KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Episode 56


__ADS_3

"Tuan!!!!" Jieru masuk ke kamar pribadi Zhang Bingjie tanpa mengetuk pintu ditengah malam.


"Ada apa?" Zhang Bingjie yang sedang tertidur terkejut dan langsung bangun.


"Tuan, aku... ingin bertanya sesuatu." Jawab Jieru ragu-ragu.


"Kau ingin bertanya apa? Tanya Zhang Bingjie, " Untung saja selir Yao sudah kembali sejak tadi, bisa-bisa kami tertangkap basah olehnya." Batinnya.


"Aku.... ingin bertanya, apakah... dua anak kembar yang bersama mereka benar anak-anakku?" Tanya Jieru.


"Hm? Kau ingin tau jawabannya? Baiklah, akan aku ceritakan menurut hasil penyelidikan dari bawahan ku." Zhang Bingjie bangkit dan duduk di tepi ranjang, "Sedikit bumbu penyedap tak masalah, kan?" Kata Zhang Bingjie dalam hati.


"Kalau begitu... tolong ceritakan!" Jieru tak sabaran.


"Mereka.... bukan anakmu, tetapi anak Weiheng dan selingkuhannya. Saat itu kau di nyatakan tak bisa memiliki anak oleh tabib, jadi dia berhubungan dengan wanita lain dibelakangmu. Suatu hari kau memergoki Weiheng bersama dengan wanita itu, kau akhirnya tau jika suamimu berselingkuh dengan temanmu,Jianying. Saat itu kau sangat ingin membunuhnya, namun ternyata dia sudah mengandung anak Weiheng." Zhang Bingjie menghentikan ceritanya sejenak.


"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" Tanya Jieru penasaran.


"Kau membiarkan dia melahirkan, merawat anak-anaknya seperti anakmu sendiri, kau memperlakukan mereka dengan sepenuh hati walau mereka adalah anak hasil hubungan gelap suami dan temanmu. Kau tak pernah bercerai dengan Weiheng, tapi kau tak melarang Jianying untuk tetap dekat dengan Weiheng. Hingga beberapa bulan lalu, tabib mengatakan jika kau hamil. Jianying mengetahui hal itu, dia menghasut Weiheng dan mengatakan jika itu bukan anaknya. Weiheng lebih mempercayai selingkuhan itu, dia menarikmu ke jurang dan mendorongmu jatuh. Mereka mengatakan jika kau melakukan bunuh diri karena depresi tak bisa memiliki anak, setelah itu kau tau bagaimana ceritanya." Zhang Bingjie membuat ekspresi seolah-olah muak dengan perbuatan salah Weiheng.


Jieru terdiam saat mendengar cerita yang disampaikan oleh Zhang Bingjie, matanya hampir tak dapat menahan setiap bulir-bulir bening yang sedang memberontak keluar.


"Jika kau ingin menangis, aku bisa membiarkan kau menangis dibahuku." Zhang Bingjie mengambil kesempatan dan memeluk Jieru.


"Aku.... mengapa aku harus diperlukan oleh mereka seperti itu? Mengapa? Hiks... hiks..." Jieru menangis.


"Sudahlah, setidaknya sekarang kau bisa membalas perbuatan mereka. Kau harus bisa menghancurkan mereka dengan kekuatanmu sendiri." Zhang Bingjie mengusap punggung Jieru, "Andai saja bisa mengelus di dadanya, pasti akan lebih menyenangkan." Pikiran kotor Zhang Bingjie.


"Singkirkan tangan kotormu itu dari punggungku!!! Kau adalah pria mesum!! Aku adalah adik iparmu walau aku tak akan pernah mengakuinya!!!" Batin Jieru.


"Apa kau sudah merasa lebih tenang?" Zhang Bingjie melepas pelukannya, "Jika kau belum cukup tenang, aku bisa melakukan hal lain yang akan membuatmu melupakan orang-orang itu." Zhang Bingjie mendekatkan tangannya di dada Jieru.


"Aku sudah merasa lebih baik, terima kasih karena tak mempermasalahkan pakaian tuan yang menjadi basah karena aku." Jieru menepis tangan itu pelan.


"Oh? Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi lain kali aku akan menikmati dirimu. Meski kau bukan perawan, aku tetap penasaran." Batin Zhang Bingjie lalu berdiri, dia kembali berbaring di atas ranjangnya.


"Aku akan kembali sekarang, maaf telah mengganggu tuan di tengah malam." Jieru memberi hormat.


"Ah, tak apa. Sebaiknya kau kembali sekarang." Kata Zhang Bingjie.

