Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 19


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu banyak orang, akhirnya terjadi juga. Sakura resmi menjadi istri dari seorang Alden. Keduanya duduk berdampingan di pelaminan, tersenyum menyambut para tamu.


“Kamu lelah?” tanya Alden ketika tamu sudah tidak ada lagi yang naik ke pelaminan.


“Sedikit,” jawab Zakira sambil memijat pergelangan kakinya.


“Pergi ke kamar sana. Biar aku yang di sini,” suruh Alden.


“Nggak, deh. Takutnya nanti ada tamu lagi, terus mereka berpikir aku tidak mau menyambut mereka.”


“Mereka pasti tahu, pengantin juga bisa lelah,” sahut Alden.


“Tapi—“


“Terserah kamu saja.” Alden memotong ucapan Zakira. Pria itu memalingkan wajahnya.


“Ya sudah aku ke kamar.”


Zakira kembali memakai high heelsnya dan pergi ke kamar. Gadis itu membaringkan tubuhnya dengan kasar di ranjang, menghembuskan napas lelah sembari memejamkan mata.


Menjadi pengantin ternyata cukup melelahkan, bukan hanya itu saja, kaki Zakira juga terasa sakit karena memakai high heels. Zakira bangkit, mengambil baju di lemari dan membawanya ke kamar mandi. Tubuhnya lelah dan butuh guyuran air.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Zakira kembali keluar. Dia melihat Alden tengah berbaring di ranjang. Zakira mendekat, menyentuh pelan bahu Alden.


“Hey, Alden, bangun.” Zakira menggoyang pelan bahu Alden, berniat membangunkan pria itu.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Alden.


“Bersihkan tubuhmu dulu, biar lebih nyaman kalau mau tidur.”


“Hmm.”


Sepeninggalan Alden, Zakira menatap ke sekeliling kamarnya. Dia baru sadar, bahwa saat ini kamarnya sangat beda. Nuansa pengantin baru terlihat kental. Kelopak bunga yang dibentuk menjadi hati, menghias lantai kamarnya dengan lilin-lilin kecil sebagai penambah. Zakira tidak tahu bahwa di kasur juga berserak kelopak bunga.


“Pasti ini kerjaan Bunda dan Zanira,” gumam Zakira.


Dia mengambil tos sampah, lalu meraup kelopak-kelopak di kasur dan membuangnya ke tempat sampah itu.


“Kenapa dibuang?” tanya Alden yang baru keluar dari kamar mandi.


“Sangat mengganggu,” jawab Zakira tanpa menghentikan aktivitasnya.


“Hah?” Zakira menatap Alden sambil mengedipkan mata.


Melangkah pelan, Alden mendekati Zakira yang berjalan mundur. Gadis itu melihat kiri kanan, jantungnya sangat tidak aman.


“Apa?”


“Tidak.” Alden terus melangkah mendekati Zakira.


Saat akan kabur, dengan cepat Alden menangkap istrinya dan memeluk erat tubuh Zakira. Pria tampan itu meletakkan dagunya di bahu sang istri, seraya menghirup dalam aroma yang menguat dari tubuh Zakira.

__ADS_1


“Harum.”


“Eugh ... geli,” lirih Zakira sambil menggeliat.


Bagaimana dia tidak geli, kalau Alden terus menciumi leher jenjangnya. Bahkan pria itu memeluk semakin erat.


“Aku ingin kamu, Sayang,” bisik Alden tepat di sebelah telinga Zakira. Membuat sang empu merinding.


“Tapi—“


“Aku tidak akan menunggu sampai kamu mencintaiku. Aku akan tetap meminta hakku sekarang,” ucap Alden.


Malam itu Zakira memberikan sesuatu paling berharga yang sudah dia jaga. Hanya untuk Alden, pria yang baru menjadi suami beberapa jam lalu.


Alden melakukan dengan lembut, agar sang istri tidak kesakitan. Dia terus menciumi seluruh wajah Zakira, ketika puncak pelepasan telah landas ke rahim istrinya.


“Terima kasih. Aku sangat mencintaimu.”


🌺🌺


Karena kembali digempur oleh Alden semalam, Zakira jadi bangun kesiangan. Wanita itu meringis saat akan turun dari kasur, pangkal pahanya terasa sangat perih.


“Tidak nyaman banget rasanya,” lirih Zakira.


Dia berjalan dengan tertatih-tatih, menahan rasa nyeri dan terus melangkah agar segera sampai ke kamar mandi. Tubuhnya benar-benar lelah dan sangat lengket.

__ADS_1


 


 


__ADS_2