
Sebulan kemudian
"Jieru!! Aku tak akan membiarkan kau begitu saja!! Aku akan membalasmu berkali-kali lipat!!" Kata Li Wei.
"Jika kau hanya menggunakan mulutmu maka kau tidak akan pernah berhasil. Gunakan otakmu! Semakin lama dia semakin pintar berkata-kata, seakan-akan dia adalah orang lain. Dia sudah belajar menjadi licik seperti selir Jiao." Kata selir Yao.
"Cih!!! Karena ulahnya adikku terancam tidak bisa belajar!!! Aku tak akan membiarkan dia begitu saja!!!" Batin Li Wei.
Kediaman selir Jiao
"Jieru, apa kau tidak lelah?" Tanya selir Jiao.
"Jieru tidak lelah, Jieru senang membawa nyonya untuk berkeliling." Jawab Jieru sambil tersenyum.
"Jika saja putriku tidak terbunuh saat itu, mungkin saja dia sudah sebesar dirimu." Selir Jiao mengusap wajah Jieru.
Selir Jiao teringat kejadian 24 tahun yang lalu, putrinya yang baru lahir diculik. Setelah pencarian selama berhari-hari, prajurit menemukan seorang mayat bayi. Kain yang membalut tubuh mayat itu adalah kain yang digunakan untuk bayinya, dia sangat ingat dengan motif bunga yang dia sulam sendiri. Dia sempat ingin bunuh diri karena terlalu syok.
Kondisinya buruk selama 6 bulan, selama itu juga selir Yao memberinya obat herbal dengan kedok untuk pemulihan. Setelah keadaannya lebih baik tabib memeriksa dan menyatakan bahwa dirinya tak akan bisa memiliki anak lagi.
"Han memberi salam kepada selir Jiao dan kakak Jieru." Seorang anak laki-laki menghampiri mereka.
__ADS_1
"Han! Kenapa kau datang? Apa kau sudah selesai belajar?" Tanya Jieru.
"Apa kau membolos?" Timpal selir Jiao.
"Hehe!!!! Tidak, aku sudah selesai belajar." Jawab Han.
"Jawab dengan jujur!!" Jieru menatap tajam.
"Baiklah, baiklah. Hanya tinggal satu pelajaran, aku tidak suka pada gurunya jadi aku pergi. Tak ada yang menyadari bahwa aku menghilang, bukankah aku hebat?" Han membusungkan dada sebagai ekspresi bangga terhadap tindakan salahnya.
"Han!!!!!!!!!!! Apa kau ingin aku yang mengajari pelajaran terakhir hari ini?!" Tanya Jieru dengan tatapan memangsa dan tongkat kayu yang entah kapan ada ditangannya.
"Fuh..... Lain kali jangan lakukan itu lagi, jika ingin kesini setelah kau selesai belajar saja. Jieru, jangan marah lagi." Kata selir Jiao.
"Baik, nyonya. Han sudah seperti adik Jieru, tetapi apa aku boleh menarik telinganya dengan 'pelan', nyonya?" Tanya Jieru.
Selir Jiao tersenyum, "Tidak akan aku izinkan, kau pasti melakukannya dengan kuat." Jawab selir Jiao.
"Terima kasih, selir Jiao!!!!" Han tersenyum lebar karena berhasil menghindari hukuman.
"Apa yang membuatmu datang kesini sampai-sampai kau berani membolos? Apa hanya untuk menghindari pelajaran terakhir?" Tanya Jieru.
__ADS_1
"Aku kesini ingin berterima kasih pada selir Jiao dan kakak. Jika saja kalian tidak datang bersama tabib, mungkin saja ibu masih terbaring ditempatkan tidur sampai sekarang. Hiks.... Kami orang miskin, kakak berjuang keras bekerja sebagai pelayan istana untuk kami. Dia.... Hiks... Melakukan apapun untuk hiks... Kami. Dia menjebak kakak pasti karena dibayar oleh selir Yao. Kakak maafkanlah Kak Wei. Han mohon..... Hiks... Hiks... Hiks...." Han menangis.
Jieru memeluk Han erat, "Jangan menangis, aku tak pernah dendam pada Li Wei. Kami tau dia pasti terpaksa melakukan itu setelah melihat keadaan kalian."
"Dari mana kau tau jika Li Wei mencoba untuk menjebak Jieru?" Tanya selir Jiao.
"Saat datang kesini secara sembunyi-sembunyi aku mendengar pelayan lain membicarakan kejadian sebulan lalu, aku meminta maaf karena kak Wei hampir membuat kak Jieru kehilangan nyawa." Jawab Han.
"Sudahlah, kau tak perlu meminta maaf. Aku sudah lama memaafkan Li Wei." Jieru mengusap wajah Han yang basah.
"Kalian orang yang sangat baik, kak Wei salah karena menerima perintah selir Yao. Setelah semua itu kalian tetap membantu kami, Han benar-benar sangat berterima kasih!!!" Han bersujud.
"Hanya ada satu cara bagimu jika ingin berterima kasih, belajarlah dengan giat. Aku tak akan memaafkan atau menerima kata terima kasih darimu jika kau membolos lagi!!" Jieru mengangkat tubuh anak laki-laki berusia 7 tahun itu.
"Han tak akan melupakan kebaikan selir Jiao dan kak Jieru!!! Han berjanji akan belajar dengan giat!!! Han akan menunjukkan bahwa Han bisa berhasil dan membuat ayah bangga!!!" Kata Han dengan tegas dan penuh keyakinan.
Ibu Han adalah istri kedua seorang pedagang terkenal dikota, namun karena menikah untuk menghargai perjanjian orang tua membuat ibu Han tak disukai. Mereka diabaikan, bahkan saat ibu Han sakit parah tak ada seorangpun yang bersedia membantu.
Jieru dapat memahami mengapa Li Wei bersedia melakukan perintah selir Yao, semua itu dia lakukan untuk keluarga kecilnya. Anak seorang pedagang terkenal yang kaya raya menjadi seorang pelayan di istana, dia hanya memikirkan cara agar ibunya bisa pulih dan adiknya bisa belajar. Setelah melihat keadaan secara diam-diam dia memaafkan perbuatan Li Wei dan merasa bersalah, karena itu dia dan selir Jiao datang bersama tabib untuk memeriksa keadaan ibunya.
Bersambung.......
__ADS_1