KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Episode 60


__ADS_3

"Apa-apaan ini?! Mengapa semua makanan yang ada diganti menjadi sayuran hijau?!?!" Protes Bao-yu ketik melihat makanan yang telah disajikan di atas meja.


"Tapi tuan putri, hamba memastikan sendiri bahwa hidangan hari ini adalah makanan yang berbahan daging! Hamba sendiri yang melihat para pelayan itu meletakkan makanan!" Kata kepala pelayan.


"Kalau begitu kenapa sekarang hanya ada sayuran hijau?! Apa kalian pikir aku adalah sapi yang hanya makan rumput?!" Bao-yu membanting salah satu piring hingga jatuh dan pecah.


"Maafkan aku, putri!! Pasti ada seseorang yang merendahkan semua ini!!!" Kepala pelayan bersujud.


"Jika itu memang benar, cepat selidiki siapa yang telah mengganti semua makanan di atas meja!!! Jika kalian tidak bisa menemukan pelakunya maka kalian yang akan menjadi makanan anj*ng!!!" Perintah Bao-yu.


"Tuan putri, melihat semua sayuran ini..... membuatku sedikit curiga..." Kata kepala pelayan agak ragu.


"Curiga? Apa maksudmu?" Tanya Bao-yu.


"Semua sayuran ini berwarna hijau.... apa mungkin orang itu ingin memberitahu tuan putri tentang orang ketiga? Sepertinya ada seorang jal*ng yang sedang menggoda pria di sekitar tuan putri." Jawab kepala pelayan.


"Orang ketiga? Pria disekitarku?" Bao-yu berpikir sejenak, "Pergi selidiki siapa saja yang bertemu dengan Zhang Bingjie! Jangan sampai lengah sedikitpun!" Perintah Bao-yu.


"Aku akan mengganti makanan terlebih dahulu, tuan putri mohon tunggu sebentar." Kepala pelayan memberi hormat lalu pergi bersama pelayan lain yang membawa sayuran hijau.


"Sebenarnya siapa yang menaruh semua sayuran hijau itu? Apa benar dengan yang dikatakan oleh si kepala pelayan? Orang ketiga? Zhang Bingjie pernah tertangkap dirumah bordil, dia pasti sedang tergoda oleh seorang wanita jal*ng!!!" Bao-yu berpikir keras untuk menebak siapa orang yang melakukan hal itu.


Dapur


"Kalian pergi bawa semua makanan ini untuk tuan putri, aku akan memeriksa apakah ada sesuatu dalam semua sayuran hijau ini." Kata kepala pelayan.


"Baik!" Pelayan lain pergi sambil membawa makanan baru untuk Bao-yu.


"Apakah sudah sesuai dengan rencana?" Seseorang muncul saat para pelayan itu pergi.


"Semua sudah sesuai dengan rencana, aku membuat putri Bao-yu sedikit curiga." Jawab kepala pelayan.

__ADS_1


"Kau sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik, ini untuk hasil kerjamu." Orang itu menyerahkan sebuah kantong yang terisi penuh.


"Aku melakukan hal ini untuk putra mahkota, lagipula kau sudah seperti putraku sendiri, Chu Xifeng." Kepala pelayan menolak pemberian Chu Xifeng.


"Bibi, ini adalah bayaran untuk kerja kerasmu selama ini. Kau sudah hampir 5 tahun mengawasi Bao-yu untuk kami, semua gerak-gerik Bao-yu dapat kami ketahui berkat dirimu." Chu Xifeng kembali menyodorkan kantong uang itu.


"Jika ingin membayarku, kalian tak perlu menggunakan uang. Kalian cukup penuhi beberapa perintah mudah dariku." Kata kepala pelayan sambil tersenyum.


"Perintah mudah? Apa perintah yang kau miliki?" Tanya Chu Xifeng.


"Pertama, aku ingin kalian segera membawa putri Jieru kembali ke istana dengan status anggota keluarga dan bukan buronan. Kedua, aku ingin melihat putra mahkota dan putri Jieru saat bersama. Ketiga, aku ingin melihat anak-anak putri Jieru. Keempat, aku ingin melihat Chu Xifeng menikah!!" Jawab kepala pelayan dengan menekankan tiga kata terakhir.


