
"Kakak melakukan kesalahan besar dengan mendukung selir Yao." Kata Han.
"Apa maksudmu?" Tanya Li Wei.
"Kakak ini tuli atau b*d*h?!" Ketus Han.
"Adik tak tau diri!!" Li Wei hendak memukul Han.
"Ada apa ini?" Tanya ibu mereka.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Li Wei.
"Kakak sudah menjadi b*d*h, dia mendukung orang jahat." Jawab Han.
"Hey, bocah tengik!! Jaga ucapanmu!! Aku tak mengikuti selir Yao, aku hanya ingin membalas Jieru!!! Karena dia aku dihukum berat!! Dan kehidupan kita terancam sekarang." Kata Li Wei.
"Apa maksudmu?" Tanya ibunya.
"Aku hanya melakukan pekerjaan untuk menambah uang, tetapi karena dia kerja kerasku selama setengah tahun hilang begitu saja!" Ekspresi wajah Li Wei dengan jelas menunjukkan amarahnya memuncak.
__ADS_1
"Bagaimana Jieru bisa melakukan hal seperti itu?!" Ibunya bingung.
"Kak Jieru tak bersalah, kau yang bersalah!! Kau hampir membuat kak Jieru mati!!! Jelas saja kau dihukum!!" Ketus Han.
"Hey, bocah tengik! Aku melakukan ini juga demi keluarga kecil kita! Jika aku melakukan perintah selir Yao dia akan memberikan beberapa koin perak padaku! Tetapi karena Jieru selamat koin itu diambil kembali! Bahkan sekarang aku harus memikirkan cara agar kita bisa bertahan hanya dengan sedikit uang!!" Li Wei frustasi.
"Usiamu jauh lebih tua dariku, tapi aku rasa aku jauh lebih cerdas darimu!" Ejek Han.
"Bisakah kau berkata dengan baik padaku?! Aku ini kakakmu! Aku melakukan semua ini demi kau dan ibu! Agar kau bisa terus belajar tanpa bantuan ayah tak berguna itu! Agar bisa menyembuhkan ibu! Agar kita bisa tetap hidup!" Li Wei marah-marah.
"Tak bisakah kau melakukan hal baik? Jika kau berjuang untuk keluarga dengan hal kotor, maka kau tak akan pernah berhasil. Kau berusaha membunuh kak Jieru, tetapi apa dia membalasmu? Hukuman itu diberikan oleh Kaisar dan bukan kak Jieru, semua itu salahmu." Jawab Han.
"Kau kakakku, tapi dia lebih baik darimu! Dia tak pernah melakukan hal kotor hanya demi uang." Jawab Han dengan santai.
"Berapa yang dia berikan untukmu?! Mengapa kau terus membelanya?!" Tanya Li Wei.
"Berapa? Aku rasa aku tak bisa menghitungnya." Jawab Han lagi.
"Oh? Sebanyak itukah? Apa bisa setinggi gunung?" Tanya Li Wei dengan emosi yang semakin memuncak.
__ADS_1
"Bahkan lebih tinggi. Dia membayarku dengan kesembuhan ibu." Jawab Han.
"A... Apa?" Li Wei terdiam sejenak.
"Bagaimana? Aku tak mendukung orang yang salah, tetapi orang yang baik! Apa selir Yao memberikan kesembuhan untuk ibu? Tidak, dia hanya memberikan sejumlah koin yang mungkin saja tidak bisa menyembuhkan ibu. Selir Yao memberi upah dari pekerjaanmu, tetapi kak Jieru dan selir Jiao langsung memberikan bantuan. Mereka tak menyimpan dendam, mereka malah membantu kita. Mereka membawa tabib kemari secara diam-diam dan memberikan koin emas agar kita tidak kesulitan, agar kita tidak makan makanan sisa lagi. Mereka orang baik, kak. Jangan memusuhi mereka lagi, kau melakukan kesalahan dengan menjahati mereka." Tatapan Han sayu.
"Jieru dan selir Jiao..... Mereka......." Li Wei bingung ingin berkata apa.
"Itu benar, Wei. Mereka secara diam-diam membawa tabib kemari, jika tak ada mereka mungkin ibu masih terbaring diatas ranjang." Ibunya mengelus wajah Li Wei lembut.
"Aku tak berniat untuk memusuhi kakak, tetapi aku ingin kakak melihat siapa orang baik yang sebenarnya. Han sangat menyayangi kakak, jika kakak tidak berjuang keras mungkin kita tak bisa bertahan di keluarga ini." Han memeluk Li Wei.
"Jieru melakukan hal yang tidak dilakukan oleh selir Yao. Jika selir Yao menggunakan kata-kata, Jieru menggunakan tindakan yang nyata. Jieru tak berjanji, namun melakukan tanpa imbalan. Dia lebih tua darimu, hormati dia. Dia lebih bijak dari selir Yao" Kata ibunya, mereka saling berpelukan.
"Aku melakukan kesalahan, aku harus meminta maaf pada mereka. Aku tak perduli jika aku harus bersujud di kaki Jieru agar dia memaafkanku." Kata Li Wei.
"Dia tak akan memintamu untuk bersujud, dia pasti akan memaafkanmu. Hatinya begitu lembut, dia hanya terlihat tegas dari luar." Wanita berwajah sayu karena belum terlalu pulih itu mengelus kepala kedua anaknya.
Li Wei mengangguk, "Aku berbuat buruk pada mereka, tetapi mereka sangat baik padaku." Batinnya. Li Wei bertobat sebelum mengalami stroke atau koma.
__ADS_1
Bersambung..