KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Usaha yang Gagal


__ADS_3

Pagi hari


"Jangan melakukan hal yang sia-sia, percuma saja berusaha melepaskan diri." Kata Han yang baru saja bangun dan melihat Jieru sedang berusaha melepaskan diri.


"Jika aku tak berusaha bebas, maka aku akan mati terbunuh oleh kalian!!!" Ketus Jieru.


"Kami tak akan membunuhmu, kau adalah salah satu dari kami." Han mendekati Jieru yang terikat kuat dipohon.


"Tuan sudah mengatakan semuanya, kalian yang telah berusaha untuk membunuhku!!! Kalian melemparku ke jurang, kalian membuat seolah-olah aku melakukan bunuh diri. Untung saja tuan menyelamatkan dan menyembuhkan diriku, dia bahkan membantuku memberitau siapa yang telah melakukan hal itu padaku!!!" Jieru berteriak hingga membuat yang lain terbangun.


"Ada apa ini? Mengapa berteriak pagi-pagi begini?" Tanya Li Wei.


"Uh... apa Jieru sudah sadar?" Tanya Gu Cheng yang masih mengantuk.


"Apa yang terjadi, Jieru? Mengapa berteriak?" Tanya Weiheng dengan suara serak.


"Bebaskan aku! Lepaskan aku sekarang juga!" Berontak Jieru.


"Ibu~~~ berhentilah memberontak, kita adalah keluarga." Kata Zhishu.


"Jangan panggil aku ibu!! Kalian semua adalah orang-orang keji!! Kalian yang berusaha membunuhku sebelumnya!!" Jieru tetap memberontak.


"Ibu, apa kau tak sadar jika kau sudah ditipu dan di manfaatkan?" Minghao bicara namun masih tetap dalam posisi berbaring.


"Sudah aku bilang, jangan panggil aku ibu!! Jika mereka adalah orang jahat, mereka pasti tidak akan menyelamatkan aku! Tak seperti kalian, membunuh orang tapi mengatakan pada dunia kalau orang itu bunuh diri." Jieru tetap terus memberontak dan berusaha melepaskan diri.


"Apa ibu bisa dengan mudah melupakan kami? Kita sudah bersama selama bertahun-tahun, apa ibu tak mengingat sedikitpun? Zhishu selalu merengek didepan ibu dan berpura-pura manja, ibu selalu tau jika Zhishu berpura-pura. Zhishu dan kakak juga sangat sering mengerjai ibu, membuatmu ibu kesal untuk beberapa saat. Ibu menemani Zhishu berlatih pedang jika ibu punya waktu, apa ibu tak mengingat semua itu? Zhishu sangat merindukan ibu~ huhuhu~ ibu menghilang sangat lama, mengapa saat bertemu malah melupakan kami?" Zhishu tak sanggup menahan air matanya yang sudah memberontak ingin keluar.


"Bibi, apa bibi ingat? Dulu bibi pernah jatuh kedalam lumpur ketika sedang berjalan-jalan di dekat persawahan. Sehari sebelumnya hujan deras, An An sengaja mendorong bibi hingga tergelincir dan jatuh. Wajah bibi sangat kotor karena dipenuhi lumpur saat itu, An An tertawa sangat keras ketika melakukan kenakalan itu. Hug.. hug..." Gu An sesenggukan karena menangis, "An An selalu merasa lucu ketika mengingatnya, tapi hari ini An An malah menangis karena bibi tak mengingatnya dan mengejar An An lagi." Gu An berusaha menghapus air matanya dengan tangan namun pipinya malah semakin basah.


"Jieru, tak aku tak masalah jika kau melupakan aku, tapi apa kau juga melupakan ibumu? Dia yang telah merawatmu selama ini, sampai kau dewasa. Apa kau melupakan dia begitu saja?" Tanya ibu Li Wei.


"Kita selalu bertengkar walaupun hanya karena hal kecil, tetapi ketika kita kompak tak ada yang bisa mengalahkan kita. Apa kau ingat? Aku pernah mencelakai dirimu, tapi kau malah berbaik hati memaafkan aku dan bahkan mengobati ibuku. Kita menjadi teman yang sangat dekat melebihi seperti saudara, apa kau melupakan semua itu? Kita bahkan sering dikerjai bersama oleh anak-anak, dan kita akan membalas kenakalan mereka pada ayah mereka. Beberapa waktu lalu kita bahkan bersama-sama memaksa mereka untuk memakai pakaian kita, apa kau tak mengingat semua hal itu?" Li Wei bertanya.


"Hentikan, kalian semua!!!! Berhenti bicara sekarang juga!!! Kalian semua hanya mengatakan omong kosong!!! Jika aku memang pernah melakukan hal yang kalian ucapkan tadi, mengapa aku tak bereaksi atau mengingat sesuatu sedikitpun?!?!?! Kalian semua adalah penipu!! Kalian berbohong padaku dan sedang berusaha untuk melenyapkan aku lagi!!! Hentikan semua ini!!! Hentikan sekarang juga!!!" Jieru terus berusaha melepaskan diri, "Kalian semua adalah pembunuh!!!! Aku akan membuat kalian merasakan apa yang telah kalian lakukan selama ini!!!" Batinnya.

