
Beberapa hari kemudian akhirnya Valencia memiliki waktu luang, dia pergi ke cafe tersebut untuk menemui Gu An. Karena tempat itu cukup jauh dan sudah pasti macet, dia memutuskan untuk mengendarai motor sendiri. Dengan begini dia bisa menyalip dan mencari jalan yang lebih cepat dengan melewati gang kecil.
Valencia sampai di tujuan, saat masuk cafe dia melihat Gu An sedang melayani para pengunjung dan sempat melirik ke arahnya sekilas. Dia duduk dan memesan, menunggu sampai Gu An mendatanginya sendiri. Cafe itu cukup ramai jadi sulit bagi Gu An untuk mengobrol dengan Valencia, untung saja semua yang ada di menu sangat enak jadi Valencia terus memesan lagi begitu habis.
Karena takut perut Valencia bermasalah Gu An diam-diam memberikan selembar kertas dan sebuah kartu akses, itu adalah alamat hotel tempat Gu An menginap. Valencia langsung pergi ke hotel itu setelah membayar, hanya perlu lima menit untuk sampai di sana.
"Kerja di tempat kayak gitu tapi nginap di hotel mewah, anak ini otaknya kemana?" Ucap Valencia setelah melihat kamar tempat Gu An menginap.
Valencia menunggu sampai malam, setidaknya ada makanan dalam kulkas yang bisa menemaninya membaca komik online. Saat mendengar suara pintu diketuk empat kali Valencia langsung membukanya, Gu An sudah pulang kerja.
"Uang dari mana sampai bisa nginap disini?" Tanya Valencia.
"Keamanan orang itu terlalu rendah, bahkan ga sadar kalo kamarnya udah dimasukin pencuri." Jawab Gu An santai.
"Kapan malingnya? Kok aku ga tau?" Tanya Valencia.
"Aku ga sebodoh itu untuk langsung pergi tanpa uang. Aku nyantai di atas atap, setelah dia tidur pulas aku masuk dari jendela. Untung aja pas neror Yiyi perlengkapan dibawa, kalo ga ya aku pasti jadi gembel sekarang." Jawab Gu An.
"Tapi.... sebenarnya siapa dia? Kenapa dia bisa tau tentang dimensi lain?" Valencia tampak bingung.
"Kita bahas itu nanti, aku mau mandi dulu. Tolong beli lagi semua cemilan yang udah kamu makan, supermarket ada diseberang." Ucap Gu An melempar sebuah kartu dan pergi mandi.
Valencia tanpa bicara apapun langsung mengambil kartu itu dan membeli cemilan sampai empat kantong besar, lengkap dengan mi instan pedas favorit mereka. Gu An yang melihat itu langsung mengambil panci dan melemparnya ke arah Valencia, tentu saja gadis itu berhasil menghindar dengan sempurna.
"Buat apa beli sebanyak itu?!!! Kamu mau piknik ke Neptunus sampai harus beli sebanyak itu pake uang aku?!" Omel Gu An.
"Nanti aku ganti, lagian mi instan pedas favorit kita juga ada aku beli. Malam ini aku mau nonton dracin sampai pagi, semua cemilan ini buat nemenin." Kata Valencia dengan senyum tak berdosa setelah menghabiskan dua setengah juta untuk semua cemilannya.
"Pakaian ada di atas kasur, cepat mandi selagi aku masak mi." Gu An memijit pelipisnya.
"Laksanakan!" Valencia melepaskan kantong belanjanya dan berlari mandi.
__ADS_1
"Mi instan ada di kantong yang mana? Aish.... Kerjaan lagi." Gu An membongkar empat kantong berukuran jumbo itu, perlu waktu untuk bisa menemukan empat bungkus mi instan super pedas favoritnya.
Setelah selesai mandi Valencia langsung mencium aroma kesukaannya, mi instan pedas itu sudah selesai dimasak. Dengan cepat Valencia berlari mengikuti aromanya, dia duduk dan langsung menyantap makanan.
Setelah selesai makan mereka langsung memikirkan cara untuk membongkar kedok 'Devina', tentunya ditemani dengan puluhan bungkus cemilan mulai dari yang murah sampai yang mahal.
"Langkah apa yang harus kita lakukan sebagai pembukaan?" Valencia nampak berpikir.
"Tentunya harus menarik perhatian dan rasa penasaran si laki-laki bodoh itu, setelah itu kita buat sebuah 'pertunjukan' dimana plagiat itu harus menunjukkan bakat yang hanya aku miliki!" Jawab Gu An.
"Tapi.... hal apa yang bisa menarik rasa penasaran Michael? Haruskah lompat dari gedung?" Tanya Valencia.
"Kemana otak cerdasmu itu?! Tentunya bekerja sama dengan polisi menangkap penjahat! Dia tau betul bagaimana cara aku 'melayani' musuh, dia pasti akan tertarik." Jawab Gu An kesal.
