itu, aku akan menemui putra mahkota." Kata kaisar.


"Baik!" Penjaga itu mundur beberapa langkah lalu berlari keluar dan langsung menghilang tanpa jejak.


"Putra mahkota, kita akan segera bergabung." Batin kaisar.

__ADS_1


..............


Penginapan


"Bagaimana? Apa sudah tersebar dengan cepat?" Tanya Jieru sambil duduk bersama Li Wei layaknya seorang bos besar.


"Lapor, tuan Jiao, tuan Li. Tugas sudah dilaksanakan, berkat bibir indah dan manis para wanita itu dalam beberapa jam sudah sampai ke telinga kaisar." Jawab Weiheng.


"Oh? Bibir indah? Manis? Jadi.... Apa kalian mengambil kesempatan untuk mendekati dan mencium para wanita?" Tatapan menyeramkan Jieru mendarat pada Weiheng.


"Bu.. Bukan itu!! Kami.... Kami tak melakukannya!!" Gu Cheng gugup karena dituduh macam-macam.


Jieru dan Li Wei mengarahkan pedang mereka ke para suami, "Katakan dengan jelas, apa kalian mengambil kesempatan dalam menjalankan tugas dan menggoda gadis-gadis!?" Kata mereka kompak dengan tatapan mematikan.


Weiheng dan Gu Cheng hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apapun, jika istri sudah marah maka kau hanya bisa berdo'a agar selamat.


"Katakan!! Apa kalian melakukannya?! Mengapa kalian bisa tau kalau bibir mereka manis?! Berapa lama kalian mencicipinya?! Selain itu apa lagi yang kalian cicipi?!" Tatapan para istri seperti ingin memakan mereka hidup-hidup.


"Ma... Maksudnya bukan itu!! Maksudku adalah cara mereka menyebarkan berita!! Tuan Jiao mohon jangan bunuh kami!" Jawab Weiheng spontan.


"Jika menjawab dari tadi aku tak perlu repot-repot mengeluarkan senjata." Jieru menyimpan pedangnya.


"Kau yang selalu salah paham!!" Ketus Weiheng.


"Aku rasa memotong lidahmu sedikit tidak masalah." Jieru kembali mengambil pedangnya.


"Tidak tidak tidak!!! Aku berjanji tak akan lagi mengatakan hal yang akan membuat tuan Jiao marah!!" Weiheng berlutut.


Kruyukkk~~ kruyukk~~


"Eh..... Aku lapar, bolehkah aku makan sekarang? Ini sudah waktu makan malam sudah dari tadi, kan?" Tanya Gu Cheng yang perutnya berbunyi karena kelaparan.


"Yayaya pergi saja. Bila perlu tak usah kembali ke kamar, tidurlah atap penginapan malam ini." Usir Jieru.


"Entah sebuah keberuntungan karena punya istri cerdas, atau ketidakberuntungan karena punya istri galak dan seram. Tapi dia tetap kesayanganku~~~" Batin Weiheng dan Gu Cheng bersamaan sambil cengar-cengir.


"Bukankah mereka gila? Disuruh tidur di atap malah senyum-senyum? Ah! Apa jangan-jangan mereka berencana untuk pergi dan mengintip kamar para gadis?!" Li Wei memprovokasi Jieru.


"Diamlah, aku akan membunuhnya jika dia berani melakukannya!! Aku ini bukan Jieru yang lemah lembut, tapi Jieru si buronan!!" Kata Jieru menyentil kening Li Wei.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2