KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Mana yang Asli?


__ADS_3

Dua hari kemudian di malam hari Devina kembali ke kediaman Chandra dia menunggu Michael pulang sambil duduk santai di tembok pembatas menikmati langit malam. Namun alangkah terkejutnya semua orang termasuk dirinya ketika ada dua Devina di waktu dan tempat yang sama.


"Akhirnya kembali setelah libur dua minggu lebih!" Ucap Devina yang sedang duduk santai di tembok pagar kediaman Chandra.


Tak lama mobil Michael memasuki gerbang, Devina langsung melompat dan berlari menghampiri mobil itu. Begitu Michael keluar Devina langsung memeluknya erat, dia sudah sangat merindukan pria di depannya itu. Namun berbeda dengan Michael, dia langsung melepas pelukan Devina dan mendorongnya kuat.


"Siapa kamu?!" Kesal Michael, dia belum melihat wajah gadis di depannya.


"Mi... Minghao...." Devina menatap sendu.


"Gu.... Gu An?! Ba... bagaimana mungkin?!" Michael terkejut.


"Apanya yang bagaimana mungkin?" Tanya Devina heran.


"Minghao, siapa dia?" Tanya Devina yang terburu-buru keluar dari mobil ketika melihat seorang wanita memeluk kekasihnya.


"Mu... mustahil!" Ucap Devina tak percaya melihat wanita yang keluar mobil.


"Siapa kamu?!" Pekik Devina yang langsung menjauhkan Devina lainnya dari Michael agar tak memeluknya lagi.


"Seharusnya aku yang tanya, siapa kamu?!" Tanya Devina yang berpakaian serba hitam.


"Hahaha..... Kayaknya aku terlalu capek sampai halusinasi!" Ucap Michael tertawa garing, dia tak habis pikir dengan kejadian itu.


"Michael, aku Devina! Aku bukan halusinasi!" Devina berbaju hitam menggenggam tangan kanan Michael.


"Minghao, aku Gu An kamu, aku juga ga ngerti ada apa ini?" Devina yang tadi bersama Michael di dalam mobil memeluk lengan kiri Michael.


"Bohong! Aku Gu An yang asli!" Devina kanan menarik Michael.


"Bohong! Aku yang asli!" Devina kiri menarik Michael.


Dua orang itu saling tarik menarik, Michael dijadikan tali tambang sampai merasa tubuhnya akan segera terputus. Dua orang itu terus menarik, sampai akhirnya Michael yang frustasi berteriak menghentikan mereka.


"Diam!!!!! Sebenarnya ada apa ini!?" Michael melepas paksa dua tangan yang terus menarik tubuhnya ke kiri dan kanan.


"Apa-apaan ini?!!!" Pekik Valencia yang menghampiri mereka. Karena kakaknya tak kunjung masuk dia memutuskan untuk keluar, namun dia malah bingung sendiri melihat Michael ditarik oleh dua orang berparas sangat mirip.


"Valencia! Valencia tolong bilang sama Michael aku itu Devina yang asli!" Ucap Devina kanan.


"Jangan! Aku yang asli!" Ucap Devina kiri.


"Aku yang asli!" Teriak Devina kanan.


"Aku yang asli! Kamu itu palsu!" Teriak Devina kiri.


Kedua orang itu kembali saling tarik menarik, Michael merasa tubuhnya sudah mulai terputus sedikit demi sedikit. Valencia hanya ternganga dan tak bisa berkata apa-apa, dia bingung mana yang asli.

__ADS_1


"Kalian berhenti sekarang! Aku akan kasih kalian beberapa pertanyaan, siapa yang berhasil jawab dengan benar maka dia yang asli!" Putus Valencia.


"Tanya aja, aku pasti bisa jawab semuanya!" Ucap Devina kanan percaya diri.


"Cih, aku juga pasti bisa jawab semuanya!" Ucap Devina kiri percaya diri.


"Oh? Kalau gitu kita mulai sekarang!" Ucap Valencia, entah dari mana asalnya kacamata dan penggaris sekolah itu.


"Siap, nyonya!" Ucap dua Devina bersamaan. Mereka duduk di kursi dan melipat tangan mereka di atas meja, mungkin jin yang membawa benda-benda itu secara ghaib? 🧞‍♂️🧞‍♀️🤷‍♀


"Pertanyaan pertama, sejak kapan kita saling mengenal?" Tanya Valencia sambil menurunkan kacamatanya dan menyangkutkannya di ujung hidungnya, persis seperti guru bagian bimbingan konseling yang sedang menginterogasi murid .


"Sejak lahir!" Jawab kedua Devina dengan gaya dan nada judes yang sama.


"Pertanyaan kedua, dimana kita lahir?" Lanjut Valencia.


"Desa kecil perbatasan negara! Di dimensi lain!" Jawab kedua Devina, lagi-lagi serempak.


"Pertanyaan ketiga, siapa namaku sebelumnya?" Tanya Valencia tetap dengan ekspresi wajah datarnya, seakan tak ada keterkejutan dalam dirinya.


"Zhishu!" Jawab kedua Devina.


"Tiga pertanyaan dijawab dengan benar dan secara bersamaan, sebenarnya siapa yang asli?" Pikiran Michael mulai berputar-putar, dia hanya bisa melongo dan bicara melalui batinnya.


"Pertanyaan keempat, apa yang kita lakukan waktu kecil?" Tanya Valencia.


"Menghancurkan musuh dengan sempurna!" Jawab dua orang itu dengan gaya bangga yang sama.


"Gawat! Semua kartu dan ponsel aku taruh di atas meja kantor beserta dengan surat izin cuti waktu itu, semua pasti udah diambil sama plagiat ini!" Batin Devina kanan.


"Ada di dalam tasku!" Devina kiri kembali ke mobil dan mengambil tasnya.


