KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Episode 54


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan?!" Panik Liat Wei yang baru saja bangun dan melihat Jieru menyayat tangannya dengan belati.


"Mencegah kecurigaan." Jawab Jieru dengan nada santai.


"Tapi apa perlu melukai diri sendiri?!" Li Wei dibuat kesal oleh Jieru.


"Jelas perlu, jika tak ada luka maka tak akan dipercaya." Jieru melukai lengan kirinya.


"Tapi jangan lakukan itu disini walaupun terpaksa!!!" Weiheng yang baru saja bangun merebut dan melempar belati yang ada di tangan Jieru.


"Tolonglah, jika aku tak terluka aku tak bisa meyakinkan mereka." Kata Jieru.


Keributan yang terjadi pagi-pagi bahkan masih subuh itu membangunkan yang lain.


"Apa yang terjadi?! Mengapa ibu terluka?!" Zhishu panik.


"Apa orang-orang itu menyerang lagi?" Tanya Minghao.


"Tidak. Ibu kalian ini sudah gila!! Dia bahkan melukai dirinya sendiri! Benar-benar tak bisa diselamatkan!" Ketus Li Wei yang sudah marah.


"Aku akan kembali sekarang, mereka pasti akan curiga jika aku kembali tanpa luka sedikitpun." Jieru merobek bajunya sedikit.


"Tapi kau terluka dan mengeluarkan banyak darah!" Protes Gu Cheng.


"Jangan lakukan hal yang ekstrem lagi! Sebelumnya sudah cukup dengan kakak yang melompat ke jurang hingga lupa ingatan." Lian Xia memeluk Zhishu yang terlihat khawatir.


"Aku harus pergi sekarang, aku akan kembali nanti malam." Jieru langsung pergi.


Weiheng yang khawatir mencoba mengejar Jieru, namun Han menahannya dan menggelengkan kepala mengisyaratkan untuk tidak mengejar.


"Ibu selalu bertindak sendiri, dia selalu melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa memberitahu kita." Minghao menatap ke arah dimana jejak ibunya menghilang.


"Ibu selalu berhasil dalam rencananya, kali ini.... pasti juga akan berhasil. Ibu melukai dirinya sendiri agar tak dicurigai, juga agar bisa tetap mencari informasi. Ibu memang lupa ingatan, tapi sifat ibu yang seperti ini tak pernah hilang." Zhishu melakukan hal yang sama dengan Minghao.


......................

__ADS_1


Gubuk persembunyian Jieru saat pingsan sebelumnya.


"Nona!!!" Penjaga bayangan itu langsung berlari dan memapah tubuh Jieru yang terbaring lemah didepan pintu ketika hendak masuk.


"Tolong.... bantu aku...." Jieru memohon dengan nada sangat lemah.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau bisa terluka?" Tanya Zhang Bingjie.


Zhang Bingjie sudah mendengar kabar jika Jieru menghilang semalaman, dia langsung datang untuk memastikan. Penjaga bayangan hampir saja dipenggal ketika dia tak melihat Jieru, untung saja Jieru kembali tepat waktu.


"Kondisinya masih lemah, kenapa bisa terluka? Bukankah sudah aku katakan jika dia. harus beristirahat beberapa hari? Mengapa masih bisa keluar dan bahkan terluka separah ini?" Tabib memarahi penjaga bayangan itu, "Adikmu ini lupa ingatan, jangan terlalu memaksakan dia! Jika dia harus beristirahat maka jangan biarkan dia keluar! Dasar kakak tak berguna, mengurus adik saja tidak bisa!" Gerutunya.


"Tabib, apakah keadaannya baik-baik saja?" Tanya Zhang Bingjie.


"Biarkan dia beristirahat untuk sementara, oleskan obat pada luka-lukanya dengan teratur." Tabib memberikan resep.


"Baik, terima kasih. Aku akan mengawasi dia agar tidak keluar sampai dia benar-benar pulih." Kata Zhang Bingjie.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu." Kata tabib.


"Silahkan, tabib." Penjaga bayangan mengantar tabib keluar.


"Ya, tuan. Aku mengatakan jika kamu berasal dari kota kecil di seberang agar tabib itu tidak curiga." Jawab penjaga bayangan.


"Uh..... apa yang terjadi?" Tanya Jieru ketika baru bangun.


"Dari mana saja kau? Mengapa kau tak kembali kesini sepanjang malam? Apa yang telah kau rencanakan? Kemana kau pergi selama itu?" Zhang Bingjie langsung menginterogasi Jieru.


