
Hari minggu, Derik dan Tomi datang ke rumah Rian untuk membahas 'masalah' penting. Mereka bertiga mengobrol di ruang tamu sambil membolak-balikan halaman di buku. Mereka tak belajar, ini adalah taktik agar Mama Rian tak curiga dan menguping. Karena Mama Rian duduk di ruang keluarga yang letaknya tak terlalu jauh dari 'markas', mereka bicara dengan saling berbisik.
"Yakin dia orangnya?" Tanya Tomi.
"Em... gue liat jelas muka tuh cowok, memang yang ada di dalam foto ini." Jawab Rian sambil menunjukkan sebuah foto yang disembunyikan di sela-sela halaman buku. Dia mendapat foto itu dari hasil maling, dia diam-diam masuk ke kamar Nandini dan mengambil majalah khusus milik sang kakak.
"Dapat dari mana nih foto?" Tanya Derik.
"Gue gunting dari majalah edisi super terbatas kak Nandini, selama dia ga tau aman dari khotbah." Jawab Rian.
"Orang galak begitu lo usik? Mantep! Mampus kalo ketauan, gue ga akan ikut bertanggung jawab!" Tomi memainkan ponselnya yang dia letakan di antara dua halaman dalam buku. Yeah.... mereka memang memainkan ponsel untuk mencari informasi MC si penakluk hati Valencia, orang yang membuat Rian patah hati.
"Ga ada foto atau informasi lain selain foto yang berkaitan sama acara pencarian bakat. Dia dari kota ini, tapi alamat pastinya ga tertulis di sini. Umurnya baru 19 tahun, nama asli Michael, ga pernah sekolah, bakat nyanyi, bisa akting juga, ganteng, tinggi, fans bahkan sampai dari luar negeri, mulai terkenal sejak ikut audisi." Tomi membacakan hasil pencariannya.
"Kalo dia dari kota ini, berarti ada kemungkinan besar kalo mereka udah saling kenal lama." Derik berasumsi.
"Mungkin, soalnya mereka pelukan tuh udah kayak lamaaaaa banget ga ketemu. Mesra banget dan penuh cinta, aish jadi pengen dipeluk juga." Rian memeluk dirinya sendiri.
"Otak nih anak pasti udah konslet! Kayaknya perlu ke bengkel perbaikan pesawat!" Batin Derik dan Tomi.
"Atau langsung kubur aja? Biar keluarga ga nanggung utang banyak demi ngobatin dia. Setidaknya kita bisa makan ayam." Batin dua orang itu lagi, mungkin mereka jodoh dan merupakan reinkarnasi dari sepasang kekasih di kehidupan lalu?
"Eh, kalian! Sini duduk dulu sama tante, kita nonton bareng!" Ajak Mama Rian.
"Emang film apa, Tan?" Tanya Tomi.
"Audisi pencarian bakat yang Nandini bilang, hari ini bakal tau siapa pemenangnya!" Jawab Mama Rian yang fokus melihat layar televisi.
"Bukannya itu tayang ulang siaran langsung semalam? Ga bosen apa nontonnya?" Rian masih fokus menonton salah satu video yang menunjukkan bakat menyanyi MC.
"Kita liat sebagus apa suaranya!" Tomi bergegas menuju ruang keluarga.
"Penasaran juga gimana penampilan dia, ikutan aja!" Derik mengikuti jejak Tomi.
"Aaaa!!!! MC!!!!"
__ADS_1
"MC aku sayang kamu!!!"
"MC pacar kamu disini!!!"
"MC pujaanku!!"
"Huuu!! MC!!! Semangat!!!"
Begitu sesosok remaja laki-laki tampan muncul di atas panggung para penonton langsung ribut dan berteriak tak karuan.
"Selamat malam semuanya!!!!!" Teriak Nandini yang disambut oleh teriakan penonton.
"Penasaran ga siapa yang akan menang malam ini?" Tanya rekan Nandini.
"Ga!!!!!!" Jawab para penonton.
"Loh? Kok ga penasaran? Emang kalian udah tau siapa yang bakal jadi pemenangan di tahun ini?" Tanya Nandini.
"MC!!!!!!" Teriak penonton yang kebanyakan adalah kaum hawa.
"Ok! Sebentar lagi kita akan ngumumin siapa pemenangnya!" Seru rekan Nandini.
"Apa tuh Din? Mau traktir kita makan?" Tanya rekan Nandini alias Jack penasaran.
