
Jieru sedang menemani selir Jiao ditaman dekat paviliun, ketenangan mereka terusik ketika permaisuri dan selir Yao datang.
"Jieru/selir Jiao memberi hormat pada permaisuri dan selir Yao." Mereka memberi hormat.
"Aku mendengar jika selir Jiao menghukum seorang pelayan beberapa waktu lalu, apa itu benar?" Tanya permaisuri.
"Menjawab, yang mulia. Hamba memang menghukum Li Wei sebulan lalu, namun itu karena dia mencoba untuk membunuh Jieru." Jawab selir Jiao.
"Jika dia mencoba untuk membunuh, mengapa pelayanmu itu masih hidup?" Tanya selir Yao, dia mencoba untuk membuat permaisuri menganggap selir Jiao bersalah.
"Jieru dalam perlindungan yang memberi kehidupan, itulah mengapa dia masih hidup. Yang mulia bisa bertanya kepada tabib Gu, dia sendiri yang mengatakan jika Jieru sudah mati. Namun ternyata Jieru masih hidup." Jawab selir Jiao dengan tenang.
"Dari mana kau tau jika Li Wei yang merupakan pelayanmu sendiri mencoba untuk membunuh pelayan lainnya?" Selir Yao masih berusaha menjatuhkan selir Jiao.
"Jieru menjawab pertanyaan yang mulia selir. Aku memancing Li Wei, dia sendiri yang mengatakan 'aku tak pernah mendapat atau melakukan perintah apapun dari selir Yao'. Dari kalimatnya bisa dipahami dengan jelas semua itu rencana siapa. Selir Yao, apa Anda memiliki pertanyaan lain?" Jieru berhasil membuat selir Yao tak berkutik.
"Si*l!!! Sejak kapan pelayan ini bisa berbicara seperti ini?! Aku memerintahkan Li Wei untuk membunuhnya, karena dia sudah seperti anak kandung selir Jiao. Jika dia mati, selir Jiao pasti akan gila lalu diusir dari istana! Setelah itu aku akan memenangkan hati raja dan menyingkirkan permaisuri!! Tak disangka dia masih selamat!" Maki selir Yao dalam hati.
"Selir Yao, apa kau yang memerintahkan pelayan itu untuk membunuh pelayan selir Jiao, Jieru?" Tanya permaisuri.
__ADS_1
"Tidak, yang mulia!! Hamba dijebak! Ini semua hanya omong kosong pelayan itu!! Dia mencoba untuk memfitnah ku!! Yang mulia, hukum dia! Dia mencoba untuk memfitnah seorang selir untuk menutupi kebohongannya!! Dia harus dihukum dengan berat! Hukum mati saja dia! Dia memfitnah ku!" Tuduh selir Yao.
"Itu tidak benar! Jieru seperti putriku, aku dapat menjamin dengan nyawaku!" Tegas selir Jiao.
"Nyonya! Nyawa nyonya lebih berharga dari nyawa Jieru, mohon tarik kembali ucapan Anda!" Jieru berlutut.
"Aku percaya bahwa Jieru tidak mencoba untuk memfitnah selir Yao. Pelayan yang bahkan dijamin dengan nyawa seorang selir, sudah pasti tidak akan melakukan hal buruk. Selir Yao, kembalilah dan renungkan kesalahanmu. Kau baru saja menuduh seorang pelayan yang baik, jangan ulangi ini lagi." Kata permaisuri.
"Baik, permaisuri." Selir Yao memberi hormat dan pergi dengan perasaan kesal dan marah, Lagi-lagi dia gagal membuat selir Jiao di singkirkan.
"Para pelayan tak perlu mengikutiku. Jieru, bantu selir Jiao untuk masuk, aku ingin bicara dengan kalian." Kata permaisuri.
"Apa kau baik-baik saja, selir Jiao?" Tanya permaisuri.
"Aku tak apa-apa, seperti biasa." Jawab selir Jiao tersenyum.
"Maafkan aku, aku tak bisa menghentikan perbuatannya saat itu. Jika saja dia bukan putri perdana menteri, aku sudah pasti akan menyingkirkan dia sejak dulu!" Permaisuri terlihat geram.
"Sudahlah, ini memang sudah biasa. Persaingan antar wanita di istana memang menakutkan, yang mulia permaisuri juga harus terus berhati-hati." Ucap selir Jiao.
__ADS_1
"Tapi apa kau akan baik-baik saja? Selir Yao hanya akan menargetkan mu sekarang, selir lainnya sudah dia bunuh, bahkan selir baru juga langsung terbunuh sebelum melakukan malam pertama. Dia hanya memiliki seorang putri, dia pasti melakukan apa saja untuk menyingkirkan pangeran mahkota!" Permaisuri khawatir.
"Selama Jieru bersamaku, aku pasti akan baik-baik saja." Kata selir Jiao.
"Aku temanmu sejak kecil, aku tau kau selalu menyembunyikan kesedihan dan kekhawatiranmu! Kau bisa membohongi Jieru dan orang lain, tapi tidak dengan aku. Aku tau kau orang yang baik jadi aku menyarankan pada kaisar untuk menjadikanmu selirnya, dengan begitu aku juga bisa menepati janjiku pada ayahmu." Permaisuri memeluk selir Jiao.
"Hubungan kalian begitu baik, hanya saja itu tak bisa ditunjukkan didepan semua orang. Selama selir Yao masih menargetkan kalian, maka kalian tak akan bisa tenang. Dia tak tau seperti apa hubungan kalian yang sebenarnya, karena itu dia mencoba untuk menghasut permaisuri agar membenci nyonya." Jieru bicara dengan serius.
"Aku tau itu, tetapi aku belum menemukan celah untuk melawannya." Kata permaisuri.
"Permaisuri sebaiknya segera kembali, selir Yao akan curiga jika yang mulia terlalu lama berada disini." Selir Jiao cemas.
"Berapa kali harus aku katakan!? Panggil aku Nuan Nuan saat tak ada orang lain!" Protes permaisuri, dia bertingkah seperti seorang anak kecil walau usianya sudah kepala empat. Sifat elegan dan berkharisma menghilang begitu saja ketika didepan selir Jiao.
"Nyonya benar, permaisuri sebaiknya segera kembali. Selir Yao adalah orang yang licik, jika dia tau hubungan kalian sangat baik dia pasti tak akan tinggal diam." Kata Jieru.
"Baiklah, baiklah. Kalian mengusirku, aku akan pergi sekarang." Kata permaisuri dengan nada kesal. "Ehem... Sampai jumpa, ingat untuk tidak melakukan hal yang akan membuat kalian mendapat hukuman!" Tambahnya dengan nada berwibawa.
"Baik, permaisuri." Jawab selir Jiao dan Jieru sambil memberi hormat.
__ADS_1
Bersambung.....