"Aku.... saat tertidur kemarin sore, aku melihat sebuah bayangan. Seseorang memanggilku, dan aku memanggilnya 'ibu'. Tapi..... dia dibunuh oleh seseorang! Aku yakin, jika yang melakukan hal itu adalah mereka! Aku sangat yakin! Jadi aku pergi ke hutan terlarang untuk menyerang mereka. Tak ku sangka jika mereka akan membuat banyak sekali jebakan di sana. Aku terus berusaha


mencoba untuk bertahan dan menghindari benda-benda tajam itu, tapi aku tetap saja terluka." Jawab Jieru.


"Dari ekspresi wajah saat dia berbicara, dia terlihat tak berbohong. Gerak-gerik yang dia perlihatkan menunjukkan jika dia sangat tenang saat mengatakannya, dan tidak gugup yang hanya akan membuat kebohongannya terbongkar." Batin Zhang Bingjie.


"Nona sebaiknya beristirahat selama beberapa hari, ini adalah perintah tabib. Oh, jika dia datang dan bertanya 'dimana kakakmu' maka yang dia maksud adalah aku. Saat itu aku mengatakan jika aku adalah kakak kandung nona, maaf karena telah melakukannya tanpa persetujuan nona." Penjaga bayangan itu berlutut.

__ADS_1


"Em... baiklah, aku akan lanjut istirahat. Jika kau sudah mengatakan aku adikmu, maka kau harus memperlakukan aku dengan sepenuh hati layaknya seorang kakak yang menyayangi adiknya." Kata Jieru.


"Baik, nona." Penjaga bayangan itu tersenyum dibalik penutup wajahnya.


"Jika aku adalah adikmu jangan gunakan kata 'nona', sebut saja namaku." Kata Jieru.


"Baik, Jieru." Senyum penjaga itu semakin lebar.


"Baiklah, aku akan pergi dulu." Kata Zhang Bingjie.


"Baik, tuan." Kata dua orang lainnya.


Setelah Zhang Bingjie pergi Jieru langsung beristirahat sementara penjaga bayangan mengawasi keadaan sekitar, juga berjaga-jaga jika Jieru akan kabur.


Sebenarnya penjaga bayangan itu adalah suruhan putra mahkota, bawahan Zhang Bingjie yang asli sudah dibunuh lebih dulu. Putra mahkota sudah tau kondisi Jieru, saat ini dia sibuk mencari tau bagaimana cara untuk memulihkan ingatan yang hilang.


Weiheng tersenyum sepanjang hari karena dia sudah meluapkan kerinduan yang sudah lama terpendam tadi malam, Jieru memeluknya dengan erat walau sudah tertidur. Weiheng tak melepaskan pelukannya pada Jieru sepanjang malam, dia sudah cukup puas bisa melakukan hal yang biasanya mereka lakukan sebelum Jieru lupa ingatan.


Minghao dan Zhishu yang menyadari perubahan pada ayah mereka hanya bisa tertawa geli secara diam-diam. Setelah 3 bulan selalu terlihat murung dan seperti mayat hidup, akhirnya ayah mereka bisa tersenyum.


"Gu Cheng selalu menatap sinis ke arah Weiheng, kau juga risih melihat dia yang selalu tersenyum seperti orang bod*h?" Tanya Li Wei yang sudah muak melihatmu weiheng tersenyum.


"Ya, ingin sekali aku memasukkan racun ke makanannya." Jawab Gu Cheng.


"Sudahlah, daripada dia murung sepanjang hari. Lebih baik dia tersenyum, daripada terlihat seperti cucian yang sudah ditinggalkan selama setahun." Kata ibu Li Wei.


"Sudahlah, biarkan saja. Lagipula kak Jieru sekarang sudah tau siapa musuhnya yang sebenarnya, dan sudah tau siapa keluarga yang sangat menyayanginya." Kata Han.


"Aku setuju dengan Han!" Kata Jianying.


"Aku juga setuju!!!" Seru Minghao.


"Makan siang sudah siap!!! Ayo makan bersama!!" Panggil Lian Xia yang wajahnya hitam akibat asap hingga terlihat kotor.


"Baiklah, kami akan makan." Han membersihkan wajah istrinya, wajah cantik dan imut itu kembali memancarkan kecantikannya.

__ADS_1


"Nasibku sungguh tak beruntung, mengapa aku selalu dikelilingi oleh keromantisan sepasang suami-istri? Cepat pertemukan aku dengan jodohku, aku sudah tak sanggup menanggung beban ini. Mereka selalu bermesraan didepanku dan tak memperdulikan perasaanku." Batin Jianying yang menjadi satu-satunya orang dewasa yang belum menikah. 'Jomblo abadi' adalah julukannya yang diberikan oleh Jieru.


Bersambung......


__ADS_2