
Pagi yang cerah, mendung di kediaman selir Yao. Bao-yu mendapatkan sepucuk surat berisi ancaman, dia semakin takut jika Zhang Bingjie benar-benar berselingkuh.
Jauhi Zhang Bingjie
Dia hanya akan bersamaku
Sekuat apapun kau berusaha
Dia tetap akan menjadi milikku
Tinggalkan dia
Jangan menghalangi cinta sejati kami
Bercerai dengan dia secepatnya
Jangan membuatnya menderita lebih lama
"Sebenarnya siapa yang mengirim surat ini?! Apa maksud dari orang ini?!" Sepanjang pagi Bao-yu membuat keributan dengan berteriak-teriak.
"Sebenarnya apa yang terjadi?! Mengapa kau semarah ini??!" Tanya selir Yao ketika melihat Bao-yu melempar-lempar barang.
"Bao-yu, ada apa?! Siapa yang membuatmu menjadi semarah ini?!" Tanya Zhang Bingjie panik.
"Seseorang menaruh surat di atas meja, setelah membacanya putri menjadi marah dan lepas kendali." Jawab kepala pelayan.
Zhang Bingjie mengambil dan membaca isi surat itu, dia langsung meremas lalu merobek-robek kertas itu hingga menjadi potongan-potongan kecil.
"Apa isi suratnya?" Tanya selir Yao.
"Omong kosong seseorang!!! Dia mencoba untuk menghancurkan hubungan kami!!" Jawab Zhang Bingjie geram.
"Apa?! Siapa yang melakukan hal itu?! Segera selidiki!!" Perintah selir Yao.
"Semalam Jieru juga mendapatkan surat dengan isi yang sama, apa selir Yao yang merencanakan ini? Apa nenek tua ini tau kalau aku selalu ditemani oleh Jieru setelah dia kembali?" Pikir Zhang Bingjie.
"Ibu.... sebenarnya siapa yang melakukan ini? Mengapa dia membuat aku meragukan suamiku? Semalam aku bahkan dikirimi sebuah penjepit rambut dan kemarin semua makanan diganti dengan sayuran hijau. Ibu.... aku sangat takut!" Bao-yu memeluk selir Yao.
"Bukankah itu milik selir Yao?! Jadi memang benar dia yang melakukan ini!!" Zhang Bingjie mengepal kedua tangannya dengan kuat, dia mengambil penjepit rambut diatas meja lalu menyembunyikannya.
"Putriku, kau harus tetap tenang! Aku tak akan melepaskan orang itu setelah menangkap dia!! Aku akan menguliti dia dan memberikannya pada anj*ng untuk dimakan!!" Selir Yao mengelus pundak Bao-yu.
"Menguliti? Heh!! Dasar nenek tua licik!!" Zhang Bingjie terus mengumpat dalam hati.
__ADS_1
......................
Hutan terlarang
"Huhuhu..... apa yang harus aku lakukan?" Jieru menangis membuat yang lain terheran-heran.
"Sebenarnya mengapa kau menangis? Apa kau mengalami sesuatu?" Tanya Weiheng yang merasa bingung, pasalnya semalam Jieru tak menemuinya dan dia malah menangis saat kembali pagi ini.
"Semalam seseorang mengirimkan sebuah surat padaku, dia memintaku untuk meninggalkan Zhang Bingjie!!! Huaa!!!" Jieru menangis semakin keras.
"Untuk apa kau menangis hanya karena seseorang mengirimkan surat agar kau meninggalkan dia?!?! Bukankah akan sangat baik jika kau benar-benar lepas dari dia?!" Weiheng marah ketika tau kalau istrinya menangis karena di suruh meninggalkan musuhnya.
"Apa maksudmu?! Dia sudah menemaniku selama beberapa malam ketika aku kesepian, dia sangat baik dan perhatian padaku!!" Bentak Jieru.
"Jika kau kesepian kau bisa datang padaku!! Aku adalah suamimu!! Kau seharusnya datang padaku dan bukan mencari pria lain!! Sejak awal aku memang tak mengizinkan rencana konyol mu itu!! Hal yang aku takutkan sekarang terjadi!!! Kau mulai terpikat padanya lagi!!" Weiheng balas membentak tak kalah nyaring.
"Saat aku jatuh kejurang dimana kau?! Apa kau yang menyelamatkan aku waktu itu?! Bukan kau!!! Tapi dia yang menyelamatkan aku!!!" Nada bicara Jieru semakin tinggi.
"Itu memang salahku!!! Aku tau itu!! Tapi bukan berarti kau bisa mendekati dia dan jatuh cinta lagi padanya!! Dia adalah pria yang menikah dengan seorang putri kaisar!!! Dia adalah musuh besarmu!!!" Weiheng hampir lepas kendali.
