
"Jieru!!!!!!! Berhenti!!!!" Teriak seseorang.
"Jianying? Ada apa? Kenapa berteriak seperti baru saja melihat hantu?" Tanya Jieru.
"A.. Aku... Huh... Huh..." Jianying ngos-ngosan karena sudah berlari cukup lama untuk mencari Jieru.
"Tarik nafas dan hembuskan perlahan. Setelah itu baru mulai bicara." Kata Jieru.
Jianying menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, "Aku di minta untuk membawamu menghadap selir Yao, dia lagi-lagi ingin menyulitkanmu!" Kata Jianying dengan nada kesal.
"Apa lagi sekarang? Sebaiknya aku segera kesana, jika tidak nyonya pasti akan di jadikan sasaran!" Jieru langsung berlari.
"Hei!!! Tunggu aku!! Kenapa malah meninggalkan aku?! Dasar teman menyebalkan!! Tak bisakah menunggu sebentar?! Kawan l*kn*t!!!" Teriak Jianying.
"Akhirnya kau datang!!" Ketus selir Yao ketika melihat Jieru berlari.
"Jieru menghadap pada selir Yao." Jieru yang masih kelelahan langsung berlutut.
"Pelayan!! Bawakan cambuk!!!" Kata selir Yao. Dengan cepat pelayan memberikan cambuk.
"Tunggu!!!" Selir Jiao menghentikan selir Yao yang hendak mencambuk Jieru. Disusul permaisuri dan kaisar yang berada dibelakangnya.
"Memberi hormat pada yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri." Semua orang menghormat ketika melihat kaisar dan permaisuri.
"Ada apa ini?" Tanya kaisar.
"Pelayan ini mencuri perhiasan ku!!" Jawab selir Yao.
"Tidak, yang mulia! Jieru tidak mencuri! Jieru bahkan tidak tau dimana selir Yao menyimpan perhiasannya!" Kata Jieru.
"Dia berbohong! Aku memiliki seorang saksi!" Kata selir Yao.
__ADS_1
Tak lama Li Wei datang, dialah saksi yang selir Yao maksud.
"Li Wei, dia saksi yang melihat Jieru mengambil perhiasanku!" Selir Yao tampak percaya diri.
"Ya, aku melihat sendiri! Jieru yang...." Belum selesai Li Wei bicara Jieru menyela.
"Kau yang melihat aku mengambil perhiasan selir Yao?" Jieru menaikkan dagunya tanda menantang.
"Ya! Aku sendiri yang melihatnya! Pagi ini kau diam-diam masuk ke kamar selir Yao, aku terus mengawasimu karena aku curiga. Ternyata benar kau mencuri dan meletakkan setengah dari barang bukti di tumpukan pakaian ku! Kau pasti berencana untuk menjadikanku kambing hitam!" Jawab Li Wei.
"Lihat?! Kalian sudah melihat saksi sekaligus kesaksiannya! Pelayan ini adalah seorang pencuri! Dia harus dihukum! Sebulan lalu dia bahkan membuat temannya dipukul dengan sangat keras, dia memfitnah temannya itu. Dia mengatakan jika Li Wei mencoba untuk membunuhnya, padahal Li Wei sudah berusaha menyelamatkan dirinya!! Aku akan menghukum mati dia!!!" Selir Yao terus saja mencari kesalahan Jieru.
"Diam!!! Apa kalian tidak menganggap kehadiran ku dan permaisuri disini, sampai berbicara dengan nada setinggi itu?!?!!" Bentak kaisar.
"Maaf, yang mulia." Mereka membungkuk hormat.
"Jieru, apa kau punya pembelaan? Jika ada maka katakan sekarang." Kata kaisar.
"Siapa yang berusaha menjebak? Kau memang seorang pencuri!" Jawab Li Wei.
"Ehem....!!!" Kaisar berdeham cukup keras tanda peringatan. Li Wei terdiam melihat wajah kaisar.
"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar." Jieru berdiri tepat didepan Li Wei. "Aku akan membantu kalian untuk menjawab pertanyaan ku tadi. Kaisar, mohon izin untuk melanjutkan pembelaan."
"Silahkan berbicara." Kaisar mempersilahkan.
"Rencana kalian sangat bagus, kalian bahkan tau apa yang harus kalian katakan jika seseorang bertanya. Namun, ada satu kesalahan." Jieru menyeringai, aura penuh tekanan muncul disekitarnya.
