KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Musuh Baru


__ADS_3

Sudah 3 bulan sejak kejadian itu. Weiheng benar-benar seperti mayat hidup, pandangan selalu kosong, tak fokus saat melakukan apapun, tak makan dan minum kecuali Minghao mengancam bunuh diri.


"Kau sudah bersumpah untuk kembali, mengapa kau malah melompat ke sana? Kau selalu menepati kata-kata yang kau ucapkan, mengapa kali ini tidak? Mengapa kau mengingkari sumpahmu?! Mengapa?! Jika aku tau akan terjadi seperti ini maka lebih baik aku saja yang melakukannya hari itu!! Kau pembohong!" Weiheng terus menyesali hari itu.


Jika saja tak ada Minghao dan Zhishu yang masih membutuhkan dirinya, dia pasti sudah terjun ke jurang yang sama dengan Jieru.


......................


Sebuah tempat rahasia


Kreett......


Pintu terbuka, seorang prajurit keluar bersama seseorang berpakaian serba hitam dan senjata lengkap yang mengikuti dari belakang. Mereka diam-diam datang ke kediaman selir Yao dimalam hari.


"Tuan! Nyonya! Nona!" Prajurit itu memberi hormat pada Zhang Bingjie, Selir Yao, dan Bao-yu sementara orang dibelakangnya hanya berdiri tanpa bicara.


"Apa mereka yang kau maksud ingin bertemu hingga membangunkan aku ditengah malam?" Tanya selir Yao.


"Ya, ibu. Orang dibelakang prajurit itu adalah orang akan membuat Weiheng dan teman lainnya hancur. Mereka semua tak akan ada yang bisa melawannya." Jawab Zhang Bingjie.


"Oh? Benarkah? Lebih baik dari pembunuh-pembunuh bayaran yang sebelumnya? Yang berkelompok saja tak bisa menang, apa lagi hanya satu orang?" Selir Yao tak yakin.


"Maka ibu harus melihat wajah orang ini terlebih dahulu." Zhang Bingjie tersenyum licik.


"Kalau begitu cepat buka topengnya!" Bao-yu menunjuk orang misterius itu, "Hey, kau! Buka topengmu!" Perintah Bao-yu.


Orang itu membuka topengnya perlahan, wajahnya terlihat jelas ketika dia mengangkat kepalanya menatap selir Yao dengan tajam.


"Kau... mengapa kau bisa ada disini?!" Selir Yao terkejut.


"Sstt.... Ibu, tenangkan dirimu. Dia adalah pion keberuntungan kita agar bisa mengalahkan Weiheng." Bisik Zhang Bingjie.

__ADS_1


"Tapi.... bagaimana bisa dia ada disini?! Bukankah dia seharusnya sudah mati?! Apa kau yakin ini bukan tipuan orang-orang itu lagi?" Tanya selir Yao.


"Jangan khawatir, dia tidak ingat apapun sekarang. Aku adalah penyelamatnya, dia sudah menjadi bud*kku." Jelas Zhang Bingjie.


"Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang bisa merugikan aku!" Ancam selir Yao.


"Jieru bersedia membantu tuan Zhang untuk menghancurkan musuh! Jieru akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan!" Jieru berkata dengan serius sambil memberi hormat.


"Luar biasa! Setidaknya kau sudah melakukan hal hebat tanpa perintah dariku, kau semakin pintar! Meskipun aku sedikit marah karena kau menyelamatkan dia tanpa sepengetahuan kami, tapi kerjamu kali ini sangat bagus!!" Selir Yao menepuk kedua tangannya.


"Jieru? Tak disangka kau sekarang adalah bud*k kami?! Langit sangat berpihak pada kami!!" Batin Bao-yu.


"Aku hanya menyelamatkanmu dan memberitau siapa yang mencoba membunuhmu, jangan terlalu berhutang budi padaku." Kata Zhang Bingjie.


"Tuan adalah orang yang baik, Jieru pasti akan mencapai semua tujuan dengan baik!!" Kata Jieru.


"Kau bisa membalas budi ku lain kali, sekarang sebaiknya kau balas dulu orang-orang yang berusaha membunuhmu sebelumnya." Kata Zhang Bingjie sok bijaksana.


"Aku baru saja mendapat kabar jika pembunuhmu ada di hutan terlarang, kau harus berhati-hati saat masuk kedalam sana!" Kata Zhang Bingjie.