"Pfftt..... hahahaha!!!!!" Jieru tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
"Kau.... apa yang lucu?!" Tanya Weiheng menekan suaranya.
"Iya!! Ibu sangat menyebalkan!!" Zhishu melakukan hal yang sama.
"Hahaha!!!!" Jieru masih belum berhenti tertawa.
"Kalian, tutup mata anak-anak!!" Perintah Weiheng dengan tatapan menyeramkan.
"Jangan terlalu lama, aku bisa lengah!" Jianying menutup mata Zhishu dan Minghao, sementara Chu Xifeng menutup mata Gu An.
Setelah mata anak-anak ditutup Weiheng dengan ganas mel***t bibir Jieru, mendapat perlakuan seperti itu Jieru berusaha melepaskan diri tapi tenaga Weiheng sangat besar.
"Hah... hah... hah... kau... terlalu... berlebihan..." Jieru tersengal-sengal karena hampir kehilangan nafas.
"Hah... hah... siapa... suruh kau... mengerjaiku seperti itu..." Weiheng juga tersengal-sengal.
"Dasar kejam!! Lain kali jika kau melakukannya lagi, aku akan membuatmu bergantung diatas pohon selama dua hari!!!" Jieru mengatur nafasnya.
"Aku akan tetap melakukannya jika kau menangis untuk pria lain selain putra mahkota, Minghao, kaisar, dan aku!!! Bahkan kau tak boleh menangis untuk Han atau Gu Cheng!!!" Jawab Weiheng.
"Dasar mesum!! Bilang saja tujuan sebenarnya, jangan plin-plan!! Kau pria mesum!!" Jieru memukul dada Weiheng pelan.
__ADS_1
"Aish... jika kau melakukannya lagi aku akan memakan habis dirimu!!" Ancaman Weiheng sambil mengelus dadanya.
"Jangan bicara seperti itu didepan anak-anak, aku mohon!!" Sewot Jianying yang tak tahan melihat adegan barusan.
"Aku harus mendapatkan Jianying secepatnya, aku tak akan membiarkan dia hanya bisa iri melihat kemesraan orang lain." Chu Xifeng bicara dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
"Entah pergi kemana para orang-orang waras disini? Mengapa hanya ada orang-orang gila? Ada yang bicara sembarangan, ada yang senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Aku benar-benar tak tahan!!" Jianying geram dan menendang sebuah batu.
Tuk!!!
"Apa yang kau lakukan?!" Pekik Gu Cheng yang baru saja tiba tapi malah terkena lemparan batu tepat di kepala.
"Ma.... maaf... aku tak sengaja!! Ini semua salah Weiheng dan Jieru!!" Jianying bersembunyi di belakang Minghao.
"Memang apa yang mereka lakukan?" Tanya Li Wei yang muncul di belakang Gu Cheng.
"Mereka melakukan hal intim didepan anak-anak!! Mereka bahkan hampir kehabisan nafas tadi!!" Bisik Jianying yang langsung menghampiri Li Wei ketika dia bertanya.
"Kalian mau merusak anak-anak? Mengapa melakukan itu didepan mereka?" Tanya Li Wei.
"Semua salah Weiheng!! Dia yang lepas kendali!! Aku juga korban!! Dia benar-benar sangat liar!!" Jieru menunjuk-nunjuk Weiheng.
"Tapi kau menikmatinya, kan?" Goda Weiheng.
"Diamlah!!" Jieru menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Aish.... tak bisakah kalian memikirkan perasaan kami? Ingatlah bahwa kami ini masih lajang!!" Protes Jianying.
"Itu nasibmu. Bahkan Han saja sudah menikah, hanya kau sendiri yang masih betah dengan kesendirian." Jawab Jieru.
"Kau!!! Huh! Lihat saja!! Aku akan menemukan orang yang sangat mencintaiku walau aku harus mencarinya keujung dunia!!!" Teriak Jianying.
"Mengapa harus ke ujung dunia jika kau dia berada tepat didepanmu?" Gumam Chu Xifeng.
"Kau bicara apa? Aku tak mendengarnya dengan jelas!" Jianying memukul bahu Chu Xifeng.
"Aku hanya mengatakan kalau kau tak akan menemukan orang itu walau pergi ke ujung dunia!! Hanya orang gila yang mau bersama gadis pemarah dan rakus seperti dirimu!" Ketus Chu Xifeng.
"Aku tidak rakus!!!" Jianying memukul-mukul Chu Xifeng.
Lagi-lagi mereka bertengkar, entah sampai kapan kebiasaan bertengkar hanya karena hal sepele menghilang dari keluarga itu. Tapi... setidaknya ini adalah keluarga yang bahagia.
Bersambung.....
__ADS_1