"Untuk tiga syarat pertama itu pasti akan segera dikabulkan. Tapi untuk yang keempat.... aku masih mengejarnya, entah sampai kapan baru bisa mendapatkan dia." Kata Chu Xifeng dengan senyum canggung.


"Ayolah.... kau ini laki-laki, jangan sampai gagal dalam mengejar gadis pujaan hati. Kau sudah seperti putraku sendiri, aku akan mendukungmu selama gadis yang kau kejar adalah gadis yang baik." Goda kepala pelayan sambil menyenggol lengan Chu Xifeng.


"Bibi, kau membuatku kembali terbayang wajahnya! Kau bisa membuatku terjatuh karena tidak fokus!" Protes Chu Xifeng.


"Ba.... bagaimana mungkin?! Dia itu gadis menyebalkan yang selalu mencari masalah denganku dulu! Aku tak mungkin menyukai dia! Walaupun dia terlihat manis dan imut, tapi sifatnya sangat menyebalkan! Dia adalah gadis rakus yang hanya memperdulikan makanan! Dia sudah seperti b4b1 gemuk sekarang!! Bibi akan pingsan melihat betapa gemuknya dia sekarang!!!" Chu Xifeng tanpa sadar malah nyerocos panjang lebar.


"Ternyata benar Jianying!" Kepala pelayan terkekeh melihat tingkah Chu Xifeng yang tiba-tiba banyak bicara saat membicarakan Jianying.


"Aku akan pergi menemui Jian.... putra mahkota dulu!! Bibi berhati-hatilah selama berada di sini!" Chu Xifeng langsung pergi.


"Oh? Tak sabaran sekali? Ingin bertemu putra mahkota atau seseorang yang namanya hampir saja kau sebutkan?" Kepala pelayan terkekeh.


......................


Hutan terlarang


"Apa ada makan siang?" Tanya Chu Xifeng ketika tiba di tempat persembunyian.

__ADS_1


"Kau lihat saja didalam gubuk bambu itu masih ada makanan atau tidak, jika tidak ada makanan maka kau tahan saja perutmu itu." Jawab Jianying yang sedang mengangkat jemuran pakaian yang sudah kering.


"Em..." Chu Xifeng masuk dan mencari makanan, namun dia tak menemukan makanan sedikitpun.


"Tidak ada? Ditempat aku tidur ada bakpao yang dibeli oleh tabib Gu pagi ini, kau makan saja itu." Kata Jianying yang masih berkutat dengan pekerjaannya ketika melihat Chu Xifeng keluar dengan lesu.


Chu Xifeng dengan segera mengambil sebuah bungkusan yang berada di tempat Jianying dan membukanya, "Ini hanya satu, apa kau tak mau? Biasanya kau paling tak tahan dan sangat pelit soal makanan, kenapa memberikannya padaku?" Tanya Chu Xifeng.


"Jika ingin makan ya tinggal makan, jika tidak mau ya sudah! Aku hari ini sedang berbaik hati, cepat makan atau aku akan segera merubah keputusan." Jawab Jianying.


Tanpa menunggu lagi Chu Xifeng langsung melahap bakpao itu, walau hanya satu buah bakpao itu sudah cukup baginya untuk mengganjal lapar.


"Apa kau sangat kelaparan?! Makan seperti seorang pengemis yang sudah setahun tidak makan!" Ketus Jianying sambil memilah-milah sayuran.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Chu Xifeng.


"Memasak untuk seorang pengemis tua, dia sedang sangat kelaparan sekarang ini." Jawab Jianying.


Setelah beberapa saat Jianying selesai memasak, dia menghidangkan makanan yang baru matang itu untuk Chu Xifeng.


"Ini untukku?!" Tanya Chu Xifeng agak tak percaya.


"Tentu saja, yang lain sudah selesai makan siang dan sedang pergi! Apa menurutmu aku memasak untuk hantu?!" Jianying memutar bola matanya.


"Tumben sekali kau baik? Seperti seorang istri yang memasak dan melayani suaminya." Chu Xifeng memulai bualannya.


"Bicara manis lagi maka aku akan membuat sup dengan lidahmu itu." Jianying tersenyum namun aura jahat muncul disekitarnya.


"Aku akan berhenti bicara." Chu Xifeng menghabiskan makanannya.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2