KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Dikerjai


__ADS_3

Sudah hampir jam 4 sore, Vivian kembali ke restoran dengan hati yang gelisah dan takut. Alvian tak ditemukan, tak ada yang mengenalinya.


"Kejutan!!!!!!" Seru para pegawai dan pengunjung restoran.


"A... Ada apa ini? Kejutan apa? Ulang tahun?" Vivian bingung melihat restoran dipenuhi dengan hiasan untuk pesta ulang tahun.


Flashback on


Saat Vivian menjemput Alvian


"Eh, kita kerjain bos, yuk besok?" Usul Frengky.


"Ngapain kita ngerjain Vian?" Tanya Rein.


"Besok Pak Sam ultah. Karna Pak Sam umurnya udah ga muda, kita kerjain bos aja. Kapan lagi kita bisa ngerjain artis walau udah pensiun?" Kata Frengky.


"Wah... Boleh, tuh! Ikutan deh! Tapi ngerjainnya gimana?" Tanya Pak Sam.


"Iya, caranya gimana?" Tanya Pak Gun.


"Nah... Bos kan punya adek. Awalnya gue sama Rein pura-pura berantem, terus Rein keluar restoran. Nanti Clara sama Adiftiya nyusul Rein, kalian jemput adeknya duluan. Nah setelah adeknya bos 'diculik' trus bos panik, kita siapin deh kejutannya." Jawab Frengky.


"Tapi sekolah adeknya bos diamana?" Tanya Clara.


"Rein, ini urusan lu. Mulai sekarang, lu harus pura-pura marah sama bos. Lu harus bisa ngajakin adeknya buat kerja sama." Kata Frengky.

__ADS_1


"Kalau urusan ngerjain Vian, dia pasti setuju." Kata Rein.


"Ok. Semua udah sepakat, rencana dimulai dari sekarang." Kata Pak Sam. Mereka tertawa.


Malamnya semua berjalan sesuai dengan rencana, "Kalau buat ngerjain kak Vian, aku ikut!" Alvian setuju dengan cepat.


Rencana berjalan dengan lancar.


Flashback off


"Jadi... Hari ini tuh kakak lagi dikerjain." Alvian muncul dengan senyum manisnya.


Vivian langsung memeluknya, "Vian... Kenapa bikin kakak khawatir, sih? Kakak tuh panik banget, tau?!" Dicubitnya pipi Alvian dengan gemas.


"Kakak.... Malu, tau?! Alvian udah 16 tahun, bukan anak kecil lagi." Alvian memberontak.


"Iiiihhh.... Salahin kak Rein, dia yang ngajakin." Alvian menunjuk-nunjuk Rein.


"Eh..... Ini semua ide Frengky! Dia yang nyuruh!" Rein menjawab dengan cepat.


Vivian melirik tajam ke arah Frengky, "Ah.. Itu... Ehm.... Ini idenya si Tiya!" Frengky tergagap.


"Enak aja?! Ini tuh ide lu, jangan nuduh sembarangan." Adiftiya bersembunyi di belakang Clara.


"Selamat!!! Bos dikerjain karena hari ini ulang tahun Pak Sam yang ke 55 tahun!!!" Seru Fransiska.

__ADS_1


"Pak Sam yang ultah kenapa aku yang dikerjain? Huaa... Kalian jahat banget sama bos sendiri." Vivian hanya bisa menangis antara senang karena adiknya baik-baik saja, atau sedih karena para karyawannya malah kompak mengerjainya dihari ulang tahun Pak Sam.


"Kalo Pak Sam yang dikerjain, kasian tau bos? Umurnya kan udah lumayan, ntar kalau ada apa-apa gimana?" Kata Frengky.


"Ya kenapa harus aku yang dikerjain?! Yang lain kek gitu. Ga enak tau di cuekin." Protes Vivian sambil menghapus air matanya. "Trus para pengunjung ngapain ikutan cengar-cengir? Seneng liat aku dikerjain sampai nangis gini?" Vivian menghapus air matanya yang masih saja mengalir.


"Maaf, nak Vivian. Tapi kapan lagi kami liat reaksi artis dikerjain sampai nangis dengan mata kepala kami sendiri? Lagian kami baru tau beberapa menit yang lalu." Jawab seorang pengunjung.


"Tapi kenapa juga aku yang harus dikerjain? Yang ultah bukan aku, malah aku yang dikerjain sampai panik dan nangis. Aku pikir Alvian kenapa-kenapa, ternyata malah udah kalian jemput." Vivian masih kesal.


"Daripada kesal, mending kita lanjutkan perayaan ulang tahun Pak Sam aja." Kata Bu Lia, senior paling murah senyum. Mereka semua mengangguk setuju.


"Kenapa kamu mau diajak mereka buat ngerjain aku?" Bisik Vivian ditelinga Rein.


"Walau ga bisa lihat ekspresi panik kamu, setidaknya ngerjain kamu itu bener-bener seru." Jawab Rein sambil tersenyum jahil.


"Aku ga tau kalau kamu bisa ngerjain aku sampai kayak gini. Aku pikir kamu beneran marah gara-gara aku ga jelasin soal yang kemarin pagi atau dipukul Alex karna dia ngira kita punya hubungan. Bikin aku ga bisa tidur tau?!" Vivian mencubit pipi Rein gemas.


"Tangan kamu ga apa-apa? Tadi pagi Alvian bilang kamu kesakitan gara-gara kena air panas, kenapa bisa kesiram? Bikin khawatir aja, lain kali konsentrasi, dong." Rein menurunkan tangan Vivian dan mengusap tangan terbalut perban itu.


"Kok perhatikan banget, sih? Kamu suka sama aku, ya?" Goda Vivian.


"Ah.. Itu.. Ma.. Mana mungkin? Ki... Kita baru saling kenal, mana mungkin?" Rein panik.


Vivian malah tertawa, "Hahaha. Aku cuma bercanda," Kata Vivian yang membuat Rein merasa lega, "Tapi kamu mulai suka, kan?" Tambahnya. Rein gelagapan lagi, Vivian malah tertawa lagi.

__ADS_1


"Kalau kamu suka aku, bilang aja. Aku akan terima kamu. Walau ibu bilang kamu teman yang baik, aku mau kamu jadi pasangan aku. Keluarga Chandra itu keluarga baik-baik, aku yakin kalau kamu juga orang yang baik." Vivian tersenyum menatap Rein yang sedang gugup itu.


Bersambung.......


__ADS_2