KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Latihan dan Mengembara


__ADS_3

"Apa kau yakin ingin mempelajarinya?" Tanya Weiheng.


"Ya! Aku sangat yakin! Jika kau tak ada maka aku bisa melindungi diriku sendiri, juga melindungi nyonya!" Jawab Jieru tegas.


Weiheng menghela nafas, "Haaahhh........ Baiklah, aku akan mengajarimu." Weiheng mengelus kepala Jieru.


"Apa aku juga bisa ikut?" Tanya Li Wei.


"Aku juga ingin ikut!!!!!" Seru Han yang sedang berlari.


"Yeay!!! Kau bisa menjadi guru kami, ini namanya kenaikan pangkat, tau?!" Kata Jieru tersenyum nakal.


"Dasar anak nakal! Yayaya, kau menang kali ini." Weiheng mencubit pipi Jieru gemas.


Keesokan paginya mereka memulai latihan di sebuah hutan. Tempat itu sangat tersembunyi dan dirumorkan sangat berbahaya, namun kenyataannya hutan itu sangat aman dan indah. Setiap pagi sampai menjelang siang mereka akan latihan pedang, lalu dari sore sampai menjelang matahari terbenam mereka akan latihan beladiri. Jieru yang memang sudah memiliki pengalaman latihan beladiri dari kehidupan lalu dengan cepat mempelajari setiap teknik.


"Bagaimana latihan kalian?" Tanya ibu Li Wei.


"Sangat luar biasa!! Walau hanya makan sayuran dan sangat sedikit daging tetapi itu sangat bermanfaat untuk kami." Jawab Han.


"Ya, dengan ini maka kita bisa melindungi diri dari para 'pemburu'!!!" Sahut Li Wei.


"Astaga..... Yang buronan itu aku, kau tak perlu melawan mereka." Kata Jieru.


"Hohoho..... Aku akan melindungi kalian!" Kata Han membanggakan diri.

__ADS_1


"Jieru!!! Selir Jiao!!! Weiheng!! Semuanya!!" Tabib Gu menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.


"Ada apa, tabib Gu?" Tanya Li Wei.


"Mereka sudah tau kalau kalian ada disini!! Kita semua harus pergi sekarang juga!!! Jawab tabib Gu. Selama enam bulan ini tabib Gu adalah informan mereka, jadi mereka selalu tau apa yang terjadi di luar.


"Kemasi barang-barang yang penting dan berguna, kita pergi sekarang juga!" Perintah selir Jiao, kini keadaannya dan ibu Li Wei sudah sangat sehat.


"Aku sudah membawa barang-barang pentingku, aku juga akan pergi bersama kalian!" Kata tabib Gu.


"Mengapa Anda juga harus ikut?" Tanya Li Wei.


"Karena aku ketahuan dan sekarang kita semua adalah buronan! Juga ingin mengejar sesuatu." Jawab tabib Gu.


Mereka dengan cepat pergi secara diam-diam, mereka memilih jalur di hutan tempat mereka berlatih agar tak ketahuan. Hutan itu memiliki banyak pohon dan semak-semak yang bisa membantu mereka untuk menyelinap. Berbulan-bulan mengembara sambil berlatih beladiri dan pengobatan, mereka semakin lama semakin hebat.


"Itu bukan masalah, lagipula sekarang aku bisa menggunakan senjata karena ikut latihan bersama kalian." Jawab tabib Gu.


"Ya, kalian semua adalah orang-orang yang berbakat dan hebat, kalian bisa belajar dengan sangat cepat. Sangat disayangkan kalian para anak muda berbakat sekarang malah menjadi buronan dengan imbalan besar dan dicari banyak orang." Selir Jiao yang tadinya tersenyum berubah sedih.


"Nyonya jangan khawatir, ini disebut takdir dan kita harus menjalaninya." Kata Jieru sambil tersenyum manis.


"Itu benar, sebaiknya kita bersembunyi selama beberapa tahun dulu sampai mereka menyerah." Kata Weiheng.


"Benar yang Weiheng katakan, ibu tak perlu khawatir." Jieru memeluk selir Jiao.

__ADS_1


"A... Apa? Kau... Apa kau baru saja memanggilku ibu?" Selir Jiao bingung.


"Aku.... Pernah tanpa sengaja mendengar perbincangan permaisuri, yang mulia kaisar, dan pangeran mahkota. Saat itu kaisar marah besar ketika pangeran mengatakan jika dia ingin menikahiku. Pangeran sangat bingung mengapa kaisar dan permaisuri menjadi semarah itu, hingga akhirnya tanpa sengaja kaisar mengatakan bahwa aku adalah adiknya. Aku tak tau harus apa, aku langsung berlari menjauh dan kembali ke kediaman." Jelas Jieru.


"Hiks... Hiks.... Maaf aku menyembunyikan hal ini. Jieru tau jika ibu sangat merindukan putri ibu, tetapi Jieru takut ibu tak ingin Jieru menjadi putri ibu karena Jieru adalah seorang pelayan. Jieru juga takut karena Weiheng hanyalah seorang prajurit biasa." Jieru menghapus air matanya.


"Dasar kau anak nakal, mengapa menyembunyikan ini? Mengalami tak memberitahu ibu, hah?" Selir Jiao mencubit pipi Jieru pelan.


"Jieru ingin memberitahu ibu, tetapi takut ibu marah besar pada kaisar dan membuat keributan. Semua itu akan menguntungkan selir Yao, jadi Jieru memutuskan untuk memberitahu ibu ketika kita sudah jauh." Jawab Jieru.


"Apa.... Jarak akan semakin jauh?" Weiheng bimbang.


"Kau bisa melindungi dia dengan baik, tak akan ada jarak lagi. Setelah kita menemukan desa terpencil diperbatasan kita bisa memulai kehidupan tenang, jika mau kalian berempat bisa melakukannya pernikahan kapan saja." Kata selir Jiao.


"Ber... Berempat? Tidak, tidak! Bukan mereka berdua?" Li Wei bingung.


"Dasar anak ini. Tabib Gu sedang mengejarmu apa kau tak menyadari itu? Kau seharusnya sadar saat dia mengatakan bahwa ada yang ingin dia kejar saat ikut kita. Boneka kayu ini sangat tak berperasaan." Ibu Li Wei geleng-geleng.


"Ah... I.. Itu... Aku... Eh..." Tabib Gu tergagap, dia tak tau jika ibu Li Wei menyadari tujuannya.


"Baiklah baiklah, aku rasa hanya aku yang belum menemukan jodoh. jadi sebaiknya kalian jangan bermesraan didepanku karena aku masih belum menemukan jodoh dan aku masih kecil." ketus Han yang iri melihat rekan-rekannya yang lain sudah memiliki pasangan.


"Hahaha... yayaya kami akan melakukan sesuai perintahmu." Kata Jieru.


sepanjang perjalanan mereka lalui dengan tenang walau jalan yang mereka tempuh sangat jauh dan harus memanjat tebing juga menyebrangi sungai.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2