KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Permohonan Putra Mahkota


__ADS_3

Taman istana


"Salam pada yang mulia kaisar dan permaisuri." Kata putra mahkota.


"Apa yang membawamu kemari?" Tanya kaisar.


"Aku memilik sebuah permohonan kecil, ini tentang beberapa buronan yang kasusnya baru saja ditutup." Jawab putra mahkota.


"Tinggalkan kami bertiga." Perintah permaisuri. Semua pelayan langsung pergi.


"Permohonan macam apa itu?" Tanya kaisar.


"Beberapa tahun lalu beberapa orang difitnah telah melakukan pembunuhan terhadap para selir hanya karena sehelai kain tak berarti, mereka akhirnya dijatuhi hukuman mati. Mereka tak menyerah, para tahanan itu melarikan diri dari hukuman mati. Lalu, mereka menjadi buronan dengan harga hanya 1000 tael perorang. Setelah buron selama setahun, seorang pemimpin menambah hadiah kepada orang yang bisa menangkap mereka menjadi 10.000 tael perorang. Selama hampir 5 tahun mereka tak ditemukan, akhirnya kasus mereka ditutup beberapa bulan lalu. Aku disini untuk memohon kepada kaisar agar mencari mereka, membawa mereka kembali ke istana ini. Bukan sebagai buronan yang akan dibunuh, tetapi sebagai anggota kerajaan yang namanya akan dibersihkan." Jawab putra mahkota.


"Mereka menghilang bagai ditelan bumi, sangat sulit ditemukan. Aku dengar mereka melarikan diri dengan melewati hutan terlarang, hutan itu dikabarkan sangat berbahaya. Mereka pasti sudah mati, jika mereka masih hidup bagaimana bisa mereka tak ditemukan?" Kata kaisar.


"Yang mulia, mereka pasti masih hidup. Bagaimana pun mereka tetap istri dan putri yang mulia! Apa yang mulia kaisar adalah seorang yang keji hingga tega membunuh putri dan istrinya hanya karena mereka difitnah oleh orang jahat?! Hamba memohon yang mulia bisa mencari tau kebenarannya dan membersihkan nama mereka!!" Putra mahkota tiba-tiba berlutut.


"Apa kau sedang memohon sebagai seorang kakak? Atau... Kau sedang memohon sebagai seorang pria yang ingin mendapatkan wanita yang diinginkan? Dia adalah adikmu, jangan pernah berpikir dia akan kembali dan kau bisa mengejarnya!!" Tegas kaisar.


"Hamba memohon sebagai seorang kakak! Hamba memohon sebagai seorang kakak yang merindukan adiknya! Sebagai seorang kakak yang hanya ingin adiknya hidup dengan tenang! Hidup dengan bahagia! Hidup dengan terhormat! Bukan sebagai buronan!" Jawab putra mahkota.


"Lancang! Beraninya kau berteriak didepanku hanya untuk membela beberapa buronan?!" Kata kaisar.


"Yang mulia, hanya karena sehelai kain kau rela mengorbankan putri dan istrimu?! Bukankah itu hanya sebuah benda tak berarti?! Mengapa yang mulia percaya begitu saja?! Mereka pasti difitnah! Tolong bersikap bijak, yang mulia!" Putra mahkota tetap tak menyerah.


"Bukti sudah diperlihatkan, seorang pelayan tua sebagai saksi, bahkan belati penuh darah ditemukan di kamar selir Jiao, bagaimana bisa sebuah fitnah berasal dari bukti yang sudah terlihat jelas?" Kata permaisuri.


"Yang mulia permaisuri, bukankah selir Jiao adalah teman yang mulia sejak kecil? Bukankah yang mulia sendiri yang meminta kaisar untuk menjadikannya sebagai selir? Bukankah hubungan kalian sangat baik? Lalu mengapa hanya karena beberapa patah kata dari seorang selir seperti selir Yao bisa membuat yang mulia melupakan pertemanan itu?" Tanya putra mahkota yang membuat permaisuri terdiam sesaat.

__ADS_1


"Dia tak berdalih ketika dituduh, bukankah itu artinya dia tak menyangkalnya? Bukankah itu artinya benar jika dia ingin membunuhku? Kau putraku, mengapa kau malah memohon pengampunan untuk orang yang berencana membunuhku?" Permaisuri balik bertanya.


