
"Akh!!!! Ampuni aku, nyonya!!! Akh!!!!!" Teriak seorang pria kesakitan karena lehernya dicek*k.
"Ibu, sudahlah!" Teriak Bao-yu.
"Apa yang ibu lakukan?! Dia bisa mati!!" Kata Zhang Bingjie.
"Bod*h kalian!! Justru bagus kalau dia mati!! Dengan itu dia tidak akan pernah melapor kepada kaisar!!!" Bentak selir Yao.
"Bukankah itu bagus untuk kita?" Bao-yu bingung.
"Kalian tak mengerti, aku ingin menyiksa dan membunuh mereka dengan tanganku sendiri!!" Kata selir Yao.
"Tapi untuk apa kita menyembunyikan informasi ini? Mereka bisa mati tanpa mengotori tangan kita, tanpa mengeluarkan tenaga sedikitpun." Kata Zhang Bingjie.
"Aku ingin melihat mereka menderita secara perlahan-lahan. Jika kaisar yang menghukumnya maka dia akan langsung mati, tak akan ada kepuasan sempurna." Kata selir Yao.
Bruk!!! Ctak!!! Ctak!!!
Selir Yao mencambuk pria itu, "Menantu, gunakan pedangmu dan habisi dia!! Pelayan, berikan mayatnya pada anjing-anjing yang kelaparan itu dan bersihkan tempat ini sebaik mungkin." Perintah selir Yao.
Hanya dalam beberapa detik pria itu tewas, pelayan laki-laki membawa mayatnya untuk diberikan kepada anjing sementara pelayan perempuan membersihkan tempat kejadian.
"Selir Jiao, tak lama lagi kau akan tersiksa dan mati ditanganku!!!" Batin selir Yao.
............
__ADS_1
"Putra mahkota!!!! Putra mahkota!!!!" Seorang pelayan perempuan berlari dengan sangat kencang kearah putra mahkota yang anak menuju mansion.
"Ada apa, Jianying? Mengapa kau terlihat tegang" Tanya putra mahkota.
"Ketemu!!!! Mereka ketemu!!! Selir Jiao.... Huh.... huh.... Jieru..... ketemu!!!" Kata Jianying sambil ngos-ngosan.
"Apa?! Dimana?! Apa mereka tertangkap oleh kaisar?!" Tanya putra mahkota panik.
Jianying menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, "Bukan kaisar, tapi selir Yao!! Mereka ada di desa dekat perbatasan di bagian utara, selir Yao sudah mengirim sangat banyak pembunuh untuk menangkap mereka hidup-hidup! Setelah tertangkap mereka akan disiksa oleh selir Yao!!" Jawab Jianying.
"Darimana kau tau informasi ini?" Tanya putra mahkota.
"Bukankah putra mahkota sendiri yang memintaku untuk mengawasi selir Yao?! Jelas aku tau karena menguping! Pria itu bilang dia melihat sekelompok orang berpakaian laki-laki membunuh para bandit kejam di dekat desa itu. Ada 7 orang, 4 dewasa dan 3 anak-anak. Walau memakai penutup wajah dia tau dan ingat dengan jelas teknik bertarung yang digunakan orang-orang itu adalah yang dipakai Weiheng saat diminta menunjukkan keahliannya didepan umum beberapa tahun lalu. Pria yang menyampaikan informasi itu bahkan langsung dibunuh!" Jawab Jianying.
"Si*l!!!! Aku harus lebih cepat dari mereka!!! Jangan sampai adikku dalam bahaya!!!" Putra mahkota mengepalkan kedua tangannya kuat.
Putra mahkota mengirim sekelompok prajurit yang dipilih secara khusus, mereka melakukan perjalanan selama sebulan lebih karena sungai yang harus mereka lewati meluap karena hujan deras selama berhari-hari sebelum akhirnya sampai di desa itu.
...........
Rumah kepala desa
"Ibu!!!!! Kakak menggangguku lagi!!" Teriak Zhishu sambil berlari menuju ibunya yang baru pulang dari kebun.
"Ada apa? Apa Minghao mengerjaimu?" Tanya Jieru.
__ADS_1
"Dia kalah melawanku saat latihan pedang." Kata Minghao sambil berjalan dengan santai.
"Kakak curang!! Dia mengalihakan pandanganku!! Dia sengaja membuatku lengah!! Dia terlalu curang!!" Kata Zhishu.
"Zhishu, itu adalah salahmu. Jika kau sedang bertarung jangan sampai fokusmu hilang, jangan sampai terkecoh lawan." Jieru menggendong putri kecilnya itu.
"Lihat? Ayah bukan selalu membelaku, tetapi memang kau yang harus belajar lebih banyak." Kata Minghao dengan nada mengejek.
"Aku ini mahir dalam serangan jarak jauh dan medis, aku lebih hebat menyerang dengan jarum dan racun juga mengobati. Keahlian ini kalian tidak menguasainya, kan?" Balas Jianying.
"K.... Kau!!! Dasar kau adik yang sombong!! Lihat saja, aku akan menguasai ilmu medis juga!!" Minghao pergi dengan kesal.
"Dasar anak nakal, kau membuat kakakmu kesal. Ingat untuk tidak menyombongkan kemampuan lain kali, kami tak pernah mengajarimu untuk bersikap seperti itu." Kata Jieru sambil menurunkan Zhishu.
"Hehe..... aku akan meminta maaf padanya sekarang." Zhishu berlari menyusul kakaknya.
"Keahlian mereka berbeda, tetapi dengan ini bagus juga. Menguasai bidang yang berbeda, mereka bisa saling membantu jika dalam kesulitan. Aku berharap kalian bertiga bisa menghadapi masalah yang akan muncul dalam waktu dekat ini." Gumam Jieru.
Dua bulan lalu disaat Jieru memeriksa kemah para bandit yang mereka bunuh pada malm hari, dia menemukan jejak kaki tak jauh dari tempat tersebut. Jejak kaki itu mengarah ke istana, dia yakin jika saja orang itu bukan utusan kaisar maka pasti utusan selir Yao. Dia bersyukur anak-anak sudah dipersiapkan dan sangat cepat memahami hal yang diajarkan.
"Semoga mereka bisa menghadapi takdir ini. kita semua adalah orang yang diburu, aku sangat sedih ketika mengingat kitalah yang membuat anak-anak mendapat takdir ini." Kata Wei yang sedari tadi berada disamping Jieru.
"Orang-orang utusan pasti akan segera tiba, kita harus bersiap-siap. Kita sebaiknya meninggalkan desa secepatnya dan melindungi anak-anak." Kata Jieru.
"Ya, lebih cepat kita pergi akan lebih baik. Kita harus pergi pada malam hari agar tak ada yang tau. Kita harus kembali ke istana dan membalas perbuatan selir Yao!!!" Kata Wei geram.
__ADS_1
Bersambung.........