"Ini! Kartu identitas ada sama aku!" Devina kiri menyerahkan kartu identitas miliknya.


"I... Itu bukannya ada dikantor? Pasti plagiat ini yang ambil! Aku harus selidiki kasus ini!" Batin Devina kanan alias Gu An yang asli.


"Ini memang kartu identitas asli, punya kamu mana?" Tanya Valencia pada Devina kanan.


"Ka... kalian! Huhuhu.... Aku bahkan tetap ga bisa deketin Michael walau udah operasi plastik, huhuhu....." Gu An menangis tersedu-sedu.


"Operasi plastik? Jadi kamu mengakui kalau kamu yang palsu?" Tanya Michael yang geram.


"Aku selalu ngikutin dan nguping pembicaraan kalian supaya tau banyak informasi, aku pikir setelah berhasil oplas aku bisa nyingkirin Devina asli dan jadi nyonya di kediaman ini." Ucap Gu An menjelaskan, tentunya dia sedang bersandiwara.


"Pergi dari sini sekarang atau aku panggil polisi! Ubah wajah kamu itu dan jauhi kami!" Michael mendorong Gu An.


"Tak disangka kalian yang dulunya tim terhebat di kelompok prajurit gelap, bisa aku tipu dengan sangat mudah!" Ucap Devina dalam hati.

__ADS_1


"Ta... tapi, apa aku boleh minta tanda tangan?" Tanya Gu An gugup.


Michael pergi ke mobil, tak lama dia keluar dan menyerahkan sebuah foto yang sudah dia tanda tangani. Gu An segera pergi setelah mendapatkan apa yang dia minta.


"Ada yang aneh dengan orang ini, kenapa dia langsung mengakui sedangkan dia seharusnya masih ada banyak alasan untuk membuktikan kalau dia yang asli?" Devina nampak berpikir.


"Aku akan minta seseorang selidiki, orang ini ga seharusnya dilepas gitu aja." Kata Michael.


"Aish.... Udahlah biarin aja dia, toh ga akan bisa menghancurkan kita." Ucap Valencia santai.


"Lepasin aja, lagi pula dia pasti ga punya kemampuan yang sama dengan kita meskipun dia tau dari mana asal kita." Devina menyetujui ucapan Valencia.


"Cih, kalau dia berani datang lagi, aku hancurkan dia sampai jadi debu!" Ucap Michael.


"Heh, lagipula dia udah ga punya kesempatan sedikit pun untuk kembali ke sisi Minghao." Batin Devina.


"Eh, iya, ngomong-ngomong kenapa Yiyi dilepaskan?" Tanya Valencia pada Devina.


"Manusia biasa mana yang bisa menahan pembalasan Gu An?" Tanya Devina sombong.


"Yah..... Pembunuh aja jadi gila, gimana dengan Yiyi yang cuma artis papan atas?" Michael mengiyakan pernyataan Devina.


"Tapi meskipun bukan aku yang turun tangan langsung, sekarang ini dia pasti lagi di rumah sakit jiwa ketemu sama psikiater." Ucap Devina yakin.


"Kenapa gitu?" Tanya Valencia.


"Karena ada orang lain yang bantu aku menyelesaikan dia." Jawab Devina enteng.


"Cih, ternyata emang ga bisa melepaskan musuh!" Ucap Valencia.


"Aish.... Seharusnya penjaga yang aku suruh waktu itu tetap ditempat, sekarang Yiyi pasti syok berat." Michael geleng-geleng.


"Kalian terlalu tua untuk tau siasat ku, hahaha." Devina tertawa.


"Dari kecil ga pernah berubah, masih aja licik nih anak." Valencia geleng-geleng.


"Ini udah larut, mending kita masuk dan istirahat." Devina menarik tangan Valencia dan menyeretnya masuk.


Mereka masuk dan kembali ke kamar masing-masing karena merasa masalah sudah selesai, namun di kamarnya Valencia sudah mengetahui kebenarannya. Devina yang menunjukkan kartu identitas adalah Devina yang palsu.


"Plagiat ini bisa nipu kakak dengan wajah palsunya, tapi aku bukan orang idiot. Gu An asli ga akan setuju dengan pendapatku untuk melepaskan orang asing yang tau asal usul kami, justru dia sendiri yang akan menghancurkan orang itu. Kau cukup lihai, tapi masih terlalu dini untuk menipu aku, Zhishu. Gu An pasti meninggalkan kode keberadaannya di sekitar gerbang belakang, besok harus temui dia." Valencia bicara dalam hati.


Setelah dua jam Valencia menyelinap ke gerbang belakang, dia mencari-cari di semak-semak dan di pohon. Setelah beberapa lama mencari dia menemukan sebuah kertas, dengan cepat dia membaca tulisan di kertas itu.


"Bawang merah dua kilo, bawang putih satu kilo, cabe rawit setengah kilo, garam, cuka. Ini mah daftar belanjaan! Lagian nih daftar belanjaan buat rumah apa hajatan? Banyak banget buset. Hadeh..... dimana sih kodenya? Apa dia emang palsu?" Valencia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Valencia kembali mencari, dia sudah mulai bosan. Benar saja Gu An sedang balas dendam, dia menaruh surat di dalam tanah. Valencia menemukan sebuah kayu tertancap di atas tanah yang sepertinya baru digali, setelah menggali akhirnya dia menemukan surat yang terkubur sedalam 30cm.

__ADS_1


"Anak ini memang lagi kesal, ga tau apa kalo aku ga nemuin ini dia pasti dianggap palsu selamanya?" Protes Valencia.


Isi surat itu merupakan nama sebuah cafe beserta dengan lokasinya, Valencia mengeluarkan ponselnya dan langsung memotretnya.


__ADS_2