KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Pelakor


__ADS_3

Setelah istirahat di rumah dan kabur ratusan kali akhirnya Valencia dan Michael bebas, mereka sudah bisa melakukan aktivasi seperti biasa. Alvian dan Cassandra sudah pulang, jadi Valencia hanya perlu pergi ke perusahaan setelah selesai kegiatan kampus. Michael bisa syuting dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan Valencia yang sebelumnya selalu sibuk dengan dua pekerjaan sekaligus.


Lokasi syuting


"Michael, minum kopi dulu." Pemeran utama wanita dalam film, Yiyi, menyodorkan segelas kopi.


"Oh, makasih." Ucap Michael ramah.


"Yiyi? Oh.... kayaknya ada yang pengen patah tulang nih?" Devina yang tak jauh dari sana menatap dengan tajam.


Michael merasakan hawa dingin yang sangat kuat, dia tak jadi meminum kopi pemberian Yiyi tadi. Devina berjalan dengan senyum ramah, namun yang dilihat Michael adalah sebuah kehancuran.


"Yiyi, kok kamu kasih Michael kopi malam-malam gini?" Tanya Devina lembut.


"Aku liat MC keliatan capek, jadi aku suruh asisten aku beli kopi." Jawab Yiyi ramah, namun tentu saja dia sangat kesal dan merasa terganggu.


"Ini udah malam, ga baik kalo minum kopi." Ucap Devina mengambil kopi di tangan Michael.


"Tapi pas capek itu enaknya minum kopi biar bertenaga dan semangat lagi." Ucap Yiyi memilin ujung rambutnya sambil menggoyangkan pinggulnya.


"Kalo minum kopi sekarang nanti kamu ga bisa tidur, mending minum air mineral aja." Devina memberikan sebotol air pada Michael.


"Ah... ma... makasih." Michael sudah berkeringat dingin.


"Mending minum kopi aja, lagian kalo udah capek pasti bisa tidur meski minum kopi." Yiyi mengambil kopi di tangan Devina dan memberikannya pada Michael.


"Michael, sebagai asisten aku cuma mau yang terbaik buat kamu, supaya kamu bisa istirahat." Ucap Devina manja.

__ADS_1


"MC, aku udah anggap kamu kakak aku sendiri, aku kasih ini supaya kamu bisa semangat lagi syutingnya." Ucap Yiyi tak kalah manja, bahkan dia menusuk lengan Michael dengan jari telunjuknya.


"Si*l! Aku butuh kantong plastik! Tolong! Aku mau muntah!" Ucap Devina dalam hati sambil membuang muka dan berlagak muntah tanpa suara.


"Aku masih mau hidup dan ga cacat, mending turutin aja perintah nih nenek lampir." Ucap Michael dalam hati.


"Ngatain orang dalam hati? Liat aja nanti, kalo cabai sebaskom ga habis jangan mimpi bisa istirahat!" Ucap Devina dalam hati dan terus menatap tajam ke arah Michael.


"Yiyi, yang Devina bilang itu ga salah, setelah selesai syuting ini aku harus istirahat. Maaf, mungkin lain kali aja traktirnya." Ucap Michael memberikan kopi pada Yiyi.


"Ta... tapi 'kan....." Yiyi tak bisa menyelesaikan kalimatnya.


"Nona Yiyi, Anda dipanggil oleh asisten Anda, silahkan." Devina mempersilahkan jalan untuk Yiyi.


"Dasar asisten rendahan! Baru jadi asisten aja udah sombong! Liat aja, suatu hari nanti kamu pasti akan tunduk sama aku karena aku adalah Nyonya Michael Chandra!" Yiyi hanya bisa marah dalam hati dan berjalan dengan hentakan kaki yang kuat.


"Halo, siapkan cabai satu baskom segera, aku mau udah siap pas kami sampai kediaman." Devina bicara dan mengabaikan Michael, setelah bicara dia langsung memutuskan panggilan dan berlalu pergi.


"Sa... satu baskom?! Ini mau buat bikin sayur hajatan?! Jodoh macam apa yang aku dapat ini???" Michael meratapi nasibnya.


