
Sudah beberapa bulan Rein menjadi anggota keluarga 'Family's Restaurant', dia hidup dengan hari-hari yang penuh kebahagiaan. Walau terkadang Alex datang dengan beberapa orang untuk membuat rusuh, mereka selalu berhasil mengalahkan orang tak tau diri itu.
Namun, kebahagiaan itu mulai terguncang. Sesuatu yang tak diinginkan oleh Vivian terjadi.
14.00
Vivian baru saja akan menjemput Alvian pulang sekolah, namun wali kelas Alvian menelfon.
"Iya, halo? Ada apa, bu?" Tanya Vivian.
"Nak Vivian, Alvian... Alvian kecelakaan! Dia.. Dia.... Tadi ada kecelakaan maut, ga ada yang selamat kecuali dia. Alvian... Dia keseret sampai puluhan meter. Hiks....hiks.... Lukanya benar-benar parah nak, sekarang dia lagi dibawa kerumah sakit XX. Nak, kamu cepat kesini ya. Ibu ga kuat liat keadaannya. Hiks... Hiks... Keadaannya parah banget." Kata sang guru yang sedang menangis karena melihat langsung murid kesayangannya terlibat kecelakaan mengerikan itu.
"A... Apa?! Bu... Ibu jangan nakutin saya. Itu ga mungkin terjadi bu, Vian ga mungkin terlibat kecelakaan." Suara Vivian bergetar, syok dengan berita yang dia dapatkan saat itu.
"Ibu ga nakutin kamu nak. Ibu udah di rumah sakit sekarang, kamu cepat kesini, ya? Adik kamu.... Dia... Lebih baik kamu lihat sendiri, Ibu ga kuat untuk jelasinnya." Kata wali kelas Alvian.
"Baik, saya kesana sekarang!" Vivian segera memutus panggilan.
"Bos, ada apa?!" Tanya Pak Gun.
"Alvian.... Kecelakaan. Sekarang aku harus ke rumah sakit." Jawab Vivian yang sudah menangis.
"Kecelakaan?! Aku ikut!" Kata Rein panik.
__ADS_1
"Pak Sam, tolong antar Rein ke rumah sakit XX. Kalau sama aku ga bisa, aku harus cepat." Jawab Vivian yang langsung berlari keluar.
"Rein, ayo." Pak Sam menuntun Rein.
......
Rumah sakit XX
Vivian menghampiri wali kelas Alvian, "Gimana keadaannya, bu? Dia... Dia ga apa-apa, kan?! Bu... Ibu jangan diam aja! Ngomong dong, bu!" Vivian sangat panik dan takut.
Setelah beberapa menit Rein datang, "Vian, Al... Alvian gimana?!" Tanyanya tak kalah panik.
Vivian berlari dan memeluk Rein erat, "Aku gagal Rein, aku gagal lagi. Hiks... Hiks... Aku gagal lagi buat ngelindungin dia. Kalau dia ga selamat apa gunanya semua kesempatan itu Rein?! Semua itu percuma!! Huaaaa...." Vivian menangis sejadi-jadinya.
"Vian, kamu harus tenang. Dia... Dia pasti selamat, dia ga akan kenapa-kenapa. Kamu ga mungkin gagal, setelah semua ini kamu ga mungkin gagal!" Rein mencoba menenangkan Vivian meskipun dia sendiri juga sedang syok.
"Aku gagal, Rein..... Aku gagal.... Aku ga bisa jaga Vian. Aku ga bisa!!" Vivian memukuli dada Rein.
"Kamu ga gagal, kamu ga mungkin gagal. Semua yang terjadi itu udah diatur, kita harus menjalaninya." Rein masih memeluk Vivian dengan erat, dia tak masalah Vivian memukuli dadanya.
"Kamu ga tau rasanya tuh gimana!! Percuma kamu dikasih kesempatan kedua tapi Tuhan takdirkan kamu untuk gagal lagi!!! Semuanya percuma, Rein!!!" Tangis Vivian semakin menjadi-jadi.
"Tenang, Vian! Kamu harus tenang! Kamu harus kuat untuk menghadapi semua ini!" Rein terus mencoba untuk menenangkan Vivian.
__ADS_1
"Gimana aku bisa tenang?! Kamu tau apa yang aku rasakan, hah?! Ga kan?!" Bentak Vivian.
"Aku memang ga tau. Tapi kamu harus tenang, kalau kamu gini terus ga akan merubah apapun. Walau kamu sampai nangis darah, keadaan Alvian ga akan berubah kalau ga ditangani dengan baik. Kamu harus tenang, oke?" Rein mengelus pundak Vivian.
"Ga akan terjadi apa-apa!! Ibu udah panggil dokter terbaik juga akan menanggung semuanya!!!" Seorang wanita berusia sekitar 55 tahun tiba-tiba datang.
"Kenapa Ibu bisa ada di sini?" Tanya Rein.
"Itu bisa dibahas nanti, yang penting adik dari calon menantuku harus selamat!!" Kata ibu Rein.
Semua diatur oleh ibu Rein, tak ada satupun yang terlewat. Para pendonor darah juga sudah ada. Bahkan setelah Alvian melewati masa kritis semua tetap diatur oleh ibu Rein.
Seminggu kemudian
Rein dan Vivian diminta untuk datang ke keluarga Chandra, mereka terpaksa meninggalkan Alvian yang masih terbaring di rumah sakit.
"Ada apa nyonya Chandra memanggil kami?" Tanya Vivian.
"Kalian ternyata udah datang, duduk dulu." Kata ibu Rein.
"Nyonya Chandra, Anda sudah bisa berikan kami penjelasan." Kata Vivian.
"Saya mau kamu dan Rein untuk segera menikah setelah adik kamu sembuh total." Ibu Rein langsung bicara ke intinya.
__ADS_1
"Apa?!" Rein dan Vivian bingung.
Bersambung......