KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Kakak


__ADS_3

Setelah 2 jam pergi Jianying kembali ke penginapan dengan terburu-buru, "Tuan Jiao! Dimana kau?!" Jianying terus memanggil-manggil dengan keras.


"Ada apa?!" Tanya Jieru yang tiba-tiba muncul dengan nada dingin.


"Dari mana saja kau?! Cepat ikut aku!" Jianying menarik paksa tangan Jieru.


"Lepaskan tanganmu!!" Bentak Weiheng yang baru muncul dan langsung menepis tangan jianying dengan kuat.


"Hey, tak bisakah kau bersikap lembut pada seorang wanita?!" Bentak Jianying.


"Istri mana yang rela dan tetap sabar melihat tangan suaminya ditarik oleh wanita lain yang bukan keluarganya dengan paksa?!" Kata Weiheng.


"Ap..." Ucapan Jianying terhenti ketika sadar kalau Jieru masih berpakaian pria, "A.. Aku hanya terlalu panik. Aku diminta untuk segera membawanya, jika terlambat mungkin akan sulit baginya untuk bertemu kalian lagi!" Kata Jianying.


"Panik boleh, tarik tangan suami orang jangan." Kata Weiheng, "Kau bisa digosipkan sebagai jal*ng oleh orang-orang ini, diantara mereka pasti ada yang tau kalau kau dari tempat itu." Batin Weiheng.


"Cih! Dasar posesif overdosis! Jieru kan masih kategori perempuan, lagian kita sama-sama normal. Huh!" Maki Jianying dalam hati.


"Apa yang kau pikirkan? Jangan coba-coba untuk mengataiku dalam hati!" Ancam Weiheng.


"Yayaya aku tak akan berani melakukannya." Kata Jianying dengan tatapan kesal.


"Siapa yang ingin bertemu?" Tanya Jieru.


"Oh, seseorang ingin bertemu kalian!" Jianying kembali menarik tangan Jieru dengan paksa.


"Hey, mau kemana?!" Weiheng mengejar Jianying yang membawa kabur istrinya.


"Perempuan tak tau malu, bagaimana bisa dia berani menarik tangan suami orang tepat didepan sang istri? Ckckc..... Perempuan yang berasal dari tempat itu memang tak pernah menjadi lebih baik." Hina seorang pelayan penginapan yang pernah melihat Jianying di rumah bordil.


"Tapi bukankah dia terlihat sedikit menggoda? Aku dengar dia hanya menari dan tak melayani pengunjung, aku ingin merasakan bagaimana menjadi yang pertama!" Sahut pelayan pria lainnya.


................


Hutan terlarang


"Kenapa terlambat?" Tanya seorang pria yang menggunakan penutup wajah dan berpakaian seperti seorang penjaga istana ketika mereka tiba.

__ADS_1


"Semua ini karena seorang suami yang terlalu melindungi istrinya, aku sentuh saja tak boleh." Jianying tampak masih kesal.


"Kau memang tak seharusnya melakukan hal itu. Dia adalah salah satu prajurit terbaik dan terkenal dingin, jangan melakukan hal yang tak dia sukai atau kau akan merasakan bagaimana kekuatannya." Kata orang itu.


"Cih! Sudahlah, aku sudah membantu kalian kakak adik untuk saling bertemu, setidaknya ucapkan terima kasih!" Ketus Jianying.


"Beberapa tahun lalu saat aku mengatakan jika dia adalah adikku kau malah tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut, untuk apa aku berterima kasih sekarang?" Kata orang itu.


"Apa yang mulia tak khawatir jika ada orang yang mengikuti dan menyebar rumor kalau putra mahkota bertemu dan bersekongkol dengan musuh untuk menjatuhkan kaisar?" Tanya Jieru.


"Untuk apa aku khawatir?" Tanya putra mahkota sambil membuat penutup wajahnya, "Aku hanya bertemu dengan adikku, kalian juga bukan buronan lagi, kan?".


"Jangan bermimpi untuk menjadi kakaknya! Aku dengar yang mulia pernah menyukai istriku, bukankah bisa jadi yang mulia hanya ingin mendekati istriku?" Weiheng menatap tak suka kearah putra mahkota.


"Ckckck..... Yayaya aku tau kau khawatir, tapi aku sudah melupakan perasaan itu. Jangan khawatir, aku kemari benar-benar hanya ingin bertemu adikku." Kata putra mahkota santai.


"Kau adalah orang istana, kau adalah putra mahkota, kau adalah musuh!!" Teriak Zhishu sambil menunjuk-nunjuk putra mahkota.


