KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Ga Tau, Puyeng!


__ADS_3

Pagi harinya


"Mau kemana?" Tanya Michael saat melihat Valencia hendak keluar.


"Rumah Rian." Jawab Valencia.


"Biar aku yang antar!" Michael mengambil kunci mobilnya.


"Tumben baik?" Valencia curiga.


"Untuk memastikan kamu aman sampai tujuan dan ga deket-deket ama tuh cicak cacingan!" Jawab Michael mendahului langkah Valencia.


"Abang berasa pacar overprotective...." Valencia menyusul Michael.


"Ini demi kebaikan kamu, kakak ga mau kamu terlalu percaya sama orang dan itu akan jadi kelemahan kamu." Michael mengusap kepala Valencia.


"Iya iya kakakku~~~" Ucap Valencia manja.


Michael sengaja mengendarai mobil dengan kecepatan rendah, hal itu membuat Valencia kesal. Untuk mempersingkat waktu, Valencia menodongkan kuku-kukunya yang belum dipotong di leher Michael. Melihat betapa tumpulnya kuku Valencia Michael menambah kecepatan, jika kuku itu mendarat di lehernya maka bisa jadi dia terkena rabies.


Rumah Rian


"Permisi...." Ucap Valencia.


"Valen!!!!" Rian berlari keluar dan langsung memeluk Valencia.


"Hoi! Adek gua itu!" Michael dengan kecepatan cahaya berlari dan melepas tautan keduanya.


"Apaan sih?!" Bentak Rian menghentakkan kakinya dengan keras.

__ADS_1


"Apa?! Ga liat tuh Valen syok?!" Kesal Michael sambil menunjuk Valencia yang langsung termenung.


"Hm? Dia kenapa?" Rian malah bertanya seolah tanpa dosa.


"Gara-gara elu!!!!" Bentak Michael.


"Kok gara-gara aku?! Gara-gara lu tau!!" Balas Rian tak kalah nyaring.


"Enak aja! Siapa yang main peluk sembarangan?! Gua?! Bukan! Lu yang meluk dia!" Balas Michael.


"Lu yang misahin! Ku yang bikin dia syok!" Balas Rian.


"Lu yang ga punya sopan main peluk tanpa izin! Lu yang bikin dia syok! Lu kurang ajar jadi cowok! Apa semua cewek lu gituin?! Kalo lu ulangin sekali lagi gua pindahin Valencia ke sekolah lain dan bikin lu ga bisa ketemu dia lagi selamanya!" Balas Michael.


"Lu siapa berhak ngelarang dia buat dekat sama orang lain?!" Balas Rian.


"Gua kakak laki-lakinya! Abang dia satu-satunya!! Cuma gua yang bisa dia andalkan setelah ini!" Balas Michael.


"Gua berhak selama itu demi kebaikan dia! Lu bukan cowok baik-baik kalau masih ngelakuin itu! Gua ga akan pernah ngizinin lu buat dekat sama dia selama sikap lu ga berubah!" Balas Michael.


"Demi kebaikan apa?! Lu itu cuma orang yang selalu ngebatasin privasi adek sendiri!" Balas Rian.


"Memang demi kebaikan dia! Kalo dia deket terus sama lu dia bisa salah pergaulan!" Balas Michael.


"Bener tuh! Rian itu bukan cowok baik-baik!"


"Iya! Kelakuannya aja kayak gitu, pasti bukan anak baik-baik!"


"Jangan deketin lagi tuh si Rian! Orangnya ga bener!"

__ADS_1


Mulut ibu-ibu tukang gibah ikutan nimbrung tanpa izin, tentunya mereka sudah ada disana sejak awal pertengkaran.


"Ga usah ikut campur urusan orang! Saya lagi ngurusin adek saya, kalian jangan ikut campur!" Ketus Michael.


"Tau tuh! Dasar tukang gosip!" Timpal Rian.


"Eh lu diem! Masalah kita belum selesai!" Mereka kembali ribut.


"Apa-apaan ini?! Kenapa ribut di depan rumah?!" Mama Rian melerai keduanya yang hampir adu jotos.


"Dia tuh Ma! Datang ke rumah orang bikin ribut mulu!" Rian menunjuk-nunjuk Michael.


"Heh, cicak cacingan! Lu tuh yang ga sopan main peluk sama orang!" Balas Michael.


"Valen, ada apa ini?" Tanya Mama Rian pada Valencia.


"Ga tau, puyeng!" Valencia berjalan kembali ke mobil.


"Mau kemana?!" Tanya Rian yang langsung menahan tangan Valencia.


"Mau pulang! Capek liat kalian berantem mulu!" Jawab Valencia.


"Kan udah janji mau nemenin aku hari ini." Ucap Rian memelas.


"Kalau kamu kayak gini gimana aku bisa nemenin? Kerjaannya ribuuut mulu! Capek aku dengernya!" Valencia menarik tangannya.


"Iya iya janji ga gitu lagi! Jangan pergi, ya?" Mohon Rian.


"Ya udah, tapi janji ga gitu lagi! Kalau diulangin aku beneran ga akan ketemu lagi sama kamu!" Ancam Valencia.

__ADS_1


"Iya iya janji!" Ucap Rian.


Selama beberapa hari Valencia terus menemani Rian, kondisi pun semakin hari semakin baik. Perlahan-lahan sifatnya kembali seperti semula, tak lagi bertingkah seperti anak kecil. Namun Papa Rian tak pernah ditemukan, pihak keluarga pun mengikhlaskan hal itu.


__ADS_2