Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 25


__ADS_3

Rasa tidak sabar tadi, kini telah sirna. Zakira memilih duduk di tepi kasur, tatapannya tidak lepas dari bingkai foto yang dia pegang. Gadis berambut panjang, wajah oval sangat cantik dan enak dipandang. Siapakah perempuan itu?


Pertanyaan masih sama yang terus Zakira lontarkan dalam hati.


Dia bisa saja menanyakannya nanti pada Alden, tetapi sudah kadung penasaran dan ingin tahu sekarang. Zakira mengusap wajah, membuang napas dengan kasar. Dia mengembalikan bingkai itu pada tempatnya.


“Astaga, kenapa aku kepo sekali?” gerutu Zakira.


“Lebih baik aku segera pergi saja.” Dia mengambil tas selempang, lalu memasukkan ponsel dan segera meninggalkan kamar.


Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, tidak henti-hentinya Zakira melihat ke arah ponsel. Ingin menghubungi Alden, menanyakan perihal bingkai tadi, tapi dia terlalu malu dan takut dibilang kepo. Namun, jika terus begini, hati Zakira tidak tenang. Dia jadi menduga-duga, bahwa perempuan itu pacar Alden.


“Apa kirim pesan saja, ya?” tanyanya pada diri sendiri.


Zakira mencoba mengetik kata demi kata, tetapi langsung dia hapus kembali. Wanita cantik itu menggeleng, lalu memasukkan ponsel ke dalam tas kembali.


“Apa-apaan kamu, Zakira. Ayolah, tidak perlu peduli,” ucapnya.


Sampai di butik, Zakira langsung menuju ruangan yang biasa menjadi tempatnya bekerja. Di sana sudah ada Mina, tampaknya gadis itu sedang sangat sibuk. Zakira langsung menjatuhkan bokongnya di sofa, wajahnya sangat murung.


“Kenapa datang-datang murung begitu?” celetuk Mina sambil menatap Zakira.


“Tidak ada,” jawab Zakira malas.


“Heh, ya sudah, lah.”


Mina kembali bergelut dengan pekerjaannya, mengabaikan Zakira yang terus menggerutu tidak jelas. Bukannya tenang, Zakira malah merasa bosan berada di sana. Segera wanita itu ambil tasnya, lalu berjalan hendak keluar.


“Mau ke mana, Kir?” tanya Mina bingung.


“Pulang,” jawab Zakira.

__ADS_1


“Lah, baru datang langsung pulang lagi?”


“Biarin.” Zakira berlalu meninggalkan Mina yang masih dilanda kebingungan.


Cukup lama Mina berpikir, ada apa dengan Zakira, tetapi langsung kembali acuh karena malas mengurusi wanita itu.


Zakira sudah masuk ke dalam mobil, menunggu sopir yang izin ke kamar mandi sebentar. Ponselnya bergetar, ada telepon masuk dari Alden. Dia mengabaikannya karena masih merasa kesal.


Terus dan terus Alden menelepon dia, membuat Zakira mau tidak mau mengangkatnya.


“Ada apa?” tanya Zakira.


“Hanya ingin menelepon. Memangnya tidak boleh?”


“Oh.”


“Kamu kenapa? Ada masalah?” tanya Alden di seberang sana. Nada bertanyanya terdengar khawatir.


Wanita cantik itu terus mengomel membuat sopir bingung. Zakira yang tersadar, langsung menutup mulutnya. Padahal selama ini dia adalah gadis pendiam, tapi mengapa sekarang jadi bawel.


🌺🌺


Saat jam pulang kerja tiba, Alden langsung pulang ke rumah. Pria itu merasa ada sesuatu yang Zakira sembunyikan, hingga membuat Zakira menjadi sangat cuek padanya. Alden mencari Zakira di kamar, ternyata istrinya itu sedang bermain ponsel di ranjang.


“Bagaimana tadi, apakah sangat seru mengunjungi butik?” tanya Alden. Mencoba lembut saat bertanya agar Zakira merasa nyaman.


“Tidak tahu.” Zakira cuek, tidak mengalihkan pandangan dari ponsel.


Alden semakin curiga, dengan segera dia meletakkan tas kerjanya di sofa kamar. Lalu pria itu ikut naik ke kasur, mendekatkan dirinya dengan sang istri.


“Kamu kenapa?”

__ADS_1


“Aku? Tidak apa-apa,” jawab Zakira.


Pria itu menghembuskan napas kasar. Sebelah tangannya terangkat menyentuh kening Zakira, seketika membuat sang empu melotot.


“Aku nggak sakit,” ujar Zakira.


“Ah, aku pikir kamu sedang sakit. Makanya bersikap sangat cuek hari ini,” kata Alden.


“Tidak tahu, pikir aja sendiri.”


Sungguh Alden sangat gemas dengan Zakira. Dirinya langsung menyerbu sang istri, menciumi seluruh wajah Zakira membuat wanitanya tertawa karena geli. Alden tidak memberi ampun, karena saking gemasnya dengan Zakira.


“Mandi dulu sana.”


“Tidak perlu. Nanti juga berkeringat lagi,” ucap Alden, kembali mengerjai istrinya.


Yang awalnya ingin ngambek semalaman, akhirnya tidak jadi. Alden menghajar Zakira habis-habisan sampai membuat wanita itu tertidur.


“Mimpi indah, Sayang.”


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2