"Oh...." Valencia mengangguk-angguk sambil memakan cemilannya.
"Otakmu selalu payah jika bertemu makanan!" Ketus Gu An.
"Mungkin ada pengkhianat di antara kita?" Ucap Gu An.
"Mereka tau kita pembunuh handal, mana berani bertindak? Lagipula keluarga Chandra harmonis nyata dan Rian ga akan berani karena keluarga Chandra bisa mengakuisisi perusahaannya hanya dalam satu malam." Ucap Valencia.
"Orang ini muncul secara tiba-tiba entah dari mana, wajahnya sama dengan ku dan tau identitas kita. Apa mungkin dia juga ada di danau saat kejadian waktu itu?" Gu An berasumsi.
"Itu juga bisa jadi, tapi kenapa dia merubah wajahnya dan masuk ke kediamannya Chandra?" Valencia mengetuk-ngetuk telunjuknya di dagunya.
"Orang ini harus musnah kalau dia berencana jahat!" Gu An mengepalkan satu tangannya dan meninjukannya pada telapak tangan lain.
"Mau nonton?" Tawar Valencia memperlihatkan sebuah judul drama China yang sudah dia cari di ponsel.
"Persiapan lengkap, kapten!" Gu An melompat ke kasur.
__ADS_1
Mereka menonton satu judul drama sampai tamat semalaman, tentunya dengan sesekali teriakan kecil ketika melihat pria tampan yang menjadi pemain. Karena besoknya adalah hari minggu mereka menonton sampai puas dan tak tidur. Semua cemilan habis tak bersisa, berat badan yang akan bertambah tak mereka hiraukan karena berat badan mereka selalu ideal.
Waktu yang sama, RSJ.
"Gimana akhir-akhir ini? Apa mendapat tekanan dari peneror itu lagi?" Tanya seorang dokter spesialis, alias psikiater.
"Iya, dia udah berhenti neror. Saya rasa sudah cukup membaik, terima kasih atas pengobatannya." Jawab Yiyi.
"Selama Anda tidak mendapat tekanan maka Anda akan baik-baik saja dan bisa tidur nyenyak. Saya rasa obat tidur sudah tidak diperlukan, syukurlah Anda tidak sampai ketergantungan obat tidur." Ucap Psikiater.
"Ini sudah larut, waktunya istirahat." Ucap asisten Yiyi, Ali.
"Baik, selamat beristirahat. Ingat untuk menghindari tekanan batin dan khawatir berlebih." Ucap psikiater.
Yiyi dan Ali pergi setelah memberi biaya pengobatan, setelah seminggu lebih akhirnya kondisi Yiyi kembali normal. Untung saja selama melakukan pengobatan peneror itu tak mengganggu, atau kondisi Yiyi mungkin akan semakin memburuk.
Gu An sudah memulai langkah awalnya, dia datang ke kantor polisi dengan penyamaran dan mengatakan akan membantu mereka menangkap seorang pelaku kriminal yang sulit ditangkap. Hanya dalam waktu tiga hari Gu An yang sendirian berhasil menangkap orang itu, polisi sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Gu An berkata akan membawa orang lain untuk dipenjara, dia bahkan menunjukkan daftar para buronan yang selalu dicari lengkap dengan foto dan cara kerja mereka.
Selama sebulan Gu An membantu polisi tanpa imbalan, tentunya itu sudah dibayar dengan berita yang sedang tersebar luas. Valencia tak lupa ambil bagian untuk menjadi pelaku penyebar berita, dia mulai dari pasar terdekat yang isinya ibu-ibu tukang gibah. Dia menyebarkan berita dengan sangat sempurna dan telah sampai ke telinga para kru film juga Michael.
Lokasi syuting
"Eh, kira-kira orang misterius itu siapa? Dalam waktu satu bulan dia udah berhasil melumpuhkan belasan penjahat, pasti bukan orang biasa!" Seorang kru tukang gosip memulai pembicaraan.
"Iya, apa mungkin dia laki-laki ganteng yang masih lajang dan lagi cari pasangan?" Sambung yang satu lagi, si jomblo akut.
"Menurut berita yang tersebar, dia selalu menghitung sampai empat sebelum melumpuhkan musuh!" Sahut yang lainnya.
"Menghitung sampai empat?" Michael ikutan nimbrung saat mendengar percakapan itu.
"Iya, setelah hitungan ke empat semua penjahat langsung dihajar! Menurut informasi saksi yang beredar di internet, dia punya kecepatan yang melebihi manusia!" Jawab seorang kru.
__ADS_1
"Cara orang ini sama persis dengan Gu An, tapi gimana bisa dia ngelakuin itu sedangkan setiap saat selalu sama aku?" Batin Michael penasaran.