KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Gila Karna Kerjaan


__ADS_3

"Shin, jam berapa rapat selanjutnya?" Tanya Valencia pada sekretaris presdir yang sedang berkutat dengan tumpukan dokumen tak jauh dari meja kerjanya.


"Setengah jam lagi, nona." Jawab Shin setelah melihat jadwalnya.


"Bagus, setidaknya dokumen ini bisa aku selesaikan sebelum rapat." Valencia melanjutkan pekerjaannya.


"Itu proyek yang besar, apa ga terlalu terburu-buru? Nona turun tangan sendiri menyelesaikan proyek ini, bahkan ga istirahat sedikitpun." Ucap Shin dalam hati.


"Jam berapa kakak bisa datang?" Tanya Valencia lagi.


"Mungkin sekitar jam 8 malam." Jawab Shin.


Valencia melirik jam ditangan kirinya, masih pukul 2 siang. Dengan cepat dan penuh konsentrasi Valencia mengerjakan pekerjaannya, meski masih memiliki waktu tiga hari Valencia tetap ingin menyelesaikannya secepat mungkin. Karena tak ada kegiatan dikampus jadi selama dua hari ini Valencia menginap di kantor, dia bahkan hanya tidur satu jam dalam satu hari. Meski khawatir Shin tetap tak bisa berbuat apa-apa karena sifat keras kepala Valencia, dia terus menolak untuk beristirahat lebih lama.


Kring.... kring....


"Halo? Ada apa?" Tanya Valencia saat mengangkat panggilan.


"Syuting hari ini diundur karna ada longsor di sekitar lokasi, sejam lagi aku sampai." Jawab Michael disebrang telepon.


"Oke, aku tunggu." Valencia langsung memutuskan panggilan.


Kring.... kring....


Belum setengah menit sudah ada panggilan masuk lagi, Valencia mengangkat dengan cepat karena yang menelfon adalah Fransiska.


"Halo, ada apa?" Tanya Valencia.


"Bos, orang yang ngaku sepupu ibu bos datang lagi, dia bilang ada sesuatu yang penting." Jawab Fransiska.


"Aku ga ada waktu, bilang sama dia datang lagi tanggal 32." Ucap Valencia dan langsung memutuskan panggilan.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk!" Ucap Valencia saat seseorang mengetuk pintu.


"Nona, dibawah ada orang yang bikin rusuh, dia bilang kalau anaknya hamil bayi Tuan Michael." Kata seorang petugas keamanan.


"Entah ada dimana otak manusia-manusia ini, selalu nambahin beban orang!" Valencia dengan kesal beranjak dari tempat duduknya dan berjalan cepat menuju lantai dasar.


"Mana bos kalian itu?! Cepat suruh dia tanggung jawab!! Anak saya hamil gara-gara dia!!" Saat tiba Valencia langsung disambut teriakan seorang wanita.


"Maaf, tapi kalau ibu mau bikin rusuh disini sebaiknya berhenti." Ucap Valencia tegas.


"Apa? Kalian mau lari dari tanggung jawab?! Jangan berpikir kalau kalian orang kaya berarti kalian bisa seenaknya memperlakukan orang miskin!! Saya bisa tuntut kalian atas kasus pemerkosaan!!" Bentak wanita itu.


"Keamanan, seret dia keluar!" Perintah Valencia.


"Apa-apaan kalian?! Saya ga akan keluar sebelum ketemu sama laki-laki brengs*k itu! Lepasin saya!!" Berontak wanita itu saat beberapa anggota keamanan menarik paksa dirinya.


"Kalau memang anak ibu hamil bayi kakak saya dia pasti akan tanggung jawab!! Memangnya ibu punya bukti nyata? Apa anak ibu berani untuk tes DNA?! Kalau ibu mau bikin keributan di sini saya ga akan segan-segan untuk panggil polisi!!" Ucap Valencia yang sudah merasa kesal.


"Kalau kalian ga bisa bawa dia keluar dari perusahaan ini besok ga perlu datang lagi!!" Ucap Valencia pada anggota keamanan itu.


