KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Mimpi Buruk


__ADS_3

Rein membuka matanya, "Dimana ini? Kenapa aku bisa ada disini? Bukannya......" Rein bingung. Tempat itu seperti sebuah tenda yang cukup besar, ada pedang, tombak, bahkan jubah perang.


"Luar biasa!! Ternyata dia masih hidup!!!" Seru seseorang. Tak lama beberapa orang datang.


"Ma... Mau apa kalian?! Dimana ini?!" Rein panik. Wajah 5 orang prajurit itu tampak kebingungan.


"Kau... Tak mengingat kami?" Tanya salah seorang dengan nada ragu-ragu.


"Apa mungkin karena racun itu dia langsung lupa ingatkan setelah sembuh?" Tanya seorang lainnya.


"Kita ada di medan perang. Kau terluka dan diracuni, kau satu-satunya yang selamat setelah terkena racun itu. Aku tak perduli kau lupa ingatan atau apa, bersiaplah untuk perang besok." Seseorang masuk.


"Salam, jendral!!!" Mereka menghormat.


"Perang?" Rein tambah bingung.


"Tak perlu banyak bertanya, persiapkan saja dirimu. Kalian istirahat dulu, besok entah siapa diantara kita yang akan gugur." Orang itu keluar.


"Sudahlah, kita menurut saja. Selamat istirahat sejenak." Seseorang berbaring didekat Rein.


Tak mau ambil pusing, Rein memilih untuk ikut berbaring dan memejamkan matanya. Tak lama mimpi itu datang, semua ingatan pemilik tubuh dapat Rein lihat dengan sangat jelas.


Pagi-pagi buta


"Weiheng, keadaan mu sudah baik-baik saja?" Tanya rekannya.

__ADS_1


"Iya, aku rasa ingatanku sudah kembali. Mungkin karena efek racun aku mengalami lupa ingatan sejenak." Jawab Rein, dia sudah memiliki semua ingatan bahkan kemampuan bertarung pemilik tubuh sebenarnya yang memang sudah mati itu.


"Syukurlah kalau sudah pulih, itu artinya kau sudah siap untuk perang hari ini!!" Seru Wenhua yang tadi bertanya.


"Ya!! Diantara kita ber enam kau adalah yang paling kuat, hampir saja kami kehilanganmu!" Kali ini Yongsheng yang tiba-tiba muncul mengagetkan mereka.


"Perang kali ini kita semua harus kembali dengan keadaan selamat! Kita harus bertarung sekuat tenaga! Semua harus bersiap!" Tegas Jenderal Yelu.


"Siap, laksanakan!!!!" Mereka memberi hormat.


Rein harus berperang selama berhari-hari. Jika saja dia tak mendapatkan kemampuan pemilik tubuh, mungkin saja dia sudah terbunuh dihari pertama. Tubuhnya bergerak begitu saja, dengan cepat dia menguasai setiap gerakan spontan dari tubuh itu.


Walau melintasi waktu adalah mimpi buruk bagi dirinya, namun itu juga memberikannya harapan. Jika dia bisa melintasi waktu dan kembali ke masa lalu, mungkin saja Vivian juga mengalami hal yang sama? Setidaknya dia memiliki harapan untuk bisa bertemu kembali dengan istrinya walau kemungkinan yang ada hanya sebesar sebutir pasir.


Tubuhnya penuh luka saat kembali ke kerajaan, namun dia tetap semangat dengan harapan bisa bertemu Vivian.


"Cepat katakan!! Siapa yang mendorong Jieru kedalam kolam?!" Seorang wanita dengan pakaian tradisional sederhana terlihat sangat marah.


"Tak ada yang melihat kejadian itu, nyonya! Hamba sedang mencarinya sesuai perintah nyonya, tapi hamba malah melihat dia tercebur kedalam kolam. Hamba hendak menolongnya yang hampir tenggelam, namun hamba terlambat. Mohon ampun, nyonya!!" Jawab Li Wei sambil bersujud ketakutan.


Vivian membuka matanya, tempat dia berada sekarang lagi-lagi tempat yang asing walau kali ini tak gelap gulita. "Sshhh....." Dia mendesis ketika ingatan yang tak pernah dia alami muncul, kepalanya terasa sangat sakit.


"Jieru!! Akhirnya kau sadar!! Tabib mengatakan bahwa kau sudah tiada, untungnya dia salah dan kau masih hidup!!" Wanita yang sedang marah-marah tadi memeluk Vivian sambil menangis.


"Ba.... Bagaimana mungkin?!" Li Wei terlihat terkejut dan ketakutan.

__ADS_1


"Mengapa tidak mungkin? Ada apa? Kau merasa telah gagal melakukan perintah?" Vivian menaikkan dagunya dan berbicara dengan tegas, mencoba untuk mengintimidasi Li Wei yang sudah ketakutan itu.


"A... Apa maksudmu?! A.. Aku... Aku tak tau apa maksudmu! Jangan sembarangan menuduh! Aku tak pernah mendapat atau melakukan perintah apapun dari selir Yao!!!" Li Wei mencoba mengelak.


"Oh? Apa aku pernah mengatakan atau menyebut nama selir Yao?" Vivian berhasil memancing Li Wei.


"Li Wei mencoba untuk membunuh pelayan sekaligus rekannya!! Hukum dia seratus kali cambukan!!" Wanita itu memerintah, tak lama beberapa prajurit datang dan membawa Li Wei.


"Nyonya, ampuni aku!!! Aku berjanji tak akan mendengarkan perintah selir Yao lagi!!! Ampuni aku, Nyonya!!!!" Li Wei terus memohon namun diabaikan oleh wanita itu.


"Nyonya, terima kasih telah merawat dan mengkhawatirkan Jieru. Hamba akan melayani nyonya selama hidup hamba dan melakukan semua perintah nyonya. Hamba akan melayani selir Jiao dengan sepenuh hati." Vivian/Jieru memberi hormat.


"Kau sudah seperti putriku, tentu saja aku khawatir. Aku tak bisa memiliki seorang anak, tapi kau menghilangkan kesedihan ku saat itu." Selir Jiao mengelus pipi Jieru/Vivian.


"Jieru benar-benar berhutang budi pada nyonya. 20 tahun lalu hamba hanya seorang anak kecil yang hilang ingatan, kemudian nyonya membawa hamba untuk melayani nyonya. Walau hanya seorang pelayan, nyonya memperlakukan saya seperti putri yang sangat berharga. Jieru berhutang budi seumur hidup Jieru." Kata Vivian/Jieru.


catatan


Setelah ini


Jieru \= Vivian


Weiheng \= Rein


Terima kasih untuk teman-teman online ku yang sudah membantuku😊

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2