"A... Apa maksudmu? Aku.... Jangan mendekat padaku!" Li Wei merinding dan mundur beberapa langkah ketika Jieru semakin mendekat padanya.
"Kalian punya satu kesalahan yang menghancurkan rencana sempurna kalian. Kalian tidak memastikan dimana aku berada sepanjang pagi, apa itu benar? Li Wei mengatakan aku mencuri di pagi hari, tetapi apa kalian tau dimana aku berada dan dengan siapa?" Tanya Jieru.
__ADS_1
"Ten... Tentu saja kau sendiri dan sedang mencuri perhiasanku!! Jawab selir Yao.
"Yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri, apa jawaban selir Yao itu benar?" Tanya Jieru.
"Mengapa kau bertanya kepada kaisar? Tentu saja dia tidak tau!" Kata selir Yao percaya diri. "Kali ini kau pasti akan teratasi!!" Batinnya.
"Tentu saja aku tau, jawaban selir Yao itu salah. Sepanjang pagi hingga siang Jieru dan selir Jiao bersama permaisuri dan aku." Jawab kaisar.
"A... Apa?!" Selir Yao terkejut.
"Kau berencana untuk menyingkirkan diriku. Aku tau alasannya. Selir Jiao sudah menganggap aku seperti anak kandungnya sendiri, jika aku dihukum mati maka dia akan sangat terpukul. Hal itu bisa membuatnya menjadi gangguan jiwa, juga akan di pindahkan ke istana dingin. Setelah itu kau akan menyingkirkan permaisuri sehingga kaisar hanya akan menjadi milikmu. Apa aku benar?" Aura dingin Jieru sudah menusuk tubuh selir Yao, dia sangat ketakutan.
"Maafkan aku, yang mulia!!! Aku.... Aku hanya ingin kau melihatku! Selama ini kau lebih perhatian pada permaisuri dan selir Jiao, karena itu aku menjadi iri. Ampuni aku, yang mulia!! Mohon ampun!!!" Selir Yao bersujud meminta maaf.
"Sudah ketakutan? Aku masih belum menemukan bukti kau membunuh selir lain, setelah aku temukan itu maka kau akan dihukum mati. Kau tak lebih daripada seorang nenek tua yang licik namun b*d*h!!! Aku akan membalaskan dendam untuk Jieru dan para selir itu!" Batin Jieru.
"Selir Yao melakukan kesalahan yang akan berakibat fatal bagi selir Jiao, dihukum kurungan 3 hari diistana dingin! Hanya boleh memakan sayuran dan hanya akan diberi makan dua kali sehari! Tak ada yang boleh memberinya daging! Jika ada yang melanggar akan aku hukum!!!" Kaisar mengeluarkan perintah.
"Ampuni aku, yang mulia!!! Aku mengaku salah!!! Tolong jangan kurung aku diistana dingin!!!" Berontak selir Yao ketika beberapa prajurit menariknya.
"Li Wei, kau juga melakukan kesalahan. Setelah ini kau harus di cambuk 150 kali, membersihkan kandang kuda selama sebulan, dan tentu saja kau hanya akan menerima setengah dari hasil kerja kerasmu selama setahun!" Kata kaisar.
"A... Apa?! Yang mulia, maafkan aku!!! Aku hanya diperintah oleh selir Yao!!! Ampuni aku!! Ibuku sedang sakit!! Adikku juga membutuhkan uang untuk belajar!!" Li Wei terus memohon namun tak didengar oleh kaisar.
"Jieru, kurasa hari ini cukup melelahkan. Kau bawalah selir Jiao kembali untuk beristirahat, tubuhnya lemah." Kata kaisar.
"Baik, yang mulia. Jieru mohon pamit." Jieru memberi hormat lalu membawa selir Jiao.
"Jieru tak seperti anak selir Jiao, dia memang anak selir Jiao. Entah sampai kapan rahasia ini tersimpan. Nuan Nuan, kapan kita bisa memberitahunya?" Kaisar memijit kepalanya pelan ketika sudah sampai di kamar.
"Kita harus menyembunyikan ini sampai kita bisa mengalahkan selir Yao. Saat ini kita masih membutuhkan dia. Lagipula ikatan mereka sangat erat, mereka pasti akan sangat bahagia jika mengetahui kebenaran itu." Jawab permaisuri.
__ADS_1
Bersambung.......