"Jieru tak perlu masuk ke hutan terlarang, Jieru punya cara lain." Kata Jieru.


"Oh? Cara macam apa yang kau miliki? Apa itu akan efektif?" Tanya Bao-yu.


"Begini, meskipun mereka berlindung dihutan terlarang, pasti ada diantara mereka yang memantau keadaan ibukota. Kita buat dan sebarkan saja sebuah berita jika bawahan tuan Zhang menemukan seorang perempuan ditepi sungai, dan wajah perempuan itu terlihat sama persis dengan perempuan yang bunuh diri dengan melompat kejurang. Mereka pasti akan datang dan melihat. Jika perkirannku benar, salah satunya pasti akan membawa kabur diriku. Disaat mereka lengah aku bisa membunuh mereka dengan cepat dan tanpa meninggalkan jejak." Jelas Jieru.


"Apa kau yakin ini akan berhasil? Bagaimana jika mereka tidak datang bagaimana?" Tanya Bao-yu.


"Jika mereka benar-benar ingin membunuhku dan tak ingin ada yang tau jika mereka yang telah membunuh aku, mereka pasti akan datang dan membawa diriku lalu membunuhku lagi. Jika cara ini tak berhasil maka aku akan masuk ke hutan terlarang dan mencari mereka semua!" Jawab Jieru.


"Ho? Baiklah, ikuti saja rencanamu untuk sementara. Penjaga, sebarkan berita ini secara diam-diam dan jangan sampai ketahuan siapa yang menyebar." Perintah selir Yao.

__ADS_1


"Terima kasih telah menerima saran hamba, yang mulia!" Jieru memberi hormat.


"Mereka adalah orang yang ingin membunuhmu, kau bisa lakukan apapun yang kau inginkan selama itu tak membawa masalah pada kami." Kata selir Yao.


"Jieru akan mengingat perilaku tuan dan nyonya, Jieru pamit dulu." Kata Jieru.


"Em... Pergilah. Ingat untuk melakukan hal yang kau katakan tadi, kau harus membalas perbuatan buruk mereka." Kata selir Yao.


"Baik, nyonya. Salam tuan Zhang, nyonya, nona." Jieru berbalik, baru berjalan beberapa langkah dia langsung hilang entah kemana.


"Apa kau yakin dia akan setia? Bagaimana jika ingatannya pulih setelah melihat Weiheng?" Bao-yu masih merasa sedikit ragu.


"Jangan khawatir. Dia sudah kehilangan ingatan selama tiga bulan dan tak ada respon sedikitpun ketika aku menyebutkan nama Weiheng juga menunjukkan gambarnya, dia adalah pion terpenting dalam rencana kali ini. Setelah dia membunuh mereka, kita bisa membunuhnya kapan saja kita mau." Jelas Zhang Bingjie.


"Kali ini aku akan percaya padamu, jika kau gagal lagi maka aku sendiri yang akan menguliti dirimu!!" Ancam selir Yao.


"Aku akan kembali dulu, aku takut putraku terbangun. Jika kalian masih ingin membahas rencana maka aku akan tinggalkan kalian." Kata Bao-yu.


"Baiklah, aku juga punya sebuah hal yang harus dibahas bersama menantuku. Zhang Bingjie, apa kita bisa membicarakannya dikamar pribadimu? Disini terasa kurang aman untuk membahasnya, apa kau setuju?" Tanya selir Yao.


"Apa ini adalah masalah pria yang sedang memata-matai kita? Baik, kita bicarakan di kamar pribadiku saja." Jawab Zhang Bingjie.


"Mata-mata?! Kalian segera selesaikan masalah ini, tapi jangan sampai tidak tidur. Ingat untuk menjaga kesehatan." Kata Bao-yu lalu pergi.


"Begitu naif, sangat mudah percaya pada omongan orang. Aih.... putri dan ayah sama saja, sama-sama bod*h!! Tak seperti menantuku yang sangat hebat ini." Selir Yao mulai meraba-raba dada Zhang Bingjie.


"Sstt..... Jangan disini, akan ada yang melihat. Kita kembali kekamar dulu, setelah itu lakukan sepuasmu. Berapa lama pun akan aku lakukan agar kau puas." Zhang Bingjie tergoda.


Mereka pergi menuju kamar pribadi Zhang Bingjie.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2