__ADS_1


"Jangan ada yang bertanya lagi, itu bisa membuat keadaan tambah parah. Kita harus melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mengingat sesuatu." Kata Gu Cheng.


"Kak Jieru, apa kau mengingat benda ini?" Tanya Han sambil memainkan sebuah kalung.


"I... itu..." Bayang-bayang hitam muncul dalam pikiran Jieru.


"Suamiku, aku ingin kalung itu~~~"


"Eh? Sejak kapan kau menyukai kalung?"


"Aku ingin membelinya untuk ibu, boleh, ya~~~"


"Mengapa ingin membeli yang ini? Bukankah ada yang lebih indah?"


"Tidak mau yang lain, hanya ingin ini!! Ini persis seperti kalung yang pernah ibu berikan padaku saat aku kecil, aku ingin memberikan ini pada ibu saat ulang tahunnya nanti~~~~"


"Baiklah, baiklah. Apa ada yang lain? Aku merasa kalung ini sangat sederhana."


"Tidak! Hanya itu!"


"Iya, saat itu milikku diambil oleh selir Yao. Aku melihatnya saat di kota, aku ingin memberikan ini sebagai hadiah ulang tahun ibu!"


"Anak pintar~~~ tapi kau sudah memiliki anak, jangan terlalu manja padaku atau pada suamimu."


"Baik, ibu!"


"Siapa?! Siapa mereka semua?!" Jieru berkeringat sangat banyak dan terlihat ketakutan, entah mengapa jantungnya berdetak sangat kencang saat melihat kalung ditangan Han.


"Kak Jieru, ini adalah hadiah darimu untuk selir Jiao tahun lalu. Kau selalu menyimpan benda ini, kau bahkan melarang kami untuk menyentuhnya." Han berjalan semakin mendekat pada Jieru.


"Tidak.... siapa mereka?! Mengapa seperti ini?! Siapa mereka sebenarnya?! Tidak... berhenti... jangan menyiksaku lagi.... kumohon.... hiks... hiks... Mengapa kalian ingin menyiksaku? Apa untungnya bagi kalian? Aku mohon berhentilah!!!!!" Jieru berteriak dan langsung pingsan.


Boommm!!!!


Asap tebal mengelilingi Jieru, ketika asap itu menghilang Jieru juga ikut lenyap tanpa jejak.

__ADS_1


"Dimana dia?! Apa mereka membawa Jieru?!" Weiheng panik.


"Jangan panik, dia pasti akan baik-baik saja!!" Kata Li Wei.


"Aku rasa.... Jieru akan semakin menderita jika kita terlalu memaksanya. Dia hanya melihat sebuah kalung, dan dia bereaksi seperti itu. Aku hanya bisa berharap agar di bisa secepatnya mengingat semua hal yang telah terjadi sebelumnya." Gu Cheng pasrah.


...................


"Apa dia baik-baik saja? Mengapa bisa pingsan? Apa dia dipaksa untuk mengingat sesuatu?"


"Ah... benar, tabib. Beberapa orang yang berusaha mencelakainya sebelumnya membuat dia terpojok, mereka terus memaksa agar dia mengingat sesuatu."


"Ah... jauhkan dia dari mereka untuk sementara, dia bisa mengalami hal yang akan menyakiti dirinya jika terlalu dipaksa."


"Baik, tabib. Aku akan mengawasi dia agar tetap beristirahat selama beberapa hari."


"Berikanlah dia obat dengan teratur, dia akan segera pulih."


"Baik, terima kasih, tabib!"


"Bukan masalah, aku seorang tabib. Kau mengatakan jika dia lupa ingatan, lain kali jangan biarkan dia terlalu memaksakan diri. Aku akan pergi, tak perlu mengantar."


"Baik, sekali lagi terima kasih."


"Apa dia baik-baik saja?!" Seseorang masuk secara tiba-tiba tak lama setelah tabib pergi.


"Dia baik-baik saja, tuan! Tabib mengatakan jika dia harus beristirahat selama beberapa hari." Jawab pengawal bayangan.


"Jangan biarkan dia keluar ataupun berusaha mengingat apapun! Dia adalah pion penting! Dia sudah ada dalam genggaman tanganku sekarang, aku tak akan membiarkan dia mengingat semua dan semua rencanaku hancur!" Kata orang itu.


"Tuan tenang saja, hamba tak akan membiarkan dia mengingat masa lalu. Ini tengah hari, sebaiknya tuan Zhang cepat kembali." Kata pengawal bayangan.


"Baik, kau awasi dia dengan benar! Jangan sampai Weiheng menemukan tempat ini!" Zhang Bingjie pergi.


"Sayang sekali, kau yang dulunya orang baik harus diperbud*k oleh musuhmu sendiri, kau bahkan menganggap dia sebagai penyelamatmu. Nona, aku akan membuatmu mengingat semua tujuanmu yang sebenarnya sesegera mungkin!" Pengawal bayangan itu terus menatap Jieru.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2