"Ya! Kau adalah orang jahat, sama seperti mereka!!" Timpal Gu An.


"Zhishu, An An, apa kalian tak bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik?" Tanya Minghao dengan nada datar dan dingin.


"Tuan, Anda salah mengira, diantara kami dialah yang paling konyol dan tak kompeten. Dia hanya sedang berakting dingin, yang menerus sifat dingin hanya aku!" Kata Zhishu dengan tatapan dinginnya.


"Jangan tertipu, tak ada satupun yang dingin. Mereka adalah keturunan bibi Jieru, sangat pintar berpura-pura." Kata Gu An.


"Ah, jadi aku punya keponakan kembar? Bener-bener membuatku menyesal tak melihat kalian tumbuh." Tatapan putra mahkota menunjukkan kesedihan mendalam.


"Tak hanya menyesal karena tak melihat mereka tumbuh, tetapi juga karena tak bisa menyaksikan sendiri anakmu tumbuh, kan?" Tanya Jieru.


"Jangan mengingatkanku." Kata putra mahkota.


"Jadi..... Apa tujuan putra mahkota datang menemui kami?" Tanya Li Wei.


"Pertama, jangan panggil aku 'putra mahkota' tapi panggil aku 'kakak'. Kedua, aku ingin kalian bersembunyi di tempatku dan bekerja sama untuk menjatuhkan selir Yao." Kata putra mahkota.


"Bekerja sama?" Li Wei sedikit ragu.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku benar-benar ingin membantu kalian." Kata putra mahkota.


"Kami bisa menerima bantuan kakak, tapi tidak bisa untuk tinggal di tempat kakak. Jika kami disana selir Yao akan curiga, jika ingin membantu maka berikan saja kami uang." Kata Jieru.


"Kalian kekurangan uang? Sudah berapa lama?" Tanya putra mahkota.


"Pfftt.... Kami tak kekurangan uang, kami baru saja mendapat uang. Aku mencuri di istana." Jawab Jieru santai.


"Mencuri?! Di istana?!" Putra mahkota terkejut.


"Ya, di kamar pribadi adik ipar-mu. Aku mengambil beberapa kantong saat sedang menonton 'siaran langsung' selir Yao dan Zhang Bingjie." Jawab Jieru masih dengan nada santai.


"Tampaknya adikku yang lemah lembut dan ceria sudah berubah menjadi seorang pencuri dan penguntit profesional. Lalu, apa yang kau dapatkan disana selain uang?" Tanya putra mahkota.


"Oh, kami akan menyebarkan beritanya besok. Judul dari berita ini adalah 'Hubungan terlarang ibu mertua dan menantunya', sedikit 'bumbu' tambahan juga akan menghiasi gosip ini." Jawab Jieru.


"Apa?! Beraninya mereka?! Apa mereka benar-benar sudah putus urat malu?! Mereka sudah melakukan dosa besar!!" Putra mahkota murka.


"Kakak tenang saja, serahkan ini pada adik dan adik ipar-mu." Kata Jieru sambil tersenyum, "Gu Cheng juga akan menyebarkan beritanya. Mereka para wanita adalah penggosip terbaik." Tambahnya dengan nada bangga.


"Selain menjadi pembunuh, pencuri, dan penguntit profesional, dia juga berubah menjadi seorang istri yang tega. Dia memaksaku untuk memakai pakaiannya yang kekecilan ditubuhku ini!" Sewot Weiheng.


"Oh, kalau begitu aku harus bersyukur. Jika kalian membutuhkan uang katakan saja padaku, aku akan memberikannya." Kata putra mahkota sambil menepuk pundak Weiheng, "Kalian bersabar saja, aku akan kembali dulu. Sampai jumpa." Putra mahkota langsung pergi.


"Sudah hampir gelap, kita harus segera kembali. Aku akan berkeliling sebentar, kalian semua kembalilah dengan hati-hati. Aku dan Weiheng juga ingin menemui seseorang." Kata Jieru.


"Baik! Hati-hati!" Mereka semua bubar.


"Mereka ingin menemui siapa?" Tanya Minghao.


"Sepertinya orang yang bisa membantu kita, mencari pasukan untuk melawan orang jahat di istana." Jawab Zhishu.


"Sudahlah, sebaiknya kita pergi makan, aku sudah lapar." Kata Gu An.


"Di otakmu hanya ada makanan? Pantas saja tubuhmu gendut dan pendek." Sinis Minghao.


"Aku tidak gendut!!!" Protes Gu An.

__ADS_1


"Berhentilah bertengkar, kita bisa saja ketahuan karena kalian." kata Zhishu dingin.


Bersambung......


__ADS_2