KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Intan dan Aila


__ADS_3

Keesokan harinya Calvin dan Valencia meminta izin untuk pergi keluar dengan alasan mengajak Valencia berkeliling, setelah mendapat izin dari nyonya rumah mereka langsung melaju ke taman kota menggunakan mobil. Mereka menempuh perjalanan sekitar 20 menit, saat sudah sampai mereka melihat seorang gadis cantik sedang duduk di sebuah bangku taman yang dilindungi oleh sebuah pohon.


"Intan!!" Panggil Calvin.


"Siang, bos!" Sapa gadis itu, Intan.


"Hallo, kak! Aku Valencia!" Valencia mengulurkan tangannya dan disambut ramah oleh Intan.


"Hai, ternyata ini yang namanya Valencia? Imut banget!" Puji Intan.


"Sayang sekali, wajah palsumu sudah ketahuan olehku! Hanya diajak berkeliling denganku saja sudah berpakaian sangat terbuka seperti itu, sangat jelas ingin menggoda kakak sepupuku!! Kau pikir aku tak tau jika kau hanya seekor rubah betina yang sedang menyamar sebagai seekor kucing lemah tak berdaya? Usiaku ribuan tahun lebih tua darimu!!" Batin Valencia sambil tersenyum manis. Bakat akting yang luar biasa tentunya sudah diajarkan oleh Vivian, jadi dia bisa membedakan mana yang berpura-pura dengan yang tulus.


"Eh? Wah!! Kok bos sama kak Intan ada disini?" Seorang gadis dengan tampilan sederhana menghampiri mereka.


"Eh? Ai? Kok kamu bisa ada disini juga?" Tanya Intan sambil tersenyum ramah, tetapi Valencia dapat melihat jelas rasa tak suka dimata Intan ketika menatap gadis cantik di depannya.


"Iya, kamu sering kesini? Sendiri atau sama temen?" Tanya Calvin ramah.


"Ah, saya memang sering kesini sendirian. Biasanya dari pagi udah lari-lari santai disekitar sini, soalnya rumah saya ga jauh dari sini. Pak bos tumben kesini? Ngajakin Intan jalan, ya?" Tanya Aila.


"Em..." Calvin hanya menatap dingin.


"Em... ma... maaf, saya ga seharusnya ngomong gitu. Maaf, pak bos!" Aila nampak ketakutan. Walau terkadang Calvin bicara ramah padanya, itu tak menutup kemungkinan Calvin akan memotong gajinya karena kata-kata tak mengenakkan yang dia ucapkan barusan.


"Eh? Hahaha.... jangan takut gitu, gaji kamu tetap utuh bulan ini. Lagipula ini diluar jam kantor, ngomong santai aja ga perlu terlalu formal." Kata Calvin yang menyadari penyebab kegugupan Aila.


"Kakak cantik! Namanya siapa?" Tanya Valencia yang merasa terabaikan sejak tadi.


"Eh? Nama kakak Aila, kalo kamu siapa? Kok imut banget? Anak kesasar? Sini kakak bantuin kamu cari mama papa! Jangan Ganggu orang lagi pacaran!" Aila mengecilkan volume suaranya untuk kalimat terakhir.

__ADS_1


"Valencia bukan anak kesasar! Valencia adik kak Calvin!" Valencia berpura-pura cemberut.


"Aduh.... jangan marah gitu dong, mau kakak beliin es krim?" Tawar Aila sambil menunjuk abang-abang tukang jual es krim.


"Mau!!" Valencia langsung berubah ekspresi.


"Yaudah, ayo kakak beliin!" Aila menggandeng tangan Valencia dan membawanya untuk membeli es krim.


"Kakak kerja di tempat kak Calvin?" Tanya Valencia sambil menyantap es krim yang dibelikan Aila.


"Iya, dia bos kakak." Jawab Aila.


"Kak Calvin itu pangkatnya lebih tinggi dari kakak, ya?" Tanya Valencia lagi.


"Iya, emang kenapa?" Aila balik bertanya.


"Kalo kak Intan, lebih tinggi dari kakak juga?" Valencia tak menjawab dan malah kembali bertanya.


"Kakak iri sama kak Intan?" Tanya Valencia.


"Siapa yang ga akan iri? Dia cewek cantik dan punya keahlian, sedangkan kakak cuma orang biasa. Menurut kamu dari penampilan kakak ini kira-kira kakak bisa sesukses temen-temen kakak ga? Kakak ini cuma orang yang berpenampilan sederhana dan kemampuan yang ga seberapa, setiap hari harus kerja keras supaya bisa tetap ngasih uang ke orang tua di kampung. Kalian yang terlahir di keluarga kaya pasti ga tau rasanya jadi orang biasa, kan?" Aila menatap langit cerah di atasnya, tangannya mencoba untuk menggapai awan meski dia tau tangannya tak akan sampai. Sama seperti dirinya yang berusaha untuk menjadi sukses dengan status sebagai orang dari desa, sulit untuk mencapai puncak.


