KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS
Ga Tau Judulnya Apa


__ADS_3

"Penyesalan akan hadir kalau ga ada keyakinan di awal. Aku masih punya satu rahasia, ga lama lagi kamu bisa melihat dunia ini lagi." Kata Vivian.


"Ma... Maksudnya?" Rein bingung.


Vivian melepaskan pelukannya, "Nanti juga tau. Intinya sekarang kita harus rawat vian dulu, setelah itu baru kita urus pernikahan. Kemarin dokter bilang udah ada pendonor yang cocok buat kamu, ga lama lagi kamu bisa melihat wajah-wajah anggota keluarga kamu di restoran." Vivian menarik tangan Rein, mereka turun ke bawah.


"Jadi gimana? Rein udah setuju, kan?" Tanya ibu Rein.


Vivian mengangguk, "Iya, dia setuju. Sebaiknya nyonya Chandra kerumah sakit besok, ada hal yang ingin disampaikan dokter. Kami permisi dulu." Vivian membawa Rein pergi, didepan supir sudah siap mengantar mereka ke rumah sakit.


.......


Keesokan harinya

__ADS_1


"Baik, kalian harus lakukan yang terbaik untuk hal ini. Saya tidak ingin ada masalah sedikitpun dalam operasi anak saya." Tegas ibu Rein ketika menemui dokter.


"Baik, nyonya Chandra. Anda jangan khawatir, tak akan ada masalah." Jawab dokter dengan tenang.


Setelah ibu Rein keluar barulah dokter itu bisa bernafas lega, "Fiuh... Hampir aja, auranya benar-benar menakutkan." Dokter merinding. Bagaimana tidak? Sekali perintah dari orang itu saja bisa menghancurkan karirnya selama puluhan tahun.


Setelah beberapa minggu


"Rein, akhirnya lu balik lagi. Gua kira setelah diterima lagi di keluarga Chandra lu lupa sama keluarga yang disini." Frengky menepuk pundak Rein. Setelah operasi dia memang tak mengunjungi restoran, dia lebih memilih untuk menjaga Alvian.


"Oh, bukan kedua, tapi ketiga. Kamu kira kami gatau? Nyonya Chandra udah bilang, kamu sama bos bakalan nikah. Aku kalah ribuan langkah, baru aja mau ngejar kamu." Kata Clara.


"Mana bisa gitu?! Ga boleh! Udah bagus dia sama bos. Masa karna dia ganteng kamu lupain aku yang udah 2 tahun menerima semua omelan dan ambekan kamu?" Adiftiya tak terima dengan niat Clara yang mau mengejar Rein. Mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Ok, aku udah hapal muka kalian bertiga. Cuma yang lain mana? Kita kenalan ulang." Rein mencari karyawan lain karena yang terlihat hanya Frengky, Adiftiya, dan Clara.


"Hai, Rein! Aku Fransiska." Fransiska baru saja masuk dengan beberapa bahan memasak ditangannya.


"Jones muncul, abis dari mana lu? Sebelum jam istirahat udah ngilang, ketemu ama do'i?" Goda Clara.


"Heh, jangan sembarangan, abis ngambil belanjaan dari bos, nih. Mending bantuin, berat nih!" Ketus Fransiska.


"Ya ampun, sini ibu bantuin. Kalian ini gimana? Temennya ngangkat barang sebanyak ini malah diliatin doang." Tegur Bu Lia. Mereka hanya cengar-cengir lalu membantu Fransiska.


Sesi perkenalan selesai, Rein sudah mengenal wajah anggota keluarga spesialnya itu. Setelah waktu istirahat berakhir restoran langsung ramai, Rein yang sudah sangat rindu dengan restoran memilih untuk bernyanyi lagi.


"Benar-benar rindu dengan kehangatan yang ada disini, mereka keluarga yang paling diinginkan semua orang. Setiap saat selalu ada tawa didalamnya, juga menyalurkan kehangatan itu ke semua orang. Ga heran kalau disini selalu ramai, ga aneh juga Alex dan Sherly selalu berusaha merebutnya. Ibu Vian pasti menginginkan anaknya selalu bahagia dan Tuhan membantunya. Vian, aku benar-benar beruntung ketemu kamu waktu itu. Kalau aja kamu ga ada, mungkin aku ga akan pernah menemukan keluarga ini. Semua karna kamu, cahaya pertamaku."

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2