"Ba..... baik, nona!" Dua orang itu mengangkat tubuh wanita pembuat rusuh tadi dan membawanya keluar secara paksa.


"Ga ada syuting disini, untuk apa kalian ngumpul dan nonton? Udah ga mau kerja?!" Tanya Valencia pada karyawan lain.


Semua karyawan langsung bubar, siapa juga yang mau kehilangan pekerjaan saat mencari pekerjaan adalah hal yang sulit? Valencia dengan buru-buru kembali ke ruangannya karena masih ada setumpuk dokumen yang harus diperiksa dan diselesaikan.


Malam hari


"Tuan, nona, kalian ga capek?" Tanya Shin pada dua atasannya yang masih sibuk dengan dokumen-dokumen penting itu.


"Mumpung ada waktu berdua kita bisa selesaikan ini dengan lebih cepat, lagipula lebih cepat selesai artinya akan ada sedikit lebih banyak waktu istirahat." Jawab Valencia.


"Setiap kali lembur kalian pasti minum kopi, tapi karna itu ga baik buat kesehatan malam ini aku kasih kalian susu aja." Ucap Devina (Gu An) sambil meletakkan segelas susu diatas meja.

__ADS_1


"Hah?! Susu?! Ntar jadi ngantuk gimana?!" Protes Valencia.


"Ga ada protes! Kalian harus ingat kesehatan kalian juga! Jangan cuma ingat kerja kerja kerja dan kerja!!" Omel Devina.


"Kak, liat tuh calon kakak! Masa aku diomelin?!" Adu Valencia pada Michael.


"Dilarang adu mulut atau berdebat dengan istri." Ucap Michael.


"Lah?! Bukannya kakak cuma takut sama aku?! Kenapa ga bisa negur Gu An?!" Protes Valencia.


"Panggil dia kakak, meski dia lebih muda tapi dia calon istriku." Ucap Michael meneguk susu hangatnya perlahan.


"Nona, minum aja susunya, kesehatan memang harus diperhatikan." Ucap Shin yang susunya sudah habis.


"Gelas lu bocor? Cepat banget habisnya?" Tanya Valencia sambil menunjuk gelas Shin.


"Daripada kena jatohin cicak mending cepat dihabiskan." Jawab Shin, dia melanjutkan pekerjaannya.


"Besok hari libur, kalian ga ada rencana untuk istirahat?" Tanya Devina.


"Nona Devina, kenapa harus buang waktu nanya ke dua orang gila ini?" Tanya Shin sambil menatap sinis kedua atasannya.


"Kerjaan masih banyak, tunggu semua selesai baru istirahat seharian penuh." Jawab Michael.


"Yap, kerjaan lebih penting dari hiburan!" Tambah Valencia.


"Dasar anak kembar!" Ketus Devina dan Shin bersamaan.


Valencia dan Michael memang menggunakan setiap waktu istirahat mereka untuk bekerja, entah apa yang membuat mereka begitu mencintai penyiksaan diri dengan terus bekerja tanpa istirahat. Malam itu begitu singkat, meski semua dokumen selesai diperiksa tetap saja duo kembar itu hanya mendapat waktu 1 jam tidur. Devina dan Shin yang tidur jauh lebih lama membawa mereka kembali ke kediaman Chandra untuk beristirahat, tapi hasilnya malah duo kembar bangun dalam perjalanan dan begitu sampai dirumah langsung melanjutkan pekerjaan. Mereka membahas proyek yang sudah diselesaikan oleh Valencia kemarin di ruang kerja, mereka bahkan hanya meminum segelas air dan sepotong roti.


"Nona Devina, apa mereka lagi diet? Atau lagi mempercepat kerjaan malaikat pencabut nyawa?" Tanya Shin pada Devina, selama dua jam mereka hanya mengintip duo kembar bekerja.


"Ga tau, mungkin terlalu cinta dengan Tuhan sampai pengen ketemu lebih cepat." Jawab Devina.

__ADS_1


__ADS_2