"Kalo aku traktir kalian yang ada malah bangkrut! Banyak ada berapa ribu orang yang lagi ngumpul disini?!" Nandini menunjuk seluruh penonton dari ujung ke ujung.
"Emang apa sih yang mau lo sampaikan ke. kita?" Tanya Jack.
"Hari ini tuh kita kedatangan tamu spesial banget!!! Dia datang khusus buat MC!! Mau tau siapa?" Tanya Nandini pada para penonton.
"Mauu!!!" Seru para penonton.
"Emang siapa sih orang spesialnya? Pacar MC?" Jack makin penasaran karena dia juga tak tau siapa yang dimaksud oleh Nandini.
"Cantik! Saatnya untuk menunjukkan dirimu!!" Setelah kalimat Nandini selesai sebuah lampu menyorot tepat 5 meter di belakang MC. Dua wanita cantik dan anggun berjalan mendekati MC diikuti lampu sorot. MC langsung memeluk kedua wanita itu.
__ADS_1
"Vivian!!!!" Teriak para penonton dan seorang juri yang langsung berlari dan memeluk Vivian.
"Apa kabar, Jenny?" Tanya Vivian.
"Harusnya aku yang nanya! Kamu apa kabar?! Kenapa ngilang?!" Tanya juri tersebut yang merupakan sahabat Vivian dari dunia hiburan. Mereka melakukan debut bersama dan pernah berkolaborasi beberapa kali, dulu juga sangat sering berkunjung ke restoran.
"Eh? Tante Jenny kok main serobot aja? Aku belum sempat meluk, loh!" Ujar Jack.
"MC, bisa kamu jelaskan mereka ini siap kamu?" Tanya Nandini yang yakin bahwa para penonton sedang penasaran.
"Ini adalah ibu saya, salah satu wanita yang akan saya cintai seumur hidup saya!" MC merangkul Vivian.
"Wow!!! Kejutan!!! Ternyata MC ini anak dari Vivian!! Memang keturunan yang sangat mencintai sosok ibu!!!" Nandini menepuk kedua tangannya.
"Terus cewek cantik disebelah ini siapa kamu? Pacar?" Tanya Jack.
"Ah..... jelas itu pacarnya, mereka itu cocok banget!" Batin Rian sambil meminum segelas air putih.
"Semua orang pasti tau kalau Valencia adalah anggota keluarga Chandra, ibu saya juga seorang menantu di keluarga Chandra. Nama saya adalah MC alias Michael Chandra, kakak kembar Valencia Chandra!" Jawab MC tegas.
Puhh!!!!!
"Hoi!!! Minum yang bener bisa ga sih?! Gue ga sakit atau mau pesugihan!! Ga perlu lo jadi mbah dukun!!!" Protes Tomi yang wajahnya disembur Rian.
"Hah?! Kakak kembar?! Michael Chandra?! Jadi..... aku masih punya kesempatan?" Rian tak menanggapi omelan Tomi dan malah melamun.
"Hoi!!!! Sadar!!! Cewek yang lo incar itu masih belum punya pacar!! Dia cuma pelukan sama kakaknya!! Kakak kembar!! Makanya dia ganteng!" Tomi mengguncang tubuh Rian dengan sangat kuat.
"Jadi adik kesayanganku ini suka sama Valencia Chandra? Minggu depan dia bakal kesini buat main, sekarang di temenan sama kakak. Kalau mau ngejar dia harus ganteng, jangan lupa pakai pakaian mewah dan berkelas." Nandini muncul tiba-tiba.
"Valencia itu bukan pencinta kemewahan, dia bahkan selalu tampil sederhana. Dia cantik alami tanpa polesan bedak dan lipstik, kecantikan alami yang bikin aku jatuh hati." Rian mulai halu lagi, dia membayangkan saat dia memeluk Valencia.
"Kurangi halu dan perbanyak aktivitas di dunia nyata, walau realita tak semanis ekspetasi namun realita tetaplah realita!" Nandini pergi ke kamarnya.
"Pasti lagi galau, Kak Nandini selalu ngomong bijak kalo lagi galau." Rian mengelap lantai yang basah dengan tisu.
__ADS_1
"Bocah kecil tau aja orang lagi galau." Nandini melempar sebuah ape yang berada di piring yang dia bawa dan langsung ditangkap Rian.
Bersambung......