KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Tragedi Pengakhiran


__ADS_3

Sudah 2 bulan Alvian pulih, persiapan pernikahan Rein dan Vivian hampir selesai. Pesta pernikahan tidak dilangsungkan di gedung mewah namun di restoran, tamu undangan dibatasi, semua dilakukan secara sederhana sesuai permintaan Rein dan Vivian.


"Semuanya harus hati-hati, jangan sampai ada yang salah! Lusa udah hari H jadi jangan ada yang santai-santai! Kalau ada yang ketahuan ga becus langsung keluar!" Fransiska ditugaskan untuk mengatur para pekerja.


"Kenapa yang dipilih harus si jomblo akut ini, sih? Pengalaman pacaran aja ga pernah, apa lagi nikah? Malah dia yang disuruh ngatur!" Sewot Frengky.


"Eh, diem lu! Bos itu tau kalau gue yang paling paham soal ini, lu mending fokus kerja!" Ketus Fransiska.


"Udah jangan ribut, nanti Nyonya Chandra yang ngawas baru tau lu semua." Kata Clara. Mereka semua terdiam, siapa yang berani menantang nyonya besar?


2 hari kemudian


Pesta pernikahan berlangsung sederhana, beberapa kerabat dekat keluarga Chandra dan keluarga para karyawan restoran tampak sangat bahagia.


"Penantian sudah berakhir, akhirnya ikatan yang akan menyatukan kita tiba. Setelah ini, hanya kematian yang akan memisahkan kita." Batin Vivian.


Rein menggenggam tangan Vivian dengan sangat erat, suhu tangannya mengatakan jika dia sedang gugup luar biasa. Vivian terkekeh melihat ekspresi Rein yang selalu tegang, "jangan menertawai ku!" Begitulah Vivian menterjemahkan tatapan Rein padanya.


"Ga.... Vivian, kamu cuma bisa jadi milikku!! Kalau aku ga bisa milikin kamu, maka ga seorang pun yang bisa miliki kamu!! Tunggu aja, kalian akan mendapatkan akibat dari perbuatan kalian!" Alex memandangi dari kejauhan. Hatinya dipenuhi oleh iblis pembunuh.


Pesta selesai, Rein dan Vivian menuju hotel tempat mereka akan menginap selama beberapa hari diantar oleh supir pribadi keluarga Chandra.

__ADS_1


Ckiiitttt


Supir tiba-tiba mengerem kuat, seseorang menghalangi jalan mereka.


"Ada apa, pak?!" Tanya Rein panik.


"Ada orang yang punya niat buruk, kita harus bisa menghindar, tuan." Jawab supir.


Orang-orang yang bekerja di keluarga Chandra bukanlah orang sembarangan, mereka semua sudah mendapat pelatihan khusus sesuai bidang mereka.


"Tuan dan nona muda harus tetap waspada, orang ini pasti punya niat yang bisa membahayakan kalian." Supir memulai aksinya. Bak adegan di film aksi, dua mobil itu saling beradu kecepatan sambil menyenggol satu sama lain.


"Vian, jangan khawatir. Kita pasti bisa lolos." Rein mencoba menenangkan Vivian.


Bruk!!!!!!!


Mobil menghantam pembatas jalan, mereka benar-benar terpojok. Didepan sungai dengan arus deras, sementara di belakang si manusia bi*ad*b, Alex. Mereka keluar dari mobil, Alex juga keluar membawa pisau.


"Alex! Mau apa kamu?! Apa ga cukup dengan selalu membuat kerusuhan di restoran?! Sekarang apa mau kamu, hah?!" Vivian sudah naik pitam.


"Mau ku?! Aku mau kamu! Tapi karna aku ga bisa dapatkan kamu, maka ga ada seorangpun yang bisa dapatkan kamu!!! Mereka harus menghadapi kematian mereka!!" Alex menyerang secara brutal.

__ADS_1


Rein sudah mulai kehabisan tenaga, Alex memanfaatkan keadaan itu untuk membunuhnya.


Crass....


Vivian tertusuk tepat didada demi melindungi Rein, "Si*l!! Bahkan sejengkal sebelum kematian kamu masih melindungi dia!? Aku kabulkan keinginan kalian!! Bersatulah di neraka!!!" Alex menusuk Vivian lagi. Rein sudah tak berdaya, dia sudah tak sanggup menahan Alex yang haus akan kematiannya.


Supir itu masih memiliki kesadaran, dia menelfon polisi juga ibu Rein. "Orang.. Itu.. Punya hubungan dengan nona... Dan.. Tuan muda.... Dendam yang... Besar..." Kesadarannya hilang.


"Halo? Pak?! Halo?!" Ibu Rein sangat panik, dia langsung menuju lokasi yang di berikan supir sebelum menelponnya tadi.


"Hahahaha!!! Kalian lihat akibatnya menentang ku?! Hanya kematian!! Kematian!!!" Alex melempar dua jasad itu ke sungai. Dia langsung kabur, beruntung polisi berhasil menangkapnya.


.......


"Mereka baru menikah.... Kenapa ini semua terjadi?" Ibu Rein tak sanggup menahan tangisnya ketika melihat jasad anak dan menantunya yang baru saja ditemukan setelah pencarian semalaman.


"Kakak!!! Bangun!!! Kakak jangan tinggalin Vian sendiri!!! Kakak jangan bercanda kayak gini!!! Ini ga lucu!!! Kak... Bangun!!!" Alvian histeris melihat kakaknya yang sudah terbujur kaku.


Sehari setelah hari bahagia malah menjadi hari penuh tangis. Dua pengantin baru harus tewas di langkah awal mereka. Tak ada yang mengira jika hari pernikahan itu adalah hari terakhir mereka.


Bersambung....... 😉

__ADS_1


__ADS_2