"Penampilan dan latar belakang keluarga bukan patokan akan seberapa sukses orang itu. Selama dia punya kemampuan dan berusaha dengan sekuat tenaga, suatu hari dia pasti akan mendapatkan hasil yang sangat luar biasa. Walaupun aku terlahir di keluarga ini, selama lebih dari 3 tahun aku menjalani kehidupan yang jauh dari kata mewah. Kami tinggal di desa kecil, berlatih bela diri dan obat-obatan herbal, selama beberapa bulan ini harus menempuh jalan yang berbahaya, melawan banyak penjahat. Kami menjalani kehidupan yang kurang tenang, sampai akhirnya sekarang harus berpisah dengan ibu dan kakak." Valencia menatap langit dengan tatapan sedih, dia hampir menangis.


"Hidup di desa? Belajar bela diri dan obat herbal? Berpisah dengan ibu? Kamu.... masih sekecil ini kenapa udah dapat cobaan seberat ini? Kamu benar-benar anak kecil yang kuat! Walau ini pertama kali kita ketemu, kakak udah bisa ngerasa suatu hari kamu bakal jadi orang yang sukses dan ga bisa ditandingi!" Kata Aila kagum.


"Kakak, es krim nya habis~~ beliin lagi~~" Pinta Valencia dengan nada manja.


"Kamu ini, pintar banget ngerayu orang!" Aila mencubit pipi Valencia gemas, dia tak sanggup melihat betapa imutnya gadis kecil yang sedang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kalian udah selesai belum makannya?" Tanya Calvin yang datang menghampiri mereka.


"Sebentar, saya mau beliin Valen es krim lagi. Kalian tunggu disini dulu, mau aku beliin juga?" Tawar Aila.


"Kamu nawarin diri buat beliin manager paling berbakat sekaligus anggota keluarga Chandra, keluarga terkaya di negara ini?" Intan memeluk lengan Calvin dan bertanya dengan nada genit.


"Cih! Sama persis seperti wanita-wanita yang ada di rumah bordil!!" Batin Valencia sambil menatap tak suka ke arah Intan. Dia pernah pergi ke rumah bordil saat menyusup mencari informasi, dia melakukan hal itu secara diam-diam jadi Gu Cheng tak tau.


"Hehehe.... kalo gitu aku beliin buat Valencia sama aku aja, kalian tunggu disini!" Aila dengan cepat berlari untuk membeli es krim.


"Kakak!! Aku ikut!!" Valencia mengejar dan meraih tangan Aila.


"Kamu mau rasa coklat lagi atau rasa vanila?" Tanya Aila.


"Aku mau rasa cintamu padaku!" Jawab Valencia sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Haha... dasar anak nakal! Bisa aja kamu ngerayu orang! Kakak tuh nanya serius, tau~" Aila menggendong dan kembali mencubit pipi Valencia.


"Aku juga serius, kakak cantik!! Aku mau rasa cintamu padaku!! Jadi jangan dibagi ke orang lain tanpa persetujuan aku!!" Valencia mengecup pipi Aila.


"Pfftt... iya iya deh, ratu gombal~~~" Aila hanya bisa mengalah, dia sangat senang berbicara dengan Valencia karena dia suka anak-anak.


"Tatapan mata tak bisa berbohong, cinta yang kau sembunyikan dapat aku lihat dengan jelas. Seseorang tak menyadari perasaannya sendiri, dan orang lain mengubur dalam cintanya karena status yang dia miliki. Kalian para orang dewasa dari dimensi ini sangat konyol!" Valencia berbicara dalam hati. Sesuatu yang tak disadari tiga orang dewasa itu malah disadari oleh Valencia yang baru berusia 3 tahun, yah walaupun dia bisa melakukannya berkat pelajaran dari sang ibu.


"Udah selesai? Yuk, kita ke taman bermain!!" Ajak Calvin.


"Taman bermain?! Tunggu apalagi?! Yuk!!" Seru Valencia dan Aila dengan kompak.


"Kalian baru ketemu kok udah se kompak itu sih?" Tanya Calvin.

__ADS_1


"Ini namanya ikatan batin yang kuat! Kita pasti satu keluarga!" Jawab Valencia.


Bersambung......


__ADS_2