
Pagi hari yang cerah dan menenangkan berubah kekesalan ketika selir Yao dan putrinya datang. Seperti biasa dia datang untuk mengusik kehidupan tenang selir Jiao.
"Hey, apa kau melihat siapa yang ada didepan?" Tanya Selir Yao pada Bao-yu, putrinya.
"Aiya.... Aku hanya melihat seorang selir yang tak bisa memberikan penerus. Hahaha" Jawab Bao-yu.
"Putriku sayang~~~ jangan berkata seperti itu, kau bisa menyakiti seseorang." Kata selir Yao.
"Ah... Maaf ibu, aku hanya bicara sejujurnya saja." Suara lembut Bao-yu membuat Jieru mual, ditambah lagi wajahnya persis seperti Sherly membuat Jieru semakin tak menyukai perempuan genit itu.
"Jika kalian datang untuk mengusik kami, maka sebaiknya kalian pergi saja!!" Ketus Jieru.
"Wah..... Ternyata pelayan dan majikan sama saja, ti-dak ta-u ma-lu! Orang rendahan berani bicara seperti itu padaku, sudah pasti ini ajaran dari si nenek tua tak berguna ini!!!" Bao-yu hendak menampar selir Jiao tetapi Jieru menghalangi, alhasil Jieru yang terkena tamparan keras itu.
"Kau berani menghina dan menampar nyonya, maka aku akan membalasmu!!!"
Plakk......
Jieru menampar Bao-yu dengan sangat keras sampai membekas. Tak puas, dia menampar lagi sebanyak beberapa kali. Bisa dibilang sebagai pembalasan dendam dikehidupan lalu, dia menyesal tak memberikan pembalasan dan memaafkan dua orang itu.
"Apa yang kau lakukan?! Lancang!!!" Seseorang datang hendak membalas tamparan Jieru.
Tap...
Seseorang menahan tangannya, "Seorang pria sejati tak akan pernah memukul seorang wanita yang tak bersalah!" Tegas Weiheng.
__ADS_1
"Kau hanya seorang prajurit biasa, hanya dengan satu kata aku bisa membuat seluruh keluargamu menderita!!!" Ancam orang itu, Zhang Bingjie, anak seorang jenderal perang, suami Bao-yu.
"Kau memang seorang pengecut besar!! Kau hanya berani melawan wanita, Alex!!!" Batin Weiheng.
"Apa kau tak mendengar ucapanku tadi?! Biarkan aku membalas pelayan busuk ini atau kubuat keluargamu menderita!!!" Zhang Bingjie menarik tangannya.
"Oh? Maka kau harus sedikit kecewa, karena kau tak akan bisa membuat keluargaku menderita!!" Kata Weiheng.
"Kau hanya seorang prajurit biasa, aku bisa dengan mudah menghancurkan dirimu!!" Kata Zhang Bingjie.
"Aku Weiheng, murid jendral Yelu, seorang yatim piatu. Keluarga jendral Yelu sudah seperti keluargaku, apa kau bisa membuat keluargaku menderita?" Tantang Weiheng.
Zhang Bingjie tak berkutik, "Si*l!!! Jadi dia adalah Weiheng?! Bagaimana dia bisa menjadi penjaga selir Jiao?!" Batinnya.
"Ada apa? Tuan tidak berani?" Tanya Weiheng.
"Ada apa ini?" Tanya pangeran mahkota yang baru saja datang.
Mereka semua langsung memberi hormat, "Salam kepada pangeran mahkota."
Siapa yang akan menjelaskan apa yang terjadi sebelum aku datang?" Tanya pangeran.
"Kakak pangeran, pelayan itu sangat kurang ajar!! Dia menampar Bao-yu berkali-kali sampai membekas!~~~~" Kata Bao-yu dengan nada manja yang membuat Jieru mual.
Pangeran memperhatikan pipi Bao-yu, "Mengapa kau menamparnya?" Tanya pangeran pada Jieru.
__ADS_1
"Menjawab pertanyaan dari pangeran mahkota. Selir Yao dan nona Bao-yu datang kemari untuk mengusik selir Jiao. Nona Bao-yu hendak menampar selir Jiao, sebagai seorang pelayan Jieru menahan tamparan itu. Nona Bao-yu juga menghina selir Jiao, hamba sudah tak tahan jadi melakukan hal itu." Jawab Jieru.
"Aku tidak melakukannya!! Dia sedang berbohong!! Kakak pangeran bisa bertanya kepada ibu dan Zhang Bingjie!! Bahkan pelayanku juga bisa menjadi saksi!!!" Kata Bao-yu.
"Maaf, tetapi yang aku lihat adalah nona Bao-yu menampar Jieru! Bahkan tuan Zhang yang termasuk seorang pria bermartabat hendak menampar Jieru yang hanya seorang wanita. Hamba dapat bersaksi untuk membela Jieru." Kata Weiheng.
"Tak perlu kau jelaskan, aku sudah melihat kejadiannya sejak tadi. Aku hanya ingin melihat apakah adikku memiliki sifat jujur atau tidak." Kata pangeran.
"A.... Apa?! Se.. Sejak kapan?!" Bao-yu terkejut.
"Permaisuri memintaku untuk menjemput selir Jiao karena dia memiliki sedikit 'masalah' dengan selir Jiao, karena itu aku datang kemari. Tak ku sangka ternyata aku bisa melihat hal ini." Jawab pangeran.
"Masalah? Oh.... Jadi permaisuri sedang ingin menghukum selir Jiao? Huh, itu bagus!! Sebaiknya aku biarkan saja pangeran membawa selir Jiao bertemu permaisuri!" Batin selir Yao.
"Maafkan aku, pangeran mahkota. Aku hanya ingin menghukum orang yang telah menyakiti istriku." Kata Zhang Bingjie.
"Ah..... Sudahlah, sebaiknya kita lupakan hal ini. Permaisuri pasti sudah menunggu lama, sebaiknya pangeran mahkota segera membawa selir Jiao bertemu permaisuri." Kata selir Yao.
"Baiklah! Jieru, Weiheng, kalian ikut aku untuk menemani selir Jiao." Kata pangeran.
"Baik, yang mulia." Jawab Jieru dan Weiheng bersamaan.
"Kali ini kau bisa selamat, tapi lain kali aku tidak akan pernah melepaskan kau begitu saja!! Huh!!" Batin Bao-yu.
"Cih!! Baru saja akan membalas!! Pangeran ini sangat mengganggu!!" Batin Jieru kesal.
__ADS_1
"Tak perduli harus bereinkarnasi berapa kali, aku akan selalu melindunginya!! Istriku tidak boleh sampai terluka sedikitpun!!" Weiheng bertekad dalam hati.
Bersambung.........