__ADS_1


"Baik!" Jieru memberi hormat lalu pergi.


......................


"Siapa yang percaya semua omong kosong itu? Jika mereka bukan anakku lalu kenapa aku punya ingatan jika aku pernah melahirkan? Semuanya..... yang dia katakan ternyata kebohongan! Dia menipuku! Lihat saja permainan yang akan aku mainkan selanjutnya!" Jieru kembali ke hutan terlarang untuk bertemu Weiheng dan yang lainnya.


"Siapa yang mengikuti?" Jieru merasa jika seseorang terus membuntutinya sepanjang perjalanan.


"Eh? Kemana dia pergi?" Orang yang mengikutinya kehilangan jejak karena Jieru menghilang tiba-tiba.


"Katakan apa tujuanmu?" Jieru muncul tiba-tiba dibelakang orang itu dan meletakkan belati disamping lehernya.


"Tujuanku hanya satu, untuk melindungimu." Jawab Orang itu.


"Kau...." Jieru membuka penutup wajah orang itu, "Kak Xifeng?!"


"Bukan, aku adalah hantu penghuni hutan ini!" Ketus Chu Xifeng.


"Aku bisa mengabulkan keinginan itu sekarang juga." Kata Jieru sambil tersenyum seram.


"Ayolah... kau ingin segera menemui suami dan anakmu tidak? Jika iya maka kita pergi sekarang." Chu Xifeng menjauhkan belati dari lehernya.


"Kau mungkin tak mempercayaiku, tapi seseorang akan membelaku disana." Kata Chu Xifeng percaya diri.


"Cih! Kau boleh ikut, tapi jika kau berani menyulitkan kami maka leher dan tubuhmu akan terpisah!!" Ancam Jieru.


Chu Xifeng tak merespon, dia mengikuti Jieru dari belakang.


"Kak Xifeng?!" Jianying terkejut ketika membuka mata dia malah melihat Chu Xifeng.


"Kau mengenalnya?" Tanya Jieru.


"Ya, dia adalah orang yang paling dipercaya oleh putra mahkota." Jawab Jianying.


"Dia yang baru bangun tidur tetap saja manis seperti biasanya." Batin Chu Xifeng.


"Apa yang kakak lakukan disini?" Tanya Jianying.


"Dia mengikuti ku sampai kesini." Jawab Jieru.

__ADS_1


"Apa putra mahkota punya perintah baru?" Tanya Jianying.


"Tidak. Saat ini putra mahkota sedang memikirkan cara untuk memulihkan kondisi Jieru, aku diminta untuk melindungi Jieru dari Zhang Bingjie." Jawab Chu Xifeng.


"Apa hubunganku dengan putra mahkota?" Tanya Jieru bingung.


"Dia adalah kakakmu." Jawab Weiheng.


"Apa?! Kakak?! Maksudnya aku adalah anggota keluarga kerajaan?! Lalu bagaimana aku bisa berakhir menjadi buronan?!" Jieru menunjukkan selembar kertas yang berisi sayembara beberapa tahun lalu.


"E... itu... aku akan ceritakan, tapi itu jika kau mempercayaiku." Jawab Weiheng agak ragu.


"Ceritakan saja dulu, urusan kepercayaan akan aku pertimbangan nanti." Kata Jieru dingin.


Weiheng menceritakan sebuah kisah ditengah malam, Jieru menyimak cerita itu dengan seksama.


2 jam kemudian......


"Hoam.... apa ceritanya harus sepanjang itu? Tak bisakah kau menyingkat cerita sedikit? Aku sampai mengantuk mendengarnya." Kata Jieru saat Weiheng selesai bercerita.


"Singkatnya kau adalah putri selir Jiao, lalu selir Yao menyebarkan fitnah, kita menjadi buronan." Jawab Weiheng.


"Hm... baiklah, aku akan mempercayaimu untuk sementara." Jieru menguap lagi.


"Kau sudah mengantuk? Tidurlah disampingku." Weiheng memeluk Jieru.


"Oh ya, bisakah kau membersihkan punggungku?" Tanya Jieru.


"Tapi punggungmu terlihat bersih?" Weiheng mengusap-usap punggung Jieru pelan.


"Tadi Zhang Bingjie mengusap disana." Jawab Jieru.


Mendengar jawaban Jieru Weiheng mengusap semakin kuat, seakan-akan ada banyak sampah disana.


"Pftt... dasar kekanak-kanakan." Jieru memeluk Weiheng.


"Jangan sampai ada sedikitpun noda yang tertinggal! Tangan orang itu sangat k-o-t-o-r!!!" Weiheng cemberut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2