"Apa yang mulia permaisuri tau bagaimana rasanya tak dipercaya oleh orang yang sangat yang mulia percayai? Yang mulia menganggap dirinya sebagai kakak kandung, selalu ingin dia baik-baik saja, selalu ingin dia bahagia, selalu ingin dia hidup tenang dan sehat, selalu bersedia melakukan apapun untuk dia yang telah berteman dengan yang mulia selama puluhan tahun. Tetapi orang itu malah percaya pada beberapa kata dari orang yang ingin menghancurkan kalian. Orang itu menuduh bahwa yang mulia ingin membunuhnya, lalu teman yang mulia percaya dan memberikan yang mulia hukuman mati. Apa yang mulia tau bagaimana rasanya?" Bukannya menjawab, putra mahkota malah balik bertanya lagi.


"Aku selalu merasa bahwa kau yang paling bisa diandalkan, tak kusangka kau malah berusaha untuk memberontak." Kata kaisar.


"Aku tak merasa sedang melakukan sebuah pemberontakan, aku hanya ingin adikku mendapatkan keadilan. Adikku hidup penuh rintangan selama bertahun-tahun karena fitnah sampai diduga mati, aku hanya ingin melihat dia bahagia. Jika dia memang sudah mati, aku ingin melihat mayatnya walau itu hanya tersisa tulang-belulang." Kata putra mahkota.


"Entah dari mana kau belajar membangkang hingga berusaha untuk melindungi seorang buronan? Meskipun dia adalah adikmu, dia tetap saja seorang buronan!" Tegas kaisar.


"Hamba sudah tau jawaban dari permohonan hamba, mohon pamit." Putra mahkota pergi begitu saja meninggalkan kaisar dan permaisuri yang hanya memandangi dirinya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


.........


Penginapan


"Menemui seseorang." Jawab Jianying singkat.


"Seseorang? Siapa?" Tanya Jieru lagi.


"Seseorang yang selalu berharap bisa bertemu kalian dalam keadaan baik-baik saja." Jawab Jianying lagi.


"Seseorang yang berkaitan dengan istana?" Tebak Jieru.


"Ya, dia sudah lama menunggu kalian kembali." Jawab Jianying.


"Apa kau yakin jika dia bukan orang yang ingin kami mati?" Jieru waspada.


"Bagaimana mungkin? Dia adalah orang yang selalu ingin kalian baik-baik saja!" Jawab Jianying dengan yakin.

__ADS_1


"Oh? Siapa orang itu? Seorang pelayan yang juga melayani ibuku dulu? Atau.... Putra mahkota?" Jieru kembali menebak.


"Yang kedua, dialah yang ingin bertemu kalian. Aku akan memberi tau dia jika kalian ada disini." Bisik Jianying.


"Oh? Kau ingin bertemu putra mahkota. Jadi kau tak khawatir jika ada yang mengikuti dirimu lalu membunuhmu?" Tanya Jieru.


"Aku akan pergi pada malam hari, tak akan ada yang melihatku karena aku sangat hebat dalam menyelinap." Jawab Jianying membanggakan diri.


"Yayaya terserah padamu. Jika kami ketahuan karena kau makan aku akan membunuhmu! Oh, apa aku sudah punya keponakan?" Tanya Jieru.


"Ah.... Itu... Aku lupa untuk menceritakan hal itu. Semua istri putra mahkota meninggal karena sakit, bahkan bayi mereka juga meninggal karena hal yang sama." Jawab Jianying.


"Bukankah kalian tau siapa pelakunya?" Tanya Jieru.


"Wanita tua yang licik itu melakukan semua dengan sempurna! Kami tak bisa menuduhnya karena tak punya bukti!" Jianying tampak geram.


"Sayang sekali, padahal aku ingin melihat apakah keponakanku akan mirip seperti ibu atau ayahnya. Baiklah, kau boleh pergi. Ingat untuk berhati-hati, jangan lupa dengan ancaman ku tadi!" Kata Jieru sambil memainkan belati ditangannya.


"Yayaya aku tau! Jangan seperti seorang pembunuh berdarah dingin! Aku adalah temanmu bukan musuh!" Kata Jianying.


Aku tak perduli siapa kau. Yang menghancurkan rencanaku akan mati!" Kata Jieru.


"Ya, baiklah. aku pergi sekarang, aku akan kembali secepatnya." Kata Jianying.


"Sebaiknya kau mengingat kata-kata yang aku ucapkan tadi!" Ancam Jieru.


Jianying langsung pergi karena tak ingin berbicara lebih banyak dengan Jieru yang kembali berubah kepribadian itu. Dia pergi menemui putra mahkota dan menyampaikan semua informasi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2