Setelah syuting berakhir Michael dan Devina langsung pulang ke kediaman, Michael langsung disambut satu baskom cabai begitu memasuki ruang depan. Malam mengerikan itu dilalui Michael dengan penuh air mata, entah berapa puluh kotak susu yang dia habiskan selama menerima 'hadiah' dari Devina. Meski ukuran baskom cukup kecil, Michael tetap saja hanya bisa menghabiskan setengah dan melanjutkannya di hari berikutnya.


Pagi hari, lokasi syuting


"Michael!!" Panggil Yiyi dengan girang begitu melihat Michael, dia langsung memeluk lengan Michael dan menggoyang-goyangkannya.


"Mantan PSK kah?" Hina Devina dalam hati, dia sangat jijik dengan nada dan gaya manja atau lebih tepatnya cara menggoda Yiyi yang lebih terlihat seperti perempuan murahan bukan seperti artis terkenal.

__ADS_1


"Michael~~~~" Yiyi terus bicara dengan nada persis seperti perempuan murahan yang tiap malam mencari om-om kaya untuk jadi mainan mereka.


"Syuting udah mau mulai, waktunya make-up!" Devina melepas paksa tangan Yiyi dan menarik Michael ke ruang make-up.


"Aku juga mau make-up, kita pergi sama-sama aja!" Yiyi mendorong Devina dan kembali memeluk lengan Michael, dia bahkan menggesek-gesek di sana.


"Kamu!!!" Geram Devina.


"Mending kamu tuh periksa perlengkapan atasan kamu, ga usah ikut ke ruang make-up. Soal make-up itu udah ada yang ngatur, jadi kamu ga perlu khawatir." Ucap Yiyi lalu membawa pergi Michael.


"Jal*ng tak tau kematian!!! Kalau ini bukan dimensi yang berbeda, kau pasti sudah jadi potongan daging! Beraninya menggoda Minghao! Tunggu saja kalian, aku akan membalas kalian berdua!!" Batin Devina lalu pergi meninggalkan lokasi syuting dengan taksi, tak ada yang tau dengan kepergiannya.


Setelah selesai dengan dandanannya Michael langsung mencari Devina, namun dia tak bisa menemukan atau menghubungi Devina. Hari itu dengan terpaksa Michael syuting dan menuju lokasi syuting sendiri tanpa Devina, dia tak tenang karena Devina bisa melakukan sesuatu yang melewati batas ketika sudah marah.


Valencia dihubungi, dia juga ikut panik dan pusing karena dia tak bertemu dengan Devina sama sekali. Devina benar-benar memutus semua komunikasi dan menghilangkan jejak, entah apa yang akan dia lakukan. Michael dan Valencia yang tau sifat kejam Devina sangat khawatir, mereka berdo'a tak ada yang tewas saat dia marah.


Suatu tempat yang gelap


"Hohoho.... target kali ini bukan manusia biasa, dia itu jal*ng yang baru saja kabur keluar dari rumah bordil. Hm.... kali ini harus buat dia kapok!" Devina menancapkan sebilah pisau di foto Devina yang tertempel di dinding.


"Rencana pembalasan dimulai! Pel*c*r itu akan mendapatkan akibat dari perbuatannya! Dalam tujuh hari dia harus gila! Hahaha!!" Devina tertawa dengan sangat menyeramkan.


Entah rencana apa yang ada dalam pikiran Devina saat ini, yang jelas Yiyi tak akan berakhir baik. Meskipun tak sampai mati, setidaknya ada sedikit trauma yang akan membekas dan membuat Yiyi menggila saat melihat sesuatu. Dalam hal menyiksa Devina adalah pakarnya, karena itu selalu dia yang melakukan interogasi di dimensi sebelumnya.


Penyiksaan dilakukan sedikit demi sedikit, lalu tiba-tiba akan menyerang titik lemah dan berakhir. Orang-orang yang sudah diinterogasi oleh Devina jika tidak mati bunuh diri ya mengaku lalu gila, sejauh ini belum ada yang keluar tanpa 'oleh-oleh' dari Devina.


Michael dan Valencia dengan cepat mengatur banyak pengawal khusus untuk melindungi Yiyi secara diam-diam, mereka tak mau Yiyi menjadi sasaran Devina. Meski membenci Yiyi, mereka tetap melindunginya agar Devina tak terlibat kasus pembunuhan.